Selasa, Juli 03, 2012
0
DARWIN-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan diadakannya latihan bersama militer penanggulangan bencana antara Indonesia, Australia bersama Amerika Serikat. Usulan itu dikemukakan SBY dalam pertemuan bilateralnya dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard di Darwin, Selasa (3/7).

Latihan bersama tersebut, kata SBY, dimaksudkan untuk mengurangi kekhawatiran pihak Indonesia terhadap rencana penempatan 2.500 prajurit Marinir AS di Darwin, Australia.

Menurut SBY, ide penempatan pasukan Marinir yang oleh AS dimaksudkan untuk mempercepat pergerakan bantuan penanggulangan bencana di kawasan Asia Pasifik sempat diributkan sejumlah kalangan di Jakarta, terutama para wakil rakyat dan LSM.

Presiden juga menyarankan agar latihan penanggulangan bencana yang melibatkan militer itu juga bisa diikuti oleh China dan sejumlah negara lainnya. “Kami berharap AS, China dan negara-negara lainnya juga bisa bergabung dengan kami untuk penanggulangan bencana yang mungkin terjadi,” kata Presiden usai pertemuan.

Ia juga menambahkan, latihan tersebut bisa saja melibatkan militer dari tiap negara di kawasan Asia Pasifik.

Sebelumnya Australia telah mengumumkan rencana penempatan 2.500 prajurit Marinir AS di Darwin yang berdekatan dengan Indonesia bagi kepentingan penanggulangan darurat seperti bencana dan hal lain, misalnxa peristiwa bom Bali 2002 dan gempa yang diikuti tsunami di Aceh pada 2004.

Beijing, yang menentang kebijakan penempatan pasukan AS di Australia itu menilai langkah Washington itu sebagai bentuk ingin mengatur kawasan Asia Pasifik termasuk meredam pengaruh China di kawasan ini.


Sumber : Jurnas

0 komentar:

Posting Komentar