Destroyer USS Vandegrift |
BANONGAN-(IDB) : Tiba-tiba saja sebanyak 13 tank serbu amfibi/ amphibious assault vechicle (AAV) milik Angkatan Laut Amerika Serikat, keluar dari kapal perang USS Germantown LSD-42, Senin pagi 4 Juni 2012 di Pantai Banongan, Situbondo- Jawa Timur.
“Waktu kalian untuk mendarat di Pantai Banongan harus tepat. Jangan lupa akan ada tank dari Indonesia“, ujar ‘Deck Chief Boatwains Mate’ Buc Ian Thrasher.
Setelah keluar dari “mulut” kapal USS Germantown LSD-42, ke-13 tank amfibi AS menyebar, untuk menjaga jarak. Benar saja tak lama kemudian muncul empat panser penyerbu BTR-50 milik TNI AL yang keluar dari mulut KRI Banda Aceh – 593.
Adapun posisi kapal saat berlayar adalah Destroyer USS Vandegrift di barisan terdepan, lalu diikuti KRI Sultan Iskandar Muda – 367, USCGC Waeshe, KRI Silas Papare – 384, KRI Banda Aceh – 593, dan USS Germantown LSD-42 yang berada di posisi paling belakang.
“Kami sudah 18 tahun bekerja sama dengan Indonesia, baik di kawasan perairan Indonesia di wilayah Barat maupun Timur”, ujar Komandan Satgas CARAT 2012 dari AS, Capt David A Welch.
Angkatan Laut AS datang dengan 830 personil US Navy bersama tiga kapal perang, yaitu USS Germantown (LSD–42), USS Vandegrift (FFG–48), dan USCG Waesche. Sementara TNI AL mengirim: KRI Diponegoro-365, KRI Banjarmasin-592, KRI Sutedi Senaputra-378, Pesawat Cassa, Heli Bell, Heli BO-105, Korps Marinir Pasmar-1, Satkopaska Koarmatim, Lantamal V, dengan personel dari TNI AL 1.244 orang.
Latma Carat 2012 (Cooperation Afloat Readiness and Training) melakukan latihan meliputi Demonstrasi Centrixs, Marinir Exercise, Milops, Aviation, Submarine, Medical Subject Matter Expert Exchange (SMEE), Intel SMEE, Engineering SMEE dan Navedtra. Carat 2012 ini juga menggelar beberapa pelatihan teori dan praktek VBSS, teori dan praktek Riverine Marinir, Force Protection, Aviation serta melakukan Sea Phase di Laut Jawa.
Carat 2012 merupakan kesempatan bagi para prajurit dan perwira untuk mengukur tingkat profesionalisme yang telah dicapai dan mempelajari hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan keahlian.
Latihan ini juga memiliki nilai strategis karena merupakan jalan untuk memelihara hubungan baik dan membangun saling pengertian (Confident Building Measure) antara kedua bangsa.
Latihan ini diikuti oleh personel dari TNI AL yang terdiri dari Kopaska, ABK KRI dan personel US Navy.
Latihan bersama ini semakin akrab, karena semua hal dikerjakan bersama antara TNI AL dan USPACOM, termasuk memasak dan menyiapkan makanan
Sumber : JKGR
0 komentar:
Posting Komentar