Pages

Rabu, Maret 30, 2011

Kasum TNI terima kunjungan Asintel AB ASEAN

JAKARTA-(IDB):TNI Tisna Komara menerima kunjungan Asisten Intelijen Angkatan Bersenjata ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (29/3/2011).

Para pejabat Intelijen AB ASEAN tersebut dalam rangka mendampingi Panglima masing-masing pada acara Asean Chiefs of Defence Forces Informal Meeting (ACDFIM) ke-8 Tahun 2011 di Jakarta.  Dalam pertemuan tersebut, Kasum TNI berharap bisa melanjutkan dan meningkatkan kerjasama di bidang penanggulangan aksi teroris yang terjadi di wilayah negara ASEAN.

Sumber: Seruu

Pabrik Mesiu Meledak

Para korban tewas akibat ledakan di sebuah pabrik amunisi di Yaman selatan.
SANNA-(IDB):Sedikitnya 121 orang tewas dan 45 orang lainnya cedera dalam satu ledakan di sebuah pabrik amunisi di Yaman selatan, Senin (28/3/2011), kata sumber-sumber medis.

Korban tewas diperkirakan akan meningkat, kata sumber-sumber itu sebagaimana dikutip CNN, yang meminta tidak disebutkan identitasnya karena mereka tidak diizinkan untuk berbicara dengan media. Dua orang mereka bekerja di Rumah Sakit Republican Hospital di Abyan.

Sebagian besar korban tewas dan terluka adalah penduduk lokal yang menjarah pabrik tersebut setelah diambil alih kaum militan, Minggu, kata para pejabat keamanan. Ledakan itu terjadi di Provinsi Abyan, kata mereka.

Ledakan itu terjadi setelah demonstrasi berbulan-bulan yang menentang Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, dan kekerasan pada akhir pekan antara pasukan pemerintah dan kelompok Al Qaeda lokal. Pertempuran selama dua hari terakhir antara pasukan keamanan Yaman dan anggota Al Qaeda di jazirah Arab itu menyebabkan jatuhnya korban di dua sisi, kata pasukan keamanan Yaman, Minggu.
Saleh berjuang untuk mempertahankan kekuasaannya, dengan alasan bahwa ia paling siap untuk memimpin perang melawan kelomok Islam garis keras.

Tiga orang teroris Al Qaeda tewas dan enam lainnya ditahan di distrik Lawdar, lapor kantor berita resmi Yaman, Saba, Sabtu. Hari Minggu, tujuh tentara Yaman tewas dan tujuh lainnya luka-luka ketika para anggota Al Qaeda di jazirah Arab itu menyerang mereka di Marib, kata dua pejabat keamanan. Serangan tersebut terjadi di sebuah pos pemeriksaan militer 1 mil di utara kompleks pemerintah di Provinsi Marib, sebelah timur ibu kota, Sanaa. Para penyerang menggunakan granat dan senapan mesin, dan merampas dua kendaraan militer dari pos pemeriksaan tersebut, kata pasukan keamanan.

Setelah pertempuran Sabtu, Pemerintah Yaman mengatakan, peristiwa itu merupakan tanda bahwa tindakan tegas diperlukan untuk memerangi ketidakstabilan di dalam negeri itu. Saba melaporkan, Gubernur Saleh al-Zawari dari Provinsi Abyan menegaskan pentingnya meningkatkan kinerja keamanan dalam menghadapi setiap upaya yang mengganggu keamanan dan stabilitas di daerah itu.

Yaman sedang menghadapi protes dari rakyatnya yang menuduh pemerintah melakukan korupsi serta kurangnya kebebasan politik dan pengangguran yang tinggi. Seruan bagi pengunduran diri Saleh telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul revolusi di Mesir dan Tunisia. Saleh telah memerintah negara itu sejak tahun 1978.

Sumber: Kompas

Moammar Khadafy Diasingkan dari Libya

Presiden Moammar Khadafy saat pidato di televisi pemerintah
ROMA-(IDB):Italia mengusulkan perjanjian politik untuk mengakhiri krisis Libya, termasuk gencatan senjata segera, pengasingan bagi Moammar Khadafy, dan pembicaraan antara pemberontak dan para pemimpin suku.

Menteri Luar Negeri Franco Frattini mengatakan kepada wartawan, ia telah membicarakan usul itu dengan Jerman, Perancis, dan Swedia, serta mengharapkan untuk membicarakannya dengan Turki, Senin malam, sebelum pertemuan internasional mengenai Libya di London, Selasa (29/3/2011) ini.

"Satu penyelesaian politik untuk menciptakan Libya yang baru dan demokratis adalah tujuan paling penting sekarang ini," katanya.

"Itu harus menjadi penyelesaian bersama. Penyelesaian politik itu harus menyatukan, bukan memecah belah kita (masyarakat internasional)," tambah Frattini.

Frattini mengatakan, negara Afrika dapat memberikan suaka kepada Khadafy dan tak perlu mencemaskan pemimpin Libya itu akan kembali berkuasa dari pengasingan.

"Khadafy harus diberi pengertian agar berani bertindak dan berkata: Saya mengerti, saya mundur, saya harus pergi," tambah Frattini.

"Kami mengharapkan Uni Afrika dapat menemukan usul yang benar."
Italia mengharapkan pertemuan kekuatan-kekuatan internasional di London dapat menyampaikan visi bersama bagi Libya pasca-Gaddafi, termasuk gencatan senjata yang diawasi secara internasional dan pembicaraan inklusif antara dewan pemberontak, para pemimpin suku, dan pemain lain dalam masyarakat Libya, kecuali Khadafy.

Italia, sekutu terdekat Khadafy di Eropa sebelum pertempuran di bekas jajahannya itu meletus bulan lalu, enggan ikut operasi militer awal bulan ini, dan merasa telah dikesampingkan oleh Perancis dan Inggris.

Frattini, yang mendesak NATO agar mengambil alih komando operasi, mengatakan, pemberontak yang didukung serangan udara pimpinan Barat pada akhir pekan lalu telah mulai membuahkan hasil, yaitu melindungi kota-kota dari pembombardiran mengerikan oleh pasukan Khadafy.

Sumber: Kompas

Tahun 2012 Lulusan Akademi Angatan Udara Setara S1

Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara.
YOGYAKARTA-(IDB):Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) akan mendapat gelar Strata 1 seperti perguruan tinggi lainnya. Gelar sarjana itu adalah Sarjana Sains Terapan Pertahanan.

"Pada tahun ini sudah ada surat untuk pemberian gelar itu, pada 2012, kami harap AAU sudah terakreditasi Strata 1," kata Gubernur Akademi Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI I.B Putu Dunia, di Markas Komando AAU, Yogyakarta, Selasa 29 Maret 2011.

Sementara ini lulusan AAU masih setara dengan Diploma IV. Dengan gelar Strata 1, dalam pengembangan ilmu pengetahuan ke depannya para karbol AAU bisa diterima di universitas atau perguruan tinggi manapun.

Menurut Putu, pihaknya saat ini sedang menyiapkan syarat untuk akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan setelah menerima izin penyelenggaraan program pendidikan dari Kementrian Pendidikan Nasional pada 29 Desember 2010 lalu. AAU sendiri berupaya menyejajarkan diri dengan Akademi Angkatan Bersenjata di negara lain, seperti Akademi Angkatan Udara Amerika (USAFA) dalam mengakreditasi program-program pendidikannya.

Akademi Angkatan Udara saat ini sedang berbenah agar apa yang diajarkan di akademi itu diakui, materi pertahanan yang diajarkan di AAU diharapkan juga dapat memenuhi persyaratan menjadi program sarjana Strata 1.

Saat ini, AAU bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) serta beberapa perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Institut Teknologi Bandung. Hal itu dilakukan sebagai upaya akreditasi akademi milik angkatan udara itu.

"Dengan kerja sama ini, kami berharap mampu meningkatkan kualitas para karbol dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Putu.

Hari ini, Selasa (29/3), penandatanganan nota kesepahaman pengembangan pendidikan kedirgantaraan dilakukan oleh Gubernur AAU dengan Ketua STTA Marsekal Pertama TNI (Purnawirawan) Sutjianto.

Sutjianto menyatakan melalui kerjasama antara STTA dan AAU, maka jajaran TNI AU akan berkesempatan mendapatkan lisensi dasar penerbangan dengan masa berlaku tak terbatas. Ketika memasuki masa pensiun, lisensi tersebut dapat digunakan untuk persyaratan bekerja pada maskapai penerbangan umum.

"Kerja sama ini juga diharapkan menambah kemampuan karbol dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata dia.

Sumber: Tempo

Inggris Lelang Kapal Induk di Internet

Kapal induk Inggris HMS Ark Royal
JAKARTA-(IDB):Inggris kembali menjual salah satu kapal perangnya secara online. Kali ini kapal induk HMS Ark Royal yang dijual melalui laman lelang kementerian pertahanan negeri itu, demikian lapor BBC.

HMS Ark Royal telah beroperasi selama 25 tahun dan baru dua minggu menerima status pensiun sebagai bagian dari kebijakan penghematan anggaran pemerintah Inggris.

Beberapa penawaran memang telah diterima oleh pemerintah Inggris, antara lain tawaran untuk menjadikan kapal induk itu sebagai landasan helikopter komersial dan markas pasukan khusus untuk mengamankan Olimpiade London.

Selain itu masih ada dua tawaran unik dari China. Yang pertama ingin menjadikannya sekolah terapung. Tawaran yang kedua, ingin menjadikan kapal induk itu klub malam terapung.

Tetapi ada juga yang hanya ingin mempreteli logam-logam bekas dari kapal perang raksasa itu seperti kapal sebelumnya, HMS Invicible, yang telah dipreteli di sebuah bengkel kapal di Turki.

HMS Ark merupakan kapal induk Inggris yang turut dalam operasi militer di Irak.

Mereka yang berminat membeli kapal induk itu diundang untuk melihat kondisi kapal itu di basis angkatan laut Portsmouth, Inggris, tanggal 3 hingga 4 Mei mendatang.

Iklan pelelangan kapal itu bisa dilihat di www.edisposals.com, laman lelang resmi milik kementerian pertahanan Inggris.

Sumber: Antara

Kementrian Pertahanan Ajukan Tambahan Anggaran Rp.9 Triliun

Menhan RI Purnomo Sugiantoro
JAKARTA-(IDB):Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan kembali mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp9 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2011. Kemhan sebelumnya telah meminta tambahan anggaran sebesar Rp 11 triliun. Namun, Kementerian Keuangan baru menyetujui sebanyak Rp 2 triliun.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (29/2)  mengatakan tambahan Rp9 triliun adalah untuk memenuhi minimum essential forces alias standar kekuatan. "Kita dulu mengajukan Rp11 triliun. Tapi, baru dapat Rp2 triliun. Jadi, kita ajukan lagi. Soal dapat atau tidak, tergantung dari keuangan negara. Kita memahami juga ada perkembangan negara, harga minyak naik," kata Purnomo.

Saat ini, alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2011 sebesar Rp 47 triliun. Hampir separuh dari anggaran itu atau Rp22,5 triliun dari total Rp47 triliun digunakan untuk kebutuhan belanja pegawai. Adapun sisanya sebesar Rp24,5 triliun baru digunakan untuk belanja barang dan belanja modal.

Panglima TNI Terima Kunjungan Kasad Australia

JAKARTA-(IDB):Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.  didampingi Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI George Toisutta, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara, W., S.E.,  Aspam Kasad Mayjen TNI Leonard, Wakapuspen TNI Brigjen TNI Avianto Saptono dan Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Prayitno menerima kunjungan Kasad Australia (Chief of Army Australian Defence Force) Lt General K. J. Gillespie, AO, DSC, CSM., di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (28/3).

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerjasama di bidang militer antara kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan untuk lebih ditingkatkan, baik dalam hal latihan bersama maupun program pendidikan.

Sumber: Seruu

Jabatan Kapusku TNI Diserah Terimakan

JAKARTA-(IDB):Jabatan Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI diserahterimakan dari Brigjen TNI Amiruddin Sjamaun, S.IP., kepada Laksma TNI DR. Suwarno K., M.B.A melalui upacara yang dipimpin Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.,  di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (28/3).
 
Sertijab Kapusku TNI yang diikuti oleh sejumlah pejabat di lingkungan Mabes TNI tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI  Nomor Sprin : 407/ III/ 2011 tanggal 10 Maret 2011 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan.  Sebelumnya Laksma TNI DR. Suwarno K., M.B.A manjabat sebagai Kadiskual, sedangkan  Brigjen TNI Amiruddin Sjamaun, S.IP. menjabat sebagai Pati Mabes TNI AD dalam rangka memasuki usia pensiun.

Kepada pejabat lama, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya selaku Kapusku TNI.  Sementara kepada pejabat baru, Panglima TNI mengucapkan selamat bertugas sebagai Kapusku TNI dan segera mengintegrasikan diri, mendayagunakan secara maksimal sarana dan prasarana yang tersedia, membangun budaya dan perilaku organisasi yang mantap dan kondusif untuk melahirkan karya-karya kreatif, inovatif dan berdayaguna bagi TNI.

Panglima TNI menegaskan bahwa jabatan dalam level dan strata apapun pada hakekatnya adalah amanah dari bangsa dan negara.  Sebagai amanah, jabatan harus dijaga dengan unjuk dedikasi yang lebih serta diemban dengan unjuk prestasi. Karena sebagai amanah pula maka pertanggungjawaban jabatan juga panjang, disamping kepada diri sendiri, keluarga dan organisasi, juga harus dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu lanjut Panglima TNI,  jabatan tidak pernah menjanjikan apa yang akan diperoleh, melainkan justru menuntut apa yang harus dilakukan dan diberikan dengan mengerahkan segala daya cipta dan daya kreasi untuk memajukan organisasi.

Sumber: Seruu

Obama: Libya Tak Akan seperti Irak

Anggota pasukan anti-pemerintah Libya membalas tembakan setelah disergap di jalan Sirte
WASHINGTON-(IDB):Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, Libya tidak akan menjadi seperti Irak. AS, kata Obama, Senin waktu setempat, sudah tidak mampu lagi mengeluarkan biaya sebesar yang dikeluarkan untuk perang Irak dalam upaya militer untuk menggulingkan pemimpin Libya Moammar Khadafy.

Selain itu, opsi seperti yang digunakan untuk Irak akan ditentang koalisi yang kini terbentuk untuk menegakkan zona larangan terbang di Libya. "Jika kami mencoba untuk menggulingkan Khadafy dengan kekerasan, koalisi akan terpecah," katanya.

Selain berbiaya besar, pilihan model Irak juga akan mengorbankan banyak tentara dan rakyat sipil. "Bahaya yang dihadapi oleh para tentara akan jauh lebih besar. Demikian juga biaya, dan berbagi tanggung jawab kami untuk apa yang muncul berikutnya. 

Secara jujur, kami turun ke jalan-jalan di Irak ... tetapi perubahan rezim di sana butuh waktu delapan tahun, mengorbankan ribuan nyawa orang Amerika dan Irak, dan menghabiskan hampir 1 triliun dollar AS. Itu bukan sesuatu yang kami sanggup ulangi di Libya," kata Obama.

Ia juga memperingatkan bahwa transisi menuju pemerintahan yang sah di Libya setelah Moammar Khadafy tumbang akan menjadi tugas yang sulit. "Bahkan setelah Khadafy meninggalkan kekuasaan, tiran yang telah berkuasa selama 40 tahun itu telah menyebabkan Libya terkotak-kotak dan tanpa institusi sipil yang kuat. Transisi menuju pemerintahan sah yang responsif terhadap tuntutan rakyat Libya akan menjadi tugas yang sulit," kata Obama.

Sumber: Kompas

Indonesia Serukan Gencatan Senjata

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
JAKARTA-(IDB):Pemerintah Indonesia menyerukan upaya gencatan senjata yang segera (immediate ceace-fire establishment) dan pencarian solusi politik damai (peaceful political settlement) di Libya. Hal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 1973 Tahun 2011.

"Melalui mimbar ini, Indonesia menyerukan kepada PBB dan masyarakat dunia pada umumnya agar kedua elemen penting (Resolusi DK PBB Nomor 1973 Tahun 2011) itu dapat bersama-sama kita wujudkan, yaitu gencatan senjata dan pencarian solusi damai atau peaceful political settlement," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3/2011).

Presiden juga berharap PBB tetap mengambil peran dan inisiatif terkait upaya damai di Libya. Presiden juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi-organisasi di kawasan Afrika Utara dan juga Liga Arab, serta negara-negara yang terlibat konflik.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan bahwa Resolusi DK PBB Nomor 1973 Tahun 2011 belum mengatur upaya misi perdamaian atau peace-keeping mission secara eksplisit ketika gencatan senjata dilakukan. Presiden berharap adanya penegasan terkait upaya misi perdamaian.
"Gencatan senjata perlu diawasi dan dipantau. Perlu adanya supervision and monitoring. Dalam inter-state conflict, sering kita saksikan yang mengawasi gencatan senjata adalah peace-keeping mission and peace-keeping forces," kata Presiden.

Operasi NATO

Pasukan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, yang telah mengambil alih penuh operasi militer di Libya sejak Minggu siang, membombardir Sirte, kota kelahiran Moammar Khadafy, Senin (28/3/2011). Kota ini dibombardir sembilan bom, Senin pagi, setelah dijatuhi dua bom pada Minggu malam.

Beberapa jet tempur aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meraung-raung di atas Sirte sejak Minggu malam. Itulah serangan pertama NATO setelah resmi mengambil alih komando dari pasukan koalisi Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris. Koalisi masih berpartisipasi dalam masa transisi yang mungkin berlangsung paling lama sekitar 72 jam.

Operasi NATO di Libya, sama seperti yang dilakukan koalisi Barat, untuk menegakkan zona larangan terbang sesuai dengan Resolusi PBB Nomor 1973 yang dihasilkan pada 17 Maret. Jika koalisi menamai aksinya di Libya dengan operasi Fajar Odyssey (Odyssey Dawn), sandi aliansi NATO ialah Operasi Pelindung yang Menyatukan (Unified Protector). 

Jenderal Charles Bouchard, asal Kanada, adalah komandan operasi NATO di Libya. Jenderal bintang tiga yang dipercayai 28 negara anggota NATO itu juga akan mengambil komando semua serangan militer dengan tujuan ”melindungi warga sipil”. 

Operasi transisi dari koalisi ke NATO berlangsung 48 jam sampai 72 jam. ”Tujuan kami untuk melindungi warga sipil dan daerah berpenduduk sipil yang berada di bawah ancaman rezim Khadafy,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen. ”NATO menerapkan semua aspek Resolusi PBB. Tidak lebih, tidak kurang,” katanya.

Sumber: Kompas

ASEAN Bahas Penggunaan Militer untuk Bantuan Kemanusiaan

Kendaraan hagglunds (amfibi) milik Kopassus dan PMI dikerahkan untuk menyisir Dusun Jetis Sumur, Cangkringan, Sleman, dalam melakukan pencarian korban erupsi Merapi, Kamis (11/11). Lokasi yang berada di pinggir sungai Kali Gendol ini terlalu membahayakan sehingga tim tidak berhasil menemukan korban.
JAKARTA-(IDB):Direktur Jenderal kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Mochammad Jurianto mengatakan, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana menjadi fokus utama dalam lokakarya penggunaan aset militer ASEAN, yang dibuka hari ini, Selasa 29 Maret 2011.

"Bantuan kemanusiaan dan bencana alam merupakan bagian dari operasi militer," kata Jurianto saat membuka lokakarya tersebut di Hotel Sultan Jakarta.

Lokakarya yang telah digelar kedua kalinya ini merupakan lanjutan dari Paper on Use of ASEAN Military Assets and Capacities. Agenda utama yang akan menjadi pembahasan dalam lokakarya ini untuk membentuk Joint Coordinating Committee atau JCC, menentukan tugas pokok, struktur, dan pimpinan.

Bencana alam yang sering terjadi di wilayah ASEAN menjadi salah satu faktor pendorong pembentukan JCC. Kedepan, jika ada negara anggota ASEAN yang tertimpa bencana alam atau membutuhkan bantuan kemanusiaan, JCC akan memfasilitasi dengan penggunaan aset militer ASEAN dengan melibatkan warga sipil.

Jurianto juga menekankan agar pelaksanaan penggunaan aset militer di negara yang tertimpa bencana tetap harus menghormati kedaulatan negara yang bersangkutan. "Pelaksanaannya juga harus menghormati HAM dan tidak boleh diskriminasi," ujar Jurianto

Dia menambahkan, hasil lokakarya ini akan dibawa ke tingkat ASEAN Defense Senior Officer MeetingASEAN Defense Minister's Meeting," kata Jurianto. pada 26-29 April 2011mendatang yang akan digelar di Yogyakarta. "Nantinya akan ada keputusan politik di tingkat

Sumber: Tempo

Prajurit Indobatt Ikuti Dancon March

Peserta siap-siap di garis start. Dancon March dengan jarak tempuh 23 km ini diikuti oleh perwakilan dari kontingen peacekeeper yang berada di Libanon
Srikandi Indobatt (wanita TNI) mengikuti dancon march.
Seorang peserta dari Indobatt dengan membawa bendera Merah Putih.
Dancon March merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh kontingen Denmark dengan menempuh jarak tempuh 23 km dengan membawa beban 10 kg, sebanyak 47 Prajurit Indobatt turut serta dalam kegiatan tersebut.

47 Prajurit Indobatt mengikuti dancon march di Naqoura, Libanon, Minggu (27/03). Dancon march merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh kontingen Denmark dengan menempuh jarak tempuh 23 km dengan membawa beban 10 kg.

Sumber: Detik News

Israel Penjahat Perang Yang Sebenarnya

Gambar dari kemah Hamas yang hancur setelah serangan Israel di kota Gaza, Senin (21/3).
JAKARTA-(IDB):Perhatian masyarakat dunia saat ini tertuju pada peristiwa dramatis yang merongrong Libya dan Yaman, Bahrain dan Suriah, dan tempat lain di dunia Arab, sementara itu Israel asyik memperluas daerah jajahannya di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur.

Negara Yahudi tersebut juga seenaknya meningkatkan pemboman terhadap rakyat terkepung di Jalur Gaza, tempat militer Yahudi membantai delapan orang Palestina. Empat korban --menurut laporan media internasional-- berasal dari satu keluarga, dua di antara mereka adalah anak kecil.

Tak ada yang "luar biasa" sebenarnya dalam kejadian tersebut. Entah berapa banyak orang Palestina yang dibunuh pada pekan lalu oleh penguasa Yahudi.

Tepi berita itu memang menarik perhatian media di Amerika. Menurut laporan, perisitiwa tersebut dimasukkan ke dalam bagian "News in Brief" --tapi saat satu keluarga Yahudi yang terdiri atas lima lima orang ditikam oleh orang Palestina di Tepi Barat, perhatian yang diberikan media Amerika jauh lebih besar.

Meskipun banyak pengulas diberitakan mencela aksi pemerintah Yahudi tersebut, tak seorang pun dari mereka mempertimbangkan konteksnya; Tepi Barat Sungai Jordan adalah wilayah yang dijajah, dan bukan hanya hukum internasional menganggap wilayah itu berada di luar batas kolonisasi oleh kaum pendudukan, tapi hukum juga menganggap wilayah semacam itu sebagai daerah pertempuran.

Jadi, jika orang membawa anak-anak dan kaum perempuan ke daerah pertempuran, terbuka peluang mereka akan cedera --sangat mungkin orang orang atau sekelompok orang yang tanah mereka dijajah. Masyarakat madani Palestina jatuh miskin akibatkan kehilangan tanah mereka.

Yang jadi pertanyaan ialah apakah kaum Yahudi bisa lolos dengan aksi kolonial mereka, dan dengan tindakan brutal yang setiap hari mereka lakukan terhadap orang Palestina, seandainya saja tak ada dukungan dari AS, sekutu dan pelindung kuatnya?

Coba saja bandingkan dengan aksi kapal perang AS yang menghujani sistem pertahanan Libya dengan rudal cruise Tomahawk, sementara pesawat tempurnya mengganyang kendaraan militer negara Afrika Utara tersebut. Presiden AS Barack Obama menegaskan aksi itu "dimaksudkan untuk melindungi warga sipil".

Tapi bagaimana dengan rakyat miskin Palestina baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza, apakah mereka bukan warga sipil? Apakah mereka tak pantas dilindungi dari kekejaman kaum Yahudi?

Amerika Serikat juga telah dengan ringan tangan membom penduduk di daerah sabuk suku Pakistan di perbatasan dengan Afghanistan, padahal mereka juga warga sipil. Mereka dicap sebagai "teroris" oleh negara adidaya tersebut, tapi benarkah tudingan itu?

Sewaktu Dewan Keamanan PBB baru-baru ini berusaha mensahkan resolusi untuk mengutuk perluasan wilayah Israel di tanah Arab, Washington menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan rencana itu.

Yang lebih menyakitkan hati ialah Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice diberitakan mengatakan kepada wartawan bahwa "sungguh, sejujurnya, dengan menggunakan hak veto tak berarti Washington menyetujui perluasan wilayah Israel".

Lalu apa? Sekali lagi, para diplomat memang boleh-boleh saja bersikap "diplomatis", tapi sikap muka-dua, standard-ganda terlihat jelas menjadi landasannya.

Orang jadi prihatin sebab sikap munafik dengan gamblang menjadi faktor kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah.


Mendua

Memang baik jika orang tak menganggap remeh ancaman pemimpin Libya Muamar Gaddafi untuk tak memperlihatkan belas kasih terhadap mereka yang menentang dia. Tapi kapan ya terakhir kali orang melihat AS mengekang negara kliennya, Israel, agar "tak memperlihatkan sikap tak kenal ampun" terhadap rakyat di Lebanon dan Jalur Gaza. Di kedua wilayah tersebut --dalam dua agresi militernya-- Israel menewaskan ribuan warga sipil dan meluluh-lantakkan rumah serta lahan mereka.

Lalu kapan terakhir kali pemerintah Amerika tak harus menelan kue penghinaan dan tak berkutik dalam menghadapi Israel sehubungan dengan tindakan penguasaan tanah Arab oleh penguasa Yahudi.

Pemerintah Obama telah menghabiskan kebanyakan masa jabatannya untuk memperbaiki hubungan dengan negara Islam, terutama negara Arab. Tapi bagi AS apa yang Israel mau bisa didapatkan, dan apa yang Israel lakukan tak pernah menghadapi hukuman.

"Pendudukan --yang tidak sah, tak manusiawi, dan tak sejalan dengan nila-nilai Yahudi-- telah berlangsung selama 44 tahun," tulis David Remnick di potongan "Talk of the Town" di New Yorker belum lama ini.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpendapat ia dapat terus bertindak semaunya, dan terjamin di balk tembok kokoh. Pada penghujung Februrari, ia menelefon Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menyampaikan ketidak-senangannya sebab Jerman telah memberi suara buat resolusi PBB yang mengutuk penjajahan Yahudi, sehingga Merkel dilaporkan nyaris tak bisa menahan amarahnya.

"Berani sekali kamu?" kata Merkel sebagaimana dikutip media transnasional. "Kamu lah yang telah mengecewakan kami. Kamu tak pernah melakukan satu langkah pun ke arah perdamaian."

Kanselir Jerman tersebut bisa mengatakan itu kepada perdana menteri Israel, tapi seorang presiden Amerika tak pernah melakukannya.

Menurut Fawzi Turki, penulis di Gulfnews, para pejabat AS mestinya mendengarkan teriakan agar Amerika Serikat mendesak Israel supaya melakukan penahanan diri, ketika penguasa Yahudi itu menghancurkan lagi rumah orang Arab di Jerusalem Timur.

Amerika Serikat mestinya juga tak mengeluarkan pernyataan yang mendukung hak sipil dan hak asasi manusia serta menganjurkan demokrasi di dunia Arab sewaktu protes berlangsung di jalan-jalan ibukota negara mereka, kata Fawzi Turki.

Amerika Serikat, kalau saja tulus mengenai demokrasi dan melindungi warga sipil, memiliki waktu 44 tahun untuk memperlihatkannya di Palestina.

Rakyat Palestina memiliki puluhan alasan untuk membela diri. Di antaranya adalah resolusi Dewan Keamanan PBB yang "secara langsung mengecam pelanggaran Israel terhadap semua resolusi Dewan Keamanan PBB, Piagam PBB, Konvensi Jenewa, hukum terorisme internasional atau pelanggaran terhadap hukum lain internasional".

Alasan lain dapat ditemukan di Laporan Goldstone. Tapi Sarannya belum diterapkan lebih dari 18 bulan setelah laporan tersebut diajukan kepada Dewan Hak Asasi Manusia. Paragraf 1912 laporan itu menegaskan "semua Negara Konvensi Jenewa Keempat yang berkaitan dengan Perlindungan Warga Sipil dalam Masa Peran, 12 Agustus 1949, berisi kewajiban tambahan. Sementara itu Piagam PBB dan hukum internasional mesti dihormati guna menjamin kepatuhan Israel pada hukum kemanusiaan internasional sebagaimana termaktub di dalam Konvensi itu".

Yang paling mendesak dapat ditemukan di Piagam PBB, Pasal 52, yang menetapkan, "Tak ada di dalam Piagam saat ini yang bisa merusak hak yang melekat bagi per orangan atau kolektif untuk membela diri jika serangan bersenjata terjadi terhadap satu Anggota PBB, sampai Dewan Keamanan melakukan tindakan yang diperlukan guna memelihara keamanan dan perdamaian internasional."

Kini jika masyarakat internasional telah meninggalkan tanggung jawabnya terhadap rakyat Palestina, dan terutama mereka yang berada di Jalur Gaza, lalu apa yang tersisa buat rakyat di Palestina selain membela diri?

Sumber: Antara

Anggaran Dipotong, Inggris Kekurangan Pilot

JAKARTA-(IDB):Angkatan Udara Inggris (RAF) terancam kekurangan pilot untuk operasi ke Libya karena pemotongan anggaran pertahanan.
Sejak konflik dimulai, pilot Typhoon dari skuadron 18 RAF telah mendukung aturan no fly zone Libya dari sebuah pangkalan udara di Italia selatan.

Namun, kekurangan pilot pesawat tempur berkualitas menyebabkan RAF tidak memiliki cadangan untuk mengganti mereka ketika skuadron harus dirotasi dalam beberapa minggu.

Situasi ini sangat serius sehingga RAF harus menghentikan pelatihan pilot Typhoon karena instrukturnya harus maju ke garis depan, menurut sumber angkatan udara. Sejumlah kecil pilot akan ditarik musim panas ini.

Kekurangan itu muncul karena pemotongan anggaran yang membatasi jumlah pilot yang telah dilatih untuk menerbangkan Typhoon baru.

Sementara keputusan pemerintah untuk menonaktifkan HMS Ark Royal, jet Harrier dan pesawat pengintai Nimrod - semua memainkan peran dalam konflik Libya - telah memperparah masalah itu.
Seorang pilot RAF telah menghubungi The Daily Telegraph untuk memperingatkan risiko tersebut terhadap operasi Libya. "Kami kekurangan pilot," ujarnya. "Tersedia sedikit pilot yang melakukan dua kali yang seharusnya dilakukan. Jika kita tidak melatih lagi kita akan kehabisan tenaga segera."

Dia menambahkan menghentikan pelatihan pilot tempur Typhoon adalah tindakan menyedihkan yang dapat membuat kekuatan pasukan Typhoon tak ada.

Sumber: Tempo

Indonesia-China Mantapkan Kerjasama Anti Terror

Pasukan ellite Indonesia
JAKARTA-(IDB):Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat, dan Pasukan Khusus Republik Rakyat China sepakat untuk mematangkan kerja sama kedua pihak, terutama dalam penanganan dan pemberantasan terorisme.

"Kami sudah melakukan beberapa kali penjajakan, diawali dengan pertukaran kunjungan perwira. Pada April nanti, kami kembali kirimkan tiga perwira kami untuk mematangkan kerja sama yang tengah dijajaki," kata Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayjen TNI Lodewijk F Paulus dalam perbincangan, di Jakarta, Senin (28/3).

Ditemui usai menghadiri pembukaan Kejuaraan Panahan Piala KSAD 2011, ia mengatakan, setelah penjajakan yang ada dimatangkan kedua pihak dalam tataran teknis yang lebih rinci, pasukan khusus militer kedua negara sepakat untuk segera melakukan latihan bersama dalam waktu dekat.

"Untuk materi yang akan dikerjasamakan nanti adalah penanganan terorisme. Karena itu yang menjadi salah satu ancaman pertahanan keamanan saat ini," tutur Lodewijk, menambahkan.

Sebelumnya, hasil penjajakan yang dilakukan kedua pihak, masing-masing sepakat untuk bekerja sama dalam bidang sumber daya manusia (SDM) melalui pertukaran kunjungan para perwira, pendidikan, latihan bersama serta transfer teknologi.

Bahkan, pihak China menekankan, perlunya terus membangun program yang lebih nyata di bidang pendidikan, latihan dan pertukaran informasi tentang teknologi militer kedua angkatan. Kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat kerja sama yang ada dalam rangka menciptakan kawasan Asia dan ASEAN yang aman dan stabil.

Calon KSAD
Sementara itu, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo mengaku belum tahu jika dirinya menjadi salah satu calon kuat Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI Goerge Toisutta.

"Wah belum tahu saya," katanya usai menjadi pemimpin upacara pembukaan Kejuaraan Panahan Piala KSAD, di Jakarta, Senin (28/3). Alumni Akademi Militer 1980 itu menambahkan, sebagai prajurit TNI maka dirinya siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan pimpinan .

"Tetapi benar, saya belum tahu lho," ujar mantan Panglima Kodam III/ Siliwangi itu menegaskan. Mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu pun menambahkan, yang penting dirinya siap menjalankan apa yang ada dengan sebaik-baiknya.

Jenderal TNI George Toisutta dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 11 November 2009 dan akan memasuki masa purna tugas pada Juni 2011.

Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo akan "bersaing" dengan Wakil KSAD Letjen TNI Budiman dan Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Dankodiklat) Letjen TNI Marciano Norman.

Sumber: Suara Karya

TNI AU Tingkatkan Kemampuan Teknisi Udara

Hawk Mk-53 yang berhasil diterbangkan kembali.
JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) intensif meningkatkan keahlian dan profesionalisme prajurit pada bidang juru montir udara dan load master. Pemantapan keahlian itu untuk mendukung oprasional TNI AU. 

Secara serentak, Senin (28/3), latihan dan penyiapan juru montir udara TNI AU dilaksanakan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Lanud Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur. 

"Untuk meningkatkan meningkatkan penyiapan awak pesawat sesuai kebutuhan operasional, maka dilaksanakan pendidikan kwalafikasi," ujar Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel (Pnb) Tri Bowo BS, saat membuka Pendidikan Kualifikasi Khusus Juru Montir Udara, dan Load Master Pesawat C-130 Hercules, B-737, F-27, 28 dan CN-235, di Jakarta, kemarin. 

Lanud Halim Perdanakusuma merekrut 59 calon juru montir udara mulai dari bintara hingga perwira TNI AU. Penyiapan dilaksanakan di Skadron 17 Wing 1 Halim Perdanakusuma. Sedangkan, kwalifikasi juru montir udara Lanud Abdurahman Saleh dilaksanakan di Skadron 32. Kwalifikasi juru montir udara pada pesawat C-130 Hercules dan Casa 212.

Illustration :Kecelakaan pesawat seperi ini tidak perlu terjadi lagi.
Zero Accident 

Tri Bowo mengatakan, pendidikan juru montir udara dan load master guna meningkatkan personel skadron udara agar lebih profesional. Para awak disiapkan secara dini sesuai kebutuhan operasional.
  
Dengan demikian, Tri Bowo berharap, koordinasi awak pesawat dapat lebih efektif, efisien dan lebih meningkatkan kemampuan awak pesawat serta tercapai zero accident. 

Pendidikan juru montir udara dan load master Lanud Halim Perdanakusuma, dilaksanakan tiga bulan bulan dengan jumlah siswa 59 orang terdiri dari perwira dan bintara anggota Skadron Udara 2, Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 17.

Sumber: Suara Karya

NASA Pensiunkan Stardust

Stardust Nasa
SINDO-(IDB):Pesawat peneliti Stardust kemarin akhirnya dipensiunkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA setelah 12 tahun mencari komet di antariksa. Stardust menyusul pesawat ulang alik Discovery yang juga dipensiunkan NASA pertengahan bulan ini.

WASHINGTON – Pesawat peneliti komet Stardust telah mengikuti jejak Discovery. Stardust yang setia merekam pergerakan pada sistem Tata Surya akhirnya berlabuh panjang di rumah asalnya,Bumi. Kamis (24/3) lalu, Stardust menyelesaikan misi finalnya. Tepatnya pukul 16.33, ketika salah satu pesawat peneliti kebanggaan Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) atau NASA itu menuntaskan proses transmisi data terakhirnya ke bumi. Stardust tidak akan kembali ke dekat Sistem Tata Surya. Pesawat itu, sekali lagi, akan beristirahat panjang di Bumi.


Stardust memang tidak akan lagi mengangkasa. Tapi paling tidak, kita bisa mengingat berbagai pelajaran yang dengan rela dibagikan Stardust. “Stardust telah mengajarkan kita tentang sistem Tata Surya sejak diluncurkan pertama kali pada 1999,”demikian kata manajer proyek Stardust- NexT,Tim Larson, seperti dikutip spacedaily.com. Menjadi wajar kala misi final Stardust begitu dinanti para ilmuwan.

Salah satu anak kesayangan NASA itu telah mengucapkan selamat berpisah pada semesta luas, ruang yang selama ini dijelajahinya. Pesawat antariksa seberat 300 kilogram yang dilengkapi dengan sistem robotik itu terhitung “perangkat tua” dalam dunia luar angkasa. Sejak diluncurkan pertama kali pada 7 Februari 1999, Stardust sudah menjalankan beberapa misi penting yang diprakarsai NASA.Selama itu pula Stardust selalu mengirim kejutan- kejutanbagiparailmuwan yang bersiaga di stasiun pengendali di bumi.Beroperasi selama 12tahun1bulandan21hari,Stardust berhasil mendekati komet Tempel 1.Waktunya 15 Februari 2011 atau sekitar sebulan lalu.

Sebelumnya sistemStardustpernah pula “dikunjungi” pesawat andalan NASA yang lain,Deep Impact (4 Juli 2005). Selama 12 tahun, Stardust mengumpulkan debu-debu semesta untuk kemudian dibawa ke laboratorium NASA di bumi. Stardust dibuat atas beberapa alasan.Yang terkuat berkaitan dengan kehadiran komet Halley. Belasan tahun setelah Halley terakhir mengunjungi bumi (1994), NASA berpikir untuk menciptakan perangkat yang bisa mendekati komet sejenisnya.

Maka lahirlah Stardust, pesawat antariksa berbiaya rendah. Awalnya banyak yang menyangsikan kemampuan Stardust. Namun, yang kemudian terjadi, Stardust bisa menunjukkan kemampuan terbaik di balik gunjingan bahwa “pembuatan berbiaya rendah, kemampuan pun tidak seberapa”.

Sumber: Sindo