Pages

Sabtu, Desember 31, 2011

Kapal Selam Nuklir Rusia Terbakar, Tidak Ada Radiasi Nuklir

MOSKOW-(IDB) : Sebuah kapal selam nuklir milik Rusia terbakar di galangan kapal di Murmansk, di daerah barat laut Rusia, Kamis kemarin. Sampai hari ini, kebakaran sudah teratasi dan tidak dilaporkan ada korban jiwa. 

Menurut Menteri Keadaan Darurat Rusia, Sergei Shoigu, Jumat, pelanggaran keamanan selama pekerjaan pemeliharaan rutin dipandang sebagai penyebab kebakaran.

Shoigu mengatakan, tidak ada kematian atau korban cedera telah dilaporkan. "Juga tidak ada ancaman polusi nuklir," katanya dalam satu pernyataan.

"Perancah kayu di sekitar kapal selam itu terperangkap api, yang kemudian menyebar ke lambung luar kapal selam," kata juru bicara Armada Utara Kapten Pertama Vadim Serga.
 

"Tidak ada kemungkinan api membakar seluruh lambung dan tidak ada ancaman bagi peralatan di dalam kapal," kata Serga.


Kapal selam nuklir yang terbakar itu, yakni K-84 Yekaterinburg adalah salah satu dari tujuh kapal selam Delta-IV dalam tugas, dan semua ditempatkan di Armada Utara. Kapal ini membawa 16 Sineva (klasifikasi NATO "perahu") rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.

Kapal selam kelas Delta-IV adalah inti dari komponen angkatan laut tiga serangkai nuklir Rusia saat ini dan mungkin masih bisa beroperasi selama 10 tahun.

Sumber : Jurnas

Menhan: Perompakan Di Selat Malaka Menurun Drastis

Perngamanan bersama Selat Malaka negara Asean
JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan tingkat perompakan di Selat Malaka semakin hari semakin menurun drastis.

"Kita terus meningkatkan latihan pengamanan di laut, termasuk di Selat Malaka. Bahkan pada saat Hari Nusantara ditampilkan latihan gabungan antarpasukan khusus TNI dalam pengamanan di laut termasuk di Selat Malaka. Sehingga tingkat perompakan pun menurun drastis," katanya, dalam jumpa wartawan akhir tahun di Jakarta, Jumat.

Menhan menambahkan militer Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan di laut antara lain pembajakan yang terjadi di Somalia.

"Kita terus melakukan latihan. Jadi jika pun terjadi hal serupa kita sudah siap," kata Purnomo.

Untuk mengamankan Selat Malaka, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand melakukan kerja sama patroli terkoordinasi "MIST" yang meliputi patroli di laut dan di udara atau Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand Eye in the Sky (MIST EiS).

Atas kerja sama yang telah berlangsung sejak 2005 tersebut, tingkat kejahatan di jalur laut sepanjang sekitar 900 kilometer terus mengalami penurunan secara drastis. Berdasar catatan Biro Maritim Internasional, terjadi penurunan kejahatan laut bersenjata di Selat Malaka menurun dari 38 pada 2004 menjadi nol pada 2011.

Sedangkan berdasar data yang dimiliki Unit Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia (ReCAAP) tingkat perompakan di Selat Malaka juga mengalami penurunan dari 35 pada 2005 menjadi nol pada 2011.

Sementara menurut data TNI Angkatan Laut, dari 34 kali perompak pada 2004 menjadi hanya satu kali pada 2011. 

Sumber : Antara

Sebanyak 175 Prajurit TNI Kembali dari Kongo

JAKARTA-(IDB) : Sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-H/MONUSCO (Mission de I’Organisation de Republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), yang baru saja kembali dari Kogo, dierima dalam sebuah Upacara di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2011).

Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Marsekal Madya TNI Sukirno, KS mewakili Panglima TNI menerima laporan Komandan Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda, Letkol Czi Widiyanto, yang telah melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Kongo (Democratic Republic of Congo/DRC-Afrika Tengah) selama 14 bulan.

Seperti yang dikutip dari press release yang diterima Tribun, selain melaksanakan tugas pembangunan sarana dan prasarana, Satgas Konga XX-H/MONUSCO yang terdiri dari 175 Prajurit TNI mempunyai tugas menjaga stabilitas keamanan, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanaan PBB Nomor 1925 tahun 2010, tentang perpanjangan misi PBB serta perubahan dari MONUC menjadi MONUSCO yang lebih menekankan stabilitas keamanan di Kongo.

Dalam sambutan tertulis Panglima TNI yang dibacakan  Irjen Panglima TNI, dikatakan Indonesia telah berkomitmen untuk lebih berperan aktif menjaga keamanan dan perdamaian Internasional, serta memiliki pandangan bahwa keberhasilan dari pelaksanaan suatu misi perdamaian sangat bergantung kepada prinsip-prinsip yang telah disepakati, oleh seluruh anggota PBB.

"Pesetujuan dari pihak yang bertikai, mandat yang jelas, tidak berpihak dan tidak menggunakan pasukan untuk menyerang, kecuali untuk membela diri serta mempertahankan mandat yang diemban oleh PBB," katanya.

Kehadiran misi perdamaian TNI menurutnya harus dapat mencegah terjadinya kembali konflik, dan meningkatnya kelayakan hidup masyarakat pasca konflik. Hal ini sudah dilaksanakan dengan baik oleh Satgas Zeni TNI Konga XX-H/MONUSCO, yang telah kembali ke tanah air.

Sumber : TribunNews

Jumat, Desember 30, 2011

Berita Foto : Terbang Formasi Skuadron Udara 600 TNI AL

BANYUWANGI-(IDB) : Tiga dari empat pesawat angkut Cassa NC212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, melakukan terbang formasi, di atas Samudra Indonesia wilayah Banyuwangi, Jumat (30/12). Terbang formasi tersebut, merupakan satu kesatuan pergerakan pesawat angkut logistik dalam setiap Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di wilayah NKRI. 





 Sumber : Antara

Penyerapan Anggaran Belanja 2011 Kemhan Mencapai 94.73%

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan penyerapan APBN 2011 khusus untuk belanja barang dan modal dari pagu setelah revisi sebesar Rp35,973 triliun terserap Rp34,076 triliun atau sekitar 94,73 persen.

"Sisanya Rp1,897 triliun atau 5,27 persen yang merupakan alokasi pinjaman dalam APBN Kemhan 2011 yang belum dipakai atau 'multiyears'," katanya dalam jumpa wartawan evaluasi akhir Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan penyerapan anggaran yang tidak mencapai seratus persen itu dikarenakan belum adanya realisasi pembayaran baik berupa pinjaman dalam negeri maupun luar negeri.

"Jadi, meski kontraknya sudah ditandatangani, namun belum efektif artinya belum ada realisasi dari sumber dana baik pinjaman dalam dan luar negeri," ujar Menhan.

Namun, secara umum dari pagu Kemhan 2011 senilai Rp58,1 triliun yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal maka penyerapan anggaran mencapai 96 persen.

"Tentu sisanya alokasi pinjaman anggaran yang belum dibayarkan, mungkin karena belum siap atau apa meski kontraknya sudah ditadatangani, termasuk penyelesaian L/C dan sebagainya," tutur Menhan.

Terkait pelaksanaan kerja Kemhan 2011, ia mengatakan difokukan padan pembangunan sistem pertahanan negara yang terintegrasi andal dan pro kesejahteraan.

"Terutama masalah kesejahteraan, kita sudah dapat tingkatkan kesejahteraan bagi TNI dan PNS Kemhan/TNI seperti tunjangan khusus bagi prajurit di perbatasan, renumerasi kinerja yaitu sekitar 40 persen dari gaji, kenaikan berkala, gaji ke-13, santunan dan tunjangan cacat prajurit yang baru saja terbit PP-nya untuk perbaiki aturan yang sebelumnya, agar lebih baik, rencana kenaikan uang lauk pauk," paparnya.

Secara umum, pelaksanaan kerja Kemhan selain kesejahteraan dilakukan pula penataan organisasi internal direktorat bela negara, Universitas Pertahanan, dan penyelesaian kompleks Pusat Keamanan dan Perdamaian Indonesia di Sentuk yang akan menjadi pusat berbagai kegiatan seperti Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Penanggulangan Bencana, Pusat Olahraga Militer dan lainnya, tukas Purnomo.

"Semua sudah dapat dilaksanakan dengan baik, termasuk dengan perkembangan Litbang yang semakin baik. Sedangkan untuk pengawasan komite tertinggi untuk pengadaan alutsita, dan tim peniadaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa serta sistem manjemen akuntansi mengingat aset yang cukup besar yang dimiliki TNI, juga sudah mulai berjalan baik sesuai standar yang ditetapkan," ujarya, menambahkan.

Sumber : Antara

AS Jual Pesawat Tempur F-15 Ke Arab Saudi

WASHINGTON-(IDB) : Amerika Serikat menjual pesawat tempur jenis F-15 ke Arab Saudi dengan nilai US$30 miliar.
 
Menurut Associated Press, proses pembelian tersebut telah selesai, meningkatkan hubungan hubungan militer dengan sekutu AS di Timur Tengah itu untuk melawan Iran, seperti disampaikan oleh pemerintahan Obama, Kamis (29/12/2011) ini.
 
Dalam perjanjian itu, AS akan mengirimkan sekitar 84 pesawat tempur baru dan lebih dari 70 pesawat yang ditingkatkan kualitasnya.
 
Produksi pesawat akan dilakukan oleh Perusahaan Boeing Co, dan akan mendorong meningkatkan tenaga kerja sebanyak 50.000 dan dampak ekonomi yang besar senilai US$3,5 milliar, seperti disampaikan oleh Gedung Putih.
 
Penjualan itu merupakan bagian dari upaya AS untuk memformat kebijakan pertahanan di Teluk Persia dalam memantau Iran.
 
Pengumuman itu disampaikan setelah pejabat AS mempertimbangkan ancaman dari Teheran.
 
Teheran mengancam paka pekan ini akan menganggu lalu lintas di selat Hormuz, yang merupakan jalur transportasi minyak yang penting di kawasan Teluk Persia, jika Washington menerapkan sanksi denda baru terhadap ekspor minyak mentah Iran.
 
Penjualan jet ini merupakan bagian dari perjanjian sebesar US$60 milliar antara AS dan Arab Saudi dalam waktu 10 tahun, termasuk penjualan helikopter, senjata, bom dan sistem pengiriman, juga sistem radar peringatan.
 
Arab Saudi dan Iran merupakan saingan di kawasan itu. Suhu antara keduanya panas, setelah AS menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap duta besar Arab Saudi di Washington AS pada awal tahun ini.
 
Arab Saudi memiliki fasilitas militer yang canggih, pusat kebijakan AS di Timur Tengah dan salah satu negara terkaya di dunia.
 
Selain itu, negara ini menjadi penting bagi keamanan energi AS karena Arab Saudi menempati urutan ketiga sumber impor minyak AS.
 
Gedung Putih mengumumkan perjanjian dengan Arab Saudi dari Hawaii, tempat liburan Presiden AS Barack Obama

Sumber : Seruu

KRI SIM-367 Dan BNS OSMAN F-18 Laksanakan Boardex

LEBANON-(IDB) : KRI SIM – 367 melaksanakan latihan Boarding Exercise (Boardex) dengan kapal perang Bangladesh BNS Osman F-18 di laut Mediterania, Kamis (22/12). Serial latihan ini  merupakan yang kedua kalinya bagi KRI SIM-367.

Boardex adalah latihan pemeriksaan dan penggeledahan di laut yang dilakukan oleh unsur MTF (Maritim Task Force) untuk menyelidiki kapal-kapal yang  termasuk  dalam daftar mencurigakan, dimana pemeriksaan dan penggeledahan ini dilaksanakan secara kooperatif, sesuai  SOP  dan ROE Implementation yang berlaku.


Latihan diawali dari KRI SIM – 367 sebagai unsur MTF yang sedang melaksanakan patroli mendapatkan kontak permukaan di dalam sektor AMO dan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan hailing terhadap kontak tersebut. Disimulasikan BNS Osman F-18 sebagai kapal yang diperiksa memberikan data-data yang sesuai dengan expected list yang dipegang oleh unsur MTF sehingga menuntut untuk dilaksanakan pemeriksaan.


KRI SIM – 367menurunkan 2 tim boarding party dengan menggunakan 2 RHIB (Rigid Hull Infltable Boat) lengkap dengan senjata api ringan dan alat deteksi untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal yang dicurigai. Pelaksanaan boarding sendiri dimulai dari penyelidikan awal, pendekatan terhadap sasaran, dan setelah at on board, tim boarding melaksanakan pemeriksaan terhadap personel ABK, dokumen kapal,  permesinan, peralatan komunikasi serta muatan kapal. Latihan dinyatakan selesai setelah tim boarding KRI SIM-367 berhasil menemukan simulasi barang terlarang berupa serbuk yang diduga sebagai bahan narkotika.


Selama latihan berlangsung Captain Hakim Komandan dari BNS Osman mengikuti  secara seksama dan memberikan apresiasi positif terhadap Tim Boardex  KRI SIM-367 ini, karena latihan ini berjalan baik sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure)

Sumber : Koarmatim

Indonesia Dipastikan Membeli 6 Unit Sukhoi SU-30 MK2 Dari Rusia

Penandatanganan kontrak pembelian 6 Sukhoi SU-30 MK2
JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membeli enam jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 dari Rusia. Pembelian tersebut ditandai dengan penyerahan kontrak pengadaan Sukhoi Su-30 MK2 antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan JSC Rosoboronexport Rusia, Kamis (29/12/2011) di kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), Jakarta.

Dalam acara penyerahan kontrak tersebut, pihak Kemhan diwakili Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI (Kepala Baranahan Kemhan RI) Mayjen TNI Ediwan Prabowo, sedangkan pihak Rosoboronexport Rusia diwakili oleh pejabat perwakilannya di Indonesia, Vadim Araksin.

Turut menyaksikan serah terima kontrak tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan dan Mabes TNI AU, antara lain Kepala Pusat Pengadaan Baranahan Kemhan Laksma TNI Ir A Djonie Gallaran, MM; Asrena Kasau Marsda TNI Rodi Suprasodjo, S IP; dan Kadisadaau Marsma TNI Achmad Zainuri. Hadir pula Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander A Ivanov.

Sukhoi SU-30 MK2 TNI AU
Pengadaan enam jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini untuk melengkapi 10 Sukhoi yang kini sudah dimiliki TNI AU sehingga nantinya genap menjadi satu skuadron yang ditempatkan di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ke-10 Shukoi tersebut terdiri enam Sukhoi jenis Su-27 SKM dan empat Sukhoi jenis Su-30 MK2.

Penambahan enam jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 tersebut diharapkan dapat menambah kekuatan tempur TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia. Kepala Baranahan Kemhan RI dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak JSC Rosoboronexport Rusia yang telah menunjukkan kerja sama baik dan saling menguntungkan dengan Kemhan RI sehingga realisasi pengadaan Sukhoi Su-30 MK2 dapat terpenuhi. 

Sumber : Kompas

Kapolri, KASAD Dan KASAU Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir

ASEM BAGUS-(IDB) : Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo bersama dengan Kasad Jenderal TNI Edhie Wibowo dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat dikukuhkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Pengangkatan warga kehormatan itu dilakukan dalam upacara militer yang dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Pusat Latihan Marinir Karang Tekok, Situbondo, Jatim, Kamis.

Ketiga jenderal berbintang empat itu mendapatkan baret ungu yang dibawa oleh penerjun Marinir kemudian disematkan oleh Panglimaa TNI.

Sebelumya, para jenderal itu bersama Kasal Laksamana TNI Soeparno melakukan pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Situbondo.

Sumber : Antara

Janji Jenderal Pramono Edhie Wibowo ke Marinir

ASEM BAGUS-(IDB) : "Tiada kata yang dapat aku ungkapkan, kecuali aku mendapatkan kebanggaan hari ini dari marinir. Aku berjanji pada diriku sendiri, akan kujunjung tinggi kehormatan korps Marinir," ucap Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Itulah cara Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tersebut mengungkapkan kebahagian dan kebanggaannya menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia menerapkan cara berbeda dibanding perwira tinggi lainnya, Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) Jenderal Pol. Timur Pradopo dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal TNI Imam Sufaat, yang juga menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL.

Tatkala Timur Pradopo dan Imam Sufaat memberikan pidato sambutan secara biasa, maka Pramono Edhie yang mantan Komandan Jenderak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menyampaikan ungkapan hatinya untuk Korps Marinir secara lebih puitis.

Bahkan, putera mantan Komandan Jenderal Resimen Komando Pasukan Angkatan Darat (RKPAD, kini Kopassus) Sarwo Edhi Wibowo (25 Juli 1927 - 9 November 1989) itu menegaskan bahwa kehormatannya dari Korps Marinir akan dibawa sampai akhir hayat.

Ketika pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 5 Mei 1955 tersebut mengakhiri sumpah janjinya dengan teriakan kata, "marinir", para prajurit korps baret ungu yang hadir dalam acara itu pun menyahutnya menggunakan kata khas yang sama.

Mantan Panglima Komando*Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) itu agaknya tidak puas hanya berteriak sekali. Ia mengulanginya hingga tiga kali. Prajurit marinir pun tampak bertambah semangat, dan suara bertambah lantang menggema saat memberi sautan.

"Nah, marinir harus begitu," kata Pramono, yang juga adik kandung Ibu Negara Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

Pramono Edhie Wibowo menambah jumlah warga kehormatan korps marinir dari TNI AD. Perwira tinggi lain dari TNI AD yang juga mendapatkan baret ungu adalah Jenderal Besar (Pur) AH Nasution (3 Desember 1918 – 6 September 2000), Jenderal (Pur) LB Mordani (2 Oktober 1932 - 29 Agustus 2004), Jenderal (Pur) Try Sutrisno, Jenderal (Pur) Feisal Tanjung, dan Jenderal (Pur) Djoko Santoso.

Saat ini sudah ada 29 orang yang diangkat menjadi warga kehormatan korps marinir. Selain warga negara Indonesia, warga kehormatan marinirdiberikan untuk tokoh luar negeri, yakni Sultan Brunei Darussalam Sultan Hasanal Bolkiah, serta dua jenderal dari Amerika Serikat (AS), CC Krulak dan James T. Conway.

Sumber : Antara

Kapal Induk AS Masuki Zona Latihan Perang Iran di Selat Hormuz

TEHRAN-(IDB) : Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kian meruncing. Sebuah kapal induk AS bahkan telah memasuki zona dekat Selat Hormuz yang sedang digunakan oleh Angkatan Laut Iran untuk latihan perang.

"Kapal induk AS terlihat di zona manuver oleh sebuah pesawat pengintai Angkatan Laut," kata Mahmoud Mousavi, juru bicara untuk latihan perang Iran kepada kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir AFP, Kamis (29/12/2011).

Dikatakannya, pesawat pengintai Iran telah mengabadikan kapal induk AS itu lewat video dan foto-foto.

Kapal induk AS itu diyakini sebagai USS John C. Stennis, salah satu kapal perang terbesar milik Angkatan Laut AS.

Sebelumnya pejabat-pejabat AS mengungkapkan, kapal induk tersebut tengah bergerak* menuju Selat Hormuz, rute penting di Teluk Persia yang dilalui kapal-kapal yang mengangkut sepertiga minyak dunia. Iran telah mengancam akan menutup selat tersebut jika negara-negara Barat benar-benar menerapkan sanksi terhadap industri minyak Iran. Ancaman Iran itu telah menimbulkan kemarahan AS. Militer AS mengancam tidak akan mentolerir setiap upaya Iran untuk menutup selat tersebut.

Sumber : Detik

PM Turki Recep Tayyip Erdogan Puji Kemajuan Militer Iran

ANKARA-(IDB) : Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Iran telah mencapai kemajuan signifikan di sektor industri militer dan produksi rudal meski berada di bawah sanksi dan embargo.
 
Pernyataan itu disampaikan Kamis (29/12) di tengah para peneliti dan ilmuan Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK).
 
Seraya menyinggung produksi rudal-rudal dengan jarak tembak 2000-2500 kilometer di Iran, Erdogan menuturkan, rudal-rudal produksi Turki hanya memiliki jarak 150 kilometer dan kita juga harus membuat rudal-rudal dengan jangkaun jauh.
 
"Meskipun terkena sanksi, tapi rudal-rudal Iran sepenuhnya diproduksi di dalam negeri tanpa bantuan Eropa, dan kita juga harus berbuat seperti itu," ujarnya.
 
Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan penting dalam sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.
 
Irantelah berulang kali menjelaskan bahwa kekuatan militernya semata-mata didasarkan pada doktrin pertahanan negara dan tidak mengancam negara lain. 

Sumber : Irib

Nasdem : Perkuat Pertahanan Jangan Beli Alutsista Bekas !

JAKARTA-(IDB) : Anggaran pertahanan yang mencapai Rp 9 triliun harus digunakan seefisien mungkin untuk membeli peralatan alutsista. Salah satu caranya, jangan terlalu banyak membeli pesawat tempur bekas negara lain.

Dalam acara Refleksi Catatan Akhir Tahun 2011 yang diselenggarakan ormas NasDem, Ketua Dewan Pertimbangan ormas NasDem Tedjo Edhy Purduatno, mengatakan walaupun anggaran alutsista besar namun pembelian peralatan alutsista belum sesuai untuk menangkal Indonesia dari serangan musuh asing. Tedjo mencontohkan peralatan alutsista yang dibeli acapkali tak sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

"Misalnya membeli tank. Tank itu bagusnya di padang pasir. Bila dipakai di sini tidak cocok. Kemudian untuk pesawat tempur, jangan terlalu banyak membeli bekas pesawat negara lain," ujar Tedjo, Kamis (29/11/2011) di kantor pusat NasDem.

Dikatakannya, meskipun pesawat bekas tersebut bisa di-upgrade, namun namanya pesawat bekas tentu sudah berkurang masa pemakaiannya atau life timenya. Tedjo pun meminta pemerintah bila membeli peralatan alutsista paling tidak sebanding dengan negara tetangga, bahkan kalau bisa melebihi.

"Kita mau beli kapal selam. Beli kapal selamnya di negara yang kompeten dalam pembuatan kapal selam. Bila kapal selam yang dibeli kemampuannya dibawah negara tetangga, sama saja tidak ada artinya," ucapnya.

Tedjo menambahkan, masalah perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga juga perlu ditegaskan kembali. Saat ini, batas negara sering digeser-geser dan kerap merugikan Indonesia.

Sumber : TribunNews

Kamis, Desember 29, 2011

Lanud Malang Segera Dapat 16 Pesawat Tempur Super Tucano

MALANG-(IDB) : Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdurrahman Saleh di Pakis,Kabupaten Malang akan ketambahan 16 unit pesawat tempur baru jenis Super Tucano dari Brasil.

Penambahan armada tempur jenis pesawat tempur ringan ini rencananya akan datang pada 2012 nanti. ”Makanya, ke depan aktivitas penerbangan di sini akan makin padat dengan mulai dibukanya terminal baru bandara sipil,” ujar Kepala Dinas Operasional (Kadisops) Lanud TNI AU Abdurrahman Saleh Kolonel Penerbang Novyanto Widadi di sela-sela peninjauan Bandara Sipil Abdurrahman Saleh kemarin. 

Rencananya pada Jumat (30/12) besok, terminal baru Bandara Sipil Abdurrahman Saleh akan diuji coba selama dua pekan.Kompleks bandara sipil ini berada di luar daerah militer Lanud TNI AU.Namun, untuk runway masih tetap menggunakan milik TNI AU.

Pihak TNI khawatir,dengan adanya penambahan pesawat tempur baru di pangkalannya nanti akan membuat kepadatan pesawat makin tinggi. Karena itu, kata Novyanto, pihaknya meminta agar pemerintah membangun runway pararel untuk memudahkan dan melancarkan aktivitas penerbangan militer dan sipil. Pihak TNI AU belajar dari Bandara Juanda Surabaya yang berdampingan dengan bandara milik TNI AL.”Di sana waktu jarak antara pesawat satu dengan lainnya,baik mendarat maupun terbang sudah 1, 2 menit,”ungkapnya.

Apalagi, katanya, pesawat tempur militer memerlukan latihan dan manuver. Misalnya ketika ada latihan menembak dalam bentuk formasi, saat pesawat landing harus membentuk formasi. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, pihaknya memahami harapan pihak Lanud TNI AU Abdurrahman Saleh terkait kebutuhan runway pararel. ”Kita memahami dan akan menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat,”ungkapnya. 

Sumber : Sindo

Berita Foto : Kemampuan Tempur Pasukan Khusus TNI

LAMONGAN-(IDB) : Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL) saat melakukan simulasi pembebasan dan perebutan kembali kapal yang telah dibajak oleh perompak di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jawa Timur, Rabu (28/12). Aksi demontrasi kemampuan tempur prajurit Kopaska dalam mengatasi terorisme di laut tersebut dalam rangkah peringatan Hari Nusantara XII Provinsi Jawa Timur. 




Sumber : Antara

Harian Rusia: Iran Mampu Tutup Selat Hormuz

TEHRAN-(IDB) : Di tengah manuver militer yang digelar Iran, sebuah surat kabar Rusia mengatakan Republik Islam mampu memblokir Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak di dunia.
 
Sejak Sabtu lalu, Angkatan Laut Iran meluncurkan latihan militer besar-besaran di area, yang membentang dari timur Selat Hormuz di Teluk Persia hingga ke Teluk Aden.
 
Keputusan Iran untuk menutup kawasan strategis itu dapat mengancam prospek ekspor minyak global, tulis surat kabar Rusia, Nezavisimaya Gazeta pada hari Selasa (27/12).
 
"Tujuan utama manuver Angkatan Laut Iran adalah berlatih untuk menutup Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Oman, jika dianggap perlu," tambahnya.
 
Menurut harian itu, penutupan Selat Hormuz akan meningkatkan harga minyak di pasaran dunia. Oleh karena itu, kekuatan utama dunia tidak punya pilihan lain kecuali turun tangan untuk menyelesaikan masalah itu. Ditambahkannya, Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) juga telah bersumpah untuk mengadopsi langkah-langkah anti-Iran.
 
Tehranberulang kali memperingatkan bahwa jika terjadi serangan militer atas Iran, mereka tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan demi melindungi kedaulatan negara.
 
Para pakar Rusia percaya bahwa setiap upaya untuk menutup Selat Hormuz akan menjadi deklarasi perang kepada negara-negara Teluk Persia, yang telah meningkatkan kekuatan militer mereka.
 
Koran itu lebih lanjut mengatakan bahwa eksportir minyak Arab sedang mencari metode transfer minyak alternatif serta membangun sebuah aliansi militer. 

Sumber : Irib

Laksamana Sayyari: Mudah bagi Iran Tutup Selat Hormuz

TEHRAN-(IDB) : Komandan Angkatan Laut Iran Lajsamana Habibullah Sayyari menegaskan bahwa angkatan laut negara itu dapat dengan mudah memblokir Selat Hormuz yang strategis jika perlu, Press TV melaporkan pada Rabu (28/12).
 
"Menutup Selat Hormuz sangat mudah bagi pasukan Angkatan Laut Iran," kata Laksamana Sayyari di tengah berlanjutnya manuver militer Iran di Selat Hormuz dan Laut Oman, yang dimulai pada 24 Desember lalu. Ditegaskannya, Iran memiliki kontrol yang komprehensif atas perairan strategis itu.
 
Komentar Laksamana Sayyari datang sehari setelah Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Rahimi memperingatkan bahwa tidak setetes minyak pun diperbolehkan melewati Selat Hormuz, jika sanksi dikenakan terhadap ekspor minyak Iran.
 
Laksamana Sayyari, bagaimanapun, mencatat bahwa Republik Islam teguh dalam mempertahankan dan membangun keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.
 
Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Iran berharap dapat menyampaikan pesan persahabatan dan jaminan kepada negara-negara Timur Tengah dengan melibatkan diri dalam latihan angkatan laut yang sedang berlangsung.
 
Pada kesempatan itu, Laksamana Sayyari juga mengumumkan kesediaan Iran untuk terlibat dalam manuver angkatan laut bersama dengan negara lain, khususnya negara-negara regional.
 
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur yang paling penting di dunia pelayaran, dengan transfer harian sekitar 15 juta barel minyak. Jumlah tersebut menyumbang 90 persen dari ekspor minyak dari negara-negara kaya minyak di pesisir Teluk Persia dan hampir 40 persen dari seluruh konsumsi minyak global. 

Sumber : Irib

Rabu, Desember 28, 2011

Dua Pesawat Hawk TNI AU Patroli Udara Di Perbatasan Indonesia Malaysia

SIMALUNGU-(IDB) : Dua pesawat jenis Hawk melakukan terbang rendah di kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Rabu siang. Atraksi itu merupakan bagian patroli sekaligus suguhan atraksi bagi para pengunjung Pesta Danau Toba (PDT) yang tengah berlangsung.

Kedua pesawat sempat melintas di atas Open Stage Parapat, pusat penyelenggaraan PDT 2011 sebanyak lima kali dengan terbang rendah. Pesawat mengelilingi kawasan Danau Toba kemudian menjauh pergi. Deru suaranya yang keras sempat menarik perhatian warga yang sedang menyaksikan pagelaran tari daerah.

Salah seorang warga, Ferdinan mengatakan, pesawat tempur nyaris tidak pernah terbang rendah melintas di atas Danau Toba. Atraksi dua pesawat tersebut merupakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi dia.

"Suaranya kuat dan terbang rendah. Saya baru pertama kali melihat ini," kata Ferdinan.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) III, Marsekal Pertama, Bonar Hutagaol menyatakan, kedua pesawat tersebut memang sengaja melintas rendah di sekitar Danau Toba. Pesawat-pesawat itu tengah melakukan patroli dalam perjalanan pulang lewat di atas Danau Toba.

"Jadi, combine-lah, ya sekalian patroli ya sekalian atraksi bagi masyarakat yang sedang menghadiri Pesta Danau Toba," kata Hutagaol kepada wartawan di Medan.

Disebutkan Hutagaol, kedua pesawat itu, masing-masing jenis Hawk 109/209 merupakan bagian dari Skuadron Udara 12 Pekan Baru, yang tengah melakukan kegiatan patroli. Kegiatan itu berlangsung 26-30 Desember mendatang.

Patroli udara itu untuk memantau wilayah udara perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya di kawasan perairan Selat Malaka dan daerah-daerah lain yang berada di Pulau Sumatera, mulai dari Sabang hingga Sibolga.

Sumber : Detik

Tiga Kapal Selam TNI AL Pengembangan Dari U-209 Class Dengan Teknologi Terkini

MEDAN-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah belum menentukan lokasi pemanfaatan tiga kapal selam yang diproduksi di Korea Selatan untuk mendukung kekuatan TNI Angkatan Laut. “Masih dipikirkan lokasi penggunaannya,” katanya ketika tiba di Bandara Polonia Medan, Rabu [28/12] .
 
Menurut Menteri Pertahanan (Menhan), pihaknya telah memiliki beberapa pilihan lokasi untuk pemanfaatan tiga kapal selama itu. Namun dalam perkembangan terakhir, pihaknya belum dapat memutuskan lokasi pemanfaatan kapal selam yang masih dalam proses pembahasan tentang mekanisme alih teknologi dalam pengadaan benda tersebut. “Ada beberapa pilihan tetapi belum diputuskan,” katanya tanpa menyebutkan lokasi-lokasi yang menjadi pilihan itu.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menyatakan, kapal selam yang diproduksi di Korea Selatan tersebut dipilih karena memiliki sejumlah kelebihan dalam mendukung kekuatan TNI Angkatan Laut. “Kapal itu pengembangan lebih lanjut dari jenis U-209,” katanya tanpa menjelaskan lebih rinci.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan masih membahas mekanisme alih teknologi dalam pengadaan tiga kapal selam baru tersebut.

Ketika mengunjungi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia, di Bandung, Selasa (20/12), ia mengatakan, proses pengadaan kapal selam tersebut telah selesai pada tahap penentuan produsen dan kontrak. Dalam kontrak tersebut ada ketentuan mengenai mekanisme alih teknologi mulai dari awal hingga akhir pengadaan selesai seluruhnya.

Proses pengadaan tiga kapal selam tersebut diadakan dari Korea Selatan. Sebelumnya untuk pengadaan kapal selam TNI AL ada beberapa negara yang menjadi pilihan seperti Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis (Scorpen).

Setelah melalui tender dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan kebutuhan operasional serta anggaran yang ada, akhirnya diputuskan pengadaan dilakukan dari Korea Selatan. 

Sumber : Beritasore

Selasa, Desember 27, 2011

Korsel Akan Membeli 2 Pesawat Mata-Mata Prancis

SEOUL-(IDB) : Korea Selatan akan membeli dua pesawat mata-mata Prancis yang mampu mencegat pesan radio dari Korea Utara dan mendeteksi peluncuran rudal. Demikian dilaporkan Senin (26/12).

Pesawat-pesawat pengintai Falcon 2000 itu akan dibeli dari perusahaan pertahanan Dassault, mungkin tahun 2017, kata Program Akuisisi Pertahanan Pemerintah dalam satu pernyataan.

Pesawat Prancis itu akan mengganti beberapa pesawat mata-mata tua Korea Selatan termasuk RC-800 yang dibangun oleh perusahaan Amerika Serikat Raytheon, katanya.

Dibandingkan dengan RC-800, Falcon 2000 memiliki jangkauan yang lebih luas dan dapat membawa peralatan yang lebih banyak, kata lembaga itu.

Korea Selatan pada umumnya menyukai peralatan pertahanan dari Amerika Serikat, yang memiliki pasukan yang berbasis di negara itu sejak Perang Korea 1950-1953 untuk mencegah agresi Korea Utara.

Dalam upaya  mengurangi ketergantungan berat pada pesawat-pesawat pengintai yang dioperasikan AS, Korea Selatan juga akan membeli empat pesawat pengintai skala tinggi dari Boeing pada akhir 2012.

Yang pertama adalah modifikasi pesawat Peringatan Dini Boeing 737 Airborne dan Kontrol (AEW & C) dikirim kepada angkatan udara Korea Selatan tahun ini. Pesawat ini dapat melacak target-target udara dan maritim secara bersamaan dan langsung jet-jet tempur serta kapal- kapal  melibatkan mereka.

Di Akhir Tahun Korps Marinir Laksanakan Latsendu

ASEM BAGUS-(IDB) : Di akhir tahun 2011 ini, Korps Marinir menggelar Latihan Pemantapan Brigade Pendarat (Lattap Brigrat) yang dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, mulai tanggal 26 hingga 29 Desember 2011.

Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan taktik dan tehnik serta keterampilan tiap-tiap kesenjataan dijajaran Korps Marinir, yang mana Latihan tersebut merupakan latihan gabungan seluruh unsur-unsur kesenjataan yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL.


Tujuan dari latihan ini yaitu menjadikan setiap prajurit Korps Marinir TNI AL memiliki naluri lapangan yang tinggi dan memiliki kemampuan bertempur sesuai dengan kesenjataan masing-masing.

Dalam latihan yang melibatkan 3.000 prajurit Baret Ungu dari berbagai unsur ini, juga melibatkan sejumlah material tempur yang dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL diantaranya : 15 unit BMP-3F, 5 unit Tank PT-76, 32 unit BTR-50, 6 unit LVT-7, 4 unit BVP-2, 6 unit Roket Multi Laras (RM 70 Grad), 8 pucuk Howitzer 105 mm, dan 4 pucuk Meriam 57 mm. Selain itu juga melibatkan 7 pesawat udara (3 unit Heli, 4 unit Cassa 212), 3 buah Kapal Perang ( KRI Teluk Mandar, KRI Hasanudin, KRI Makassar), dan 4 unit Sea Raider.

Sumber : Kormar

Senin, Desember 26, 2011

Kesiapan Skuadron VVIP TNI-AU Maksimal

JAKARTA-(IDB) : Komandan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Asep Adang mengatakan tingkat kesiapan armada skuadron VIP/VVIP TNI Angkatan Udara cukup maksimal.

"Kami senantiasa menjaga tingkat kesiapan secara maksimal, sehingga untuk kegiatan VIP/VVIP kita selalu siap," katanya, menjawab ANTARA dalam tatap muka denga para wartawan di Jakarta, Jumat.

Marsekal Pertama Asep Adang mengatakan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma merupakan pangkalan udara strategis yang menjadi kepergian dan kedatangan para kepala negara atau kepala pemerintahan dan pejabat tinggi negara baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Karena itu, tingkat kesiapan armada, baik pesawat maupun helikopter, armada darat, harus dalam kondisi yang sebaik mungkin," ujar Asep Adang.

Demikian pula dengan kesiapan dan profesionalisme dari para kru pesawat, helikopter, kru darat dan Pengawas Lalu Lintas Udara serta pendukung lainnya sehingga seluruh kegiatan VVIP dapat berjalan maksimal, katanya.

Ia mengatakan sebagai pangkalan operasional, maka Lanud Halim Perdanakusuma,Jakarta Timur itu menjadi salah satu pengkalan dengan tingkat operasional yang sangat tinggi.

 "Karena itu, semua personel Satuan Lanud Halim Perdanakusuma harus benar-benar memperhatikan masalah keselamatan terbang dan kerja yang menjadi dasar sebagai pegangan dalam setiap pelaksanaan tugas," kata Asep Adang.
 
  
Saat ini, di Lanud Halim berpangkalan Skuadron Udara 17 yang juga bertugas mengangkut para penumpang VIP dan VVIP yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-400, Fokker-28 dan skuadron udara 45 menggunakan helikopter Super Puma.
 

 Terdapat pula skuadron angkut berat C-130 Hercules, dan skuadron angkut sedang Fokker-27/28.

Sumber : Antara

Minggu, Desember 25, 2011

Senjata SMU 100 Bisa Membuat Mata Buta Sesaat

LONDON-(IDB) : Masih ingat dengan peristiwa Mesuji yang belakangan ini mencuat diberbagai media massa , bagaimana aparat keamanan dalam hal ini pihak polisi dalam membubarkan massa sempat menimbulkan puluhan korban jiwa terluka bahkan kabarnya ada korban yang tewas.
 
Bahkan puluhan selosong peluru kabarnya sempat ditemukan di tempat kejadian, Bearti paling tidak pihak polisi menggunakan senjata.

Tapi kini pihak Kepolisian Inggris akan melakukan uji coba terhadap sebuah senjata laser yang ditujukan untuk membuat orang buta sementara.

Senjata yang diberi nama SMU 100 senilai £25.000 dan bisa menembakan ''dinding cahaya'' setinggi tiga meter bisa membuat orang yang terjebak didalamnya tidak bisa melihat untuk beberapa waktu.

Di desain oleh mantan anggota Komando Marinir Kerajaan, senjata ini awalnya dikembangkan untuk melawan pembajakan di Somalia.

Pembuatnya mengklaim anggota polisi yang tidak disebutkan namanya akan melakukan uji coba senjata ini untuk menghadapi kerusuhan massa.

Sejak kerusuhan pecah di beberapa kota di Inggris musim panas lalu, polisi memang tengah mengembangkan alat dan taktik untuk mengendalikan masalah yang melibatkan kerumunan massa.

Jika pistol listrik dianggap mampu menangani massa dari jarak dekat, maka senjata laser ini disebut efektif hingga jarak 500 meter.

Paul Kerr Direktur pelaksana dari perusahaan keamanan Photonic, yang membuat desain senjata ini mengatakan,

"Sistem ini akan memberikan polisi sebuah pencegah penglihatan intimidasi. Jika anda tidak bisa melihat maka anda tidak bisa menyerang.''

Meski efek kebutaan sementara, tetapi bagian dari uji coba ini juga mencari efek samping lainnya.

Jika semuanya lancar maka alat ini harus menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri agar dapat digunakan secarudaha resmi. Ini bukan pertama laser digunakan untuk membutakan sementara orang.

Alat serupa pernah digunakan pasukan Inggris dan Amerika di Afghanistan untuk melindungi konvoi dari serangan.

Sumber : TribunNews

Alternatif Modernisasi Alutsista TNI , Jepang Akan Kendurkan Pembatasan Ekspor Senjata

Kapal perusak Teruzuki milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang dibuat di galangan kapal Mitsubishi Heavy Industries di Nagasaki, Jepang.
TOKYO-(IDB) : Menteri Pertahanan Jepang Yasuo Ichikawa mengatakan, pemerintah Jepang berniat mengendurkan berbagai batasan ekspor senjata yang selama ini diterapkan.

"Pada masa lalu kami telah membuat berbagai pengecualian, tetapi kami sekarang ingin membuat kerangka kerja berdasarkan patokan-patokan baru," tutur Ichikawa, Sabtu (24/12/2011) seperti dikutip Kyodo News.

Pemerintah Jepang berniat melonggarkan berbagai aturan sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan Jepang berpartisipasi dalam program pengembangan dan proyek produksi senjata dengan negara-negara lain. Langkah ini diambil untuk merevitalisasi industri pertahanan dalam negeri Jepang dan memotong defisit anggaran pertahanan negara itu.

Batasan ekspor senjata dari Jepang diterapkan sejak 1967. Dalam aturan itu, perusahaan-perusahaan Jepang dilarang menjual senjata ke negara-negara komunis, negara-negara yang terkena sanksi embargo senjata dari PBB, dan negara-negara yang terlibat dalam konflik internasional. 

Sumber : Kompas

Tiga Kapal Selam TNI AL Dari Korea Selatan Seharga US$ 1Miliar

JAKARTA-(IDB) : Tiga Kapal Selam keperluan TNI Angkatan Laut yang akan dibangun di Korea Selatan melalui perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME) bernilai US$ 1Miliar. Pembelian tersebut dilakukan dengan kesepakatan adanya alih teknologi untuk meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.

“Berdasarkan kontrak yang sudah ditandatangani ketiga kapal selam itu seharga 1Miliar US$ atau Rp10 Triliun,”kata Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati di Jakarta, Jumat (23/12).

Menurutnya, harga ini terhitung murah dibandingkan penawaran yang dilakukan perusahaan lain. Hal ini juga menjadi pertimbangan pengadaan kapal selam tersebut dilakukan di Korsel. “Pertimbangan membeli di DSME, dengan harga relatif sama, kita diuntungkan dengan teknologi yang lebih canggih,” jelasnya.

Sebelumnya, tambah dia, alokasi dana yang dimiliki pemerintah hanya cukup untuk membeli dua buah kapal selam. Namun setelah bekerjasama dengan Korsel Indonesia dapat membeli tiga kapal selam dengan tambahan biaya tak banyak.

“Kapal selam yang kami pesan adalah kapal selam sekelas 209, tapi dengan teknologi 214 yang memiliki sistem deteksi, persenjataan, sonar, komunikasi, semuanya jauh lebih baik,” imbuhnya.

Ditempat berbeda, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin mengatakan pengadaan kapal selam ini dilakukan dengan kesepakatan adanya alih teknologi. Dari tiga kapal selam yang dipesan, kapal selam terakhir akan dibuat di Indonesia dengan pengawasan teknisi Korsel.

Menurutnya, pembelian ini sudah sesuai dengan rencana strategis (renstra) dan blue print pertahanan untuk meningkatkan minimal essential forces yang pembayarannya dialokasikan dari anggaran 2010-2014.

“Uangnya sudah ada, alokasi anggarannya sudah ada,” kata Hartind.


Sumber : Jurnas

Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz

TEHRAN-(IDB) : Iran memulai latihan perang di kawasan Selat Hormuz, Sabtu (24/12/2011). Latihan perang ini dilakukan di tengah ketegangan antara Iran dengan pihak Barat seputar program nuklir negara itu.

Latihan perang yang diberi nama Velayat-90 ini diumumkan Kamis (22/12/2011) lalu oleh Kepala Staf AL Iran, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, dan berjalan sesuai rencana, seperti dikabarkan televisi Al-Alam.

Menurut Sayyari, latihan kali ini berbeda dibanding latihan-latihan sebelumnya dalam hal skala, luas wilayah tempat latihan, dan peralatan perang yang digunakan. Latihan akan dilakukan di kawasan perairan internasional, mulai dari bagian timur Selat Hormuz di Teluk Oman hingga bagian utara Samudera Hindia dekat Oman, Yaman, Somalia utara, bahkan sampai di dekat wilayah Pakistan dan India.
Kantor berita Mehrnews menambahkan, berbagai peralatan tempur terbaru yang ada di AL Iran akan dijajal dalam latihan ini, termasuk kapal-kapal selam kelas Ghadir dan kelas-kelas lain, kapal perusak peluncur rudal, sistem rudal pantai-ke-laut, kapal-kapal perang, pesawat tak berawak, dan torpedo.

Salah satu skenario yang dijalankan dalam latihan ini adalah menghadapi serangan pasukan musuh. Menurut Sayyari, latihan ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan "perdamaian dan persahabatan" kepada negara-negara di kawasan sekitar Iran.

Latihan militer besar-besaran ini digelar di saat negara-negara Barat, yang disponsori AS dan Inggris, menerapkan sanksi ekonomi lebih berat kepada Iran terkait laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang mengindikasikan Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.

Israel bahkan terang-terangan menyatakan tak akan meninggalkan opsi serangan militer, terhadap instalasi-instalasi nuklir Iran.

Latihan ini seolah menegaskan kembali kemampuan Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang dilewati 30 persen pasokan minyak dunia.

Sayyari menegaskan, pihak AL Iran dan Korps Garda Revolusi Iran memiliki kemampuan untuk menutup Selat Hormuz, tetapi hingga saat ini belum ada keputusan untuk menjalankan hal itu.

Pekan lalu beredar rumor bahwa Iran akan menutup Selat Hormuz selama menjalankan latihan Velayat-90 ini, yang langsung memicu kenaikan harga minyak dunia dan turunnya nilai tukar mata uang riyal Iran.

Rumor itu langsung dibantah Kementerian Luar Negeri Iran, yang mengatakan penutupan Selat Hormuz "tidak ada dalam agenda" Iran. Meski demikian, Kemenlu Iran menegaskan bahwa Iran akan memberi "reaksi" apabila ketegangan dengan Barat akhir-akhir ini pecah menjadi konflik terbuka.

AS dikabarkan memantau terus progres latihan ini. Armada Kelima AL AS berpangkalan di Bahrain, negara pulau di Teluk Persia, tak jauh dari Selat Hormuz.

Sumber : Kompas

Sabtu, Desember 24, 2011

Januari Indonesia Berangkatkan Tim Pembuat Kapal Selam

 JAKARTA-(IDB) : Tim Indonesia yang akan mengikuti proses pembangunan kapal selam di Korea Selatan akan berangkat Januari mendatang. Tim yang berjumlah 50 orang itu akan mempelajari pembangunan kapal selam agar bisa mengaplikasikannya di Indonesia.

“Diperkirakan tim yang terdiri dari 50 orang itu akan berangkat Januari,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskomblik) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin di Jakarta, Jumat (23/12).

Dia menuturkan, pemberangkatan tim tersebut dalam rangka mengikuti proses alih teknologi sesuai kesepakatan dalam kontrak pengadaan kapal selam yang telah ditandatangani antara Kemhan dan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME). Tim tersebut akan mengikuti keseluruhan proses pembangunan hingga selesai dan kapal selam siap dikirim ke Indonesia.

“Sekitar 56 bulan, hingga kapal selam selesai,”katanya.

Sebelumnya, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan pada tahap pengadaan kapal selam yang pertama, SDM Indonesia melalui PT PAL akan dikirimkan ke Korea untuk melihat langsung pembuatan kapal selam tersebut. Sebanyak 50 orang teknisi dengan masa kerja yang masih panjang akan mengikuti proses ini.

Pada pengadaan yang kedua, para teknisi ini direncanakan mulai terlibat dalam pembuatan kapal selam. Sehingga pada tahap ketiga para teknisi Indonesia sudah mampu memproduksi sendiri kapal selam.

Menurut Sjafrie, kebijakan dasar pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) harus memberi keuntungan dalam meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional salahsatunya dengan cara alih teknologi. Hartind menambahkan, pembelian kapal selam tersebut sudah sesuai dengan rencana strategis (renstra) dan blue print pertahanan untuk meningkatkan minimal essential forces.

Sumber : Jurnas