Senin, Maret 04, 2013
3
MAGETAN-(IDB) : Karena mendapat kerusakan pada sisten navigasi dan kerusakan engine, pada pesawat double seat, akibat tembakan di daerah Gunung Lawu, sehingga penerbang kehilangan orientasi dan tidak dapat mempertahankan ketinggian, akhirnya kedua penerbang melaksanakan eject untuk menyelamatkan diri, Jumat (1/3).

Kedua penerbang yang berasal dari Lanud Iswahjudi tersebut dapat mendarat dilokasi yang tidak berjauhan sehingga berhasil berkumpul, namun salah satu penerbang mengalami cedere patah tulang pada bagian lengan sehingga harus mendapatkan pertolongan dan berusaha berkomunikasi dengan SAR COMBAT.

Setelah mendapatkan informasi untuk menuju titik kumpul dari SAR COMBAT, Selama perjalanan kedua penerbang dihadapkan persoalan-persoalan yang tidak mudah, yang mengharuskan mereka bekerjasama untuk memecahkan permasalahan, mulai dari hambatan pagar kawat, tebing curam dan rasa lapar karena kehilangan bahan makanan yang berada di survival pack, maka mengharuskan membuat jebakan untuk menangkap satwa liar untuk dimakan.

Dalam melanjutkan perjalanan menuju ke tempat penjemputan, para penerbang terkejut karena ternyata tempat penjemputan tersebut terdapat pasukan musuh yang sedang beristirahat, setelah mengamati ternyata kekuatan musuh tersebut dapat dikalahkan apabila dilaksanakan penyerangan dengan mendadak maka mereka memutuskan untuk menyerang dan akhirnya berhasil menang dan menguasai daerah tersebut dengan menewaskan seluruh pasukan musuh yang ada. Sehingga mereka bisa beristirahat di tempat tersebut dan memanfaatkan logistik musuh hingga datangnya penjemputan.

Demikian skenario latihan survival dasar yang dilaksanakan oleh 30 personel Lanud Iswahjudi yang terdiri para penerbang tempur dan ground crew. Hal tersebut dilatihkan mengingat Lanud Iswahjudi merupakan Lanud operasional, sehingga perlu membekali diri seperti kegiatan SAR dan Survival tersebut sehingga dapat lebih meningkatkan kesiapan opersional Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Tidak hanya Survival darat survival air juga di laksanakan di telaga Sarangan, yang disaksikan langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., dan segenap para pejabat Lanud Iswahjudi.

Dalam pelaksanaan latihan Survival Dasar merupakan latihan yang bertujuan untuk memberikan penyegaran pengetahuan secara teorikal dan praktikal kepada personel Lanud Iswahjudi dalam bertahan hidup (Survive),apabila mengalami kondisi Emergency dan jatuh didaerah lawan pada saat melaksanakan misi udara dan melakukan tindakan “SERE” (Survival, Evasion, Resistance and Escape).

Usai simulasi pelaksanaan Survival Air di Telaga Sarangan, kegiatan Survival Dasar yang didukung pelatih dari Batalyon 463 Paskhas, ditutup langsung bersamaan dengan berakhirnya latihan Elang Gesit tahun 2013, oleh Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Yuyu Sutisna, SE., di Telaga Sarangan.





Sumber : TNI AU

3 komentar:

  1. ini simulasi beta kira betulan.

    Yang nyata tuh malassia masa eject di hanggar ada ada ajah dah ahh tetangga indo yg satu ini. bikin nama SEASEAN rusak aja..
    Punya kapal selam nggak bisa nyelam. punya sukhoi ejectnya di hanggar. Tentara upacara pingsan. hadeh Sangat memalukan hahahahaa..

    BalasHapus
  2. ada berita lain?????..........

    BalasHapus