Pages

Rabu, Februari 05, 2014

Indonesia Akan Mampu Produksi Teknologi Tinggi 10 Tahun Mendatang

JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan menjadi juara pertama dalam upaya penggunaan produk dalam negeri. Kementerian itu pun mendapat penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa Tahun 2013, Rabu 5 Februari 2014.

Menurut Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, pertahanan Indonesia di level menengah memang menggunakan produk dalam negeri selama ini, yaitu hasil produksi PT Pindad. "Kapal combatant dan kapal angkut buatan PT PAL juga sudah digunakan," kata Sjafrie di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

PT Pinpad sudah memproduksi 250 panser dan puluhan ribu senjata api dan pistol yang sesuai standar TNI. Bahkan, kata dia, beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) sudah diekspor ke beberapa negara ASEAN.

"Industri pertahanan kita sudah memenuhi tingkat menengah. Sedangkan ke tingkat tinggi dalam 10 tahun lagi. Bisa membuat kapal tempur sendiri," ujar dia. Saat ini, Indonesia masih harus mengimpor alutsista tinggi, seperti kapal selam dan pesawat tempur.

Beberapa negara ASEAN sudah mencapai proses nego terkait pembelian alutista buatan Indonesia. Misalnya, Brunei Darussalam dan Malaysia ingin membeli panser. "Kedua negara juga tengah mengobservasi pesawat CN 25," jelasnya.

Sementara itu, Arab Saudi dan Korea Selatan sudah membeli pesawat jenis Boeing 235. "Ini cukup membanggakan untuk pesawat 235 dan 295. Sayap dan radar pesawat itu buatan Bandung," ujarnya.

Hari ini, Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan P3DN Cinta Karya Bangsa Tahun 2013 kepada tiga kementerian. Selain Kemenhan, dua kementerian lainnya yang mendapat penghargaan ini adalah Kementerian
Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.




Sumber : Vivanews

Defense Minister Indonesia Meets With His Counterpart In Spain

Defense Minister Purnomo Yusgiantoro Indonesia visit Spain with his Spanish counterpart Pedro Morenés to enhance defense cooperation
SPAIN-(IDB) : In order to increase defense cooperation between Indonesia and Spain, particularly in the defense sector, the Minister of Defence of the Republic of Indonesia, Purnomo Yusgiantoro visit to Spain, on 5 and 6 February 2014.

During his visit, the Minister of Defense is scheduled to meet with his counterpart Minister of Defence of the Kingdom of Spain, Pedro Alvarez and Morenés Eulate, and a visit to the Airbus company in Seville.

On that occasion, the Minister of Defence of the Republic of Indonesia observed the preparation of commissioning (unfold) C -295 aircraft produced result 6 by Airbus. Also, notice the aircraft Eurofighter Thypoon the Airbus airport Getafe and receive an explanation of the shipyard Freire in relation to the construction of training ship (sailboat) to replace KRI Dewaruci and the presentation of the Navantia shipyard on products produced by this company.

This visit is a follow up of the Memorandum of Understanding (MoU) Cooperation in the field of defense signed by the Minister of Defence of the Republic of Indonesia and Minister of Defence of the Kingdom of Spain, in Jakarta on February 13, 2013.

The Memorandum of Understanding has been initiated by the two countries in 2007 in order to enhance cooperation in science and related to the use of systems and military equipment, cooperation in military operations other than war and technology, and cooperation in the development of the aviation industry.

The signing of the Memorandum of Understanding for cooperation is motivated by the policy of the Government of Spain that is aimed at developing and improving relations with the countries of the Asia -Pacific region. This policy is carried out not only by the Ministry of Foreign Affairs and Cooperation, but also by the Ministry of Defence of the Kingdom of Spain.

Through this relationship is expected to Indonesia and Spain can expand cooperation in other areas, including cooperation in the maritime domain, especially shipbuilding.




Source : EL

Menhan Berkunjung Ke Airbus Military

SEVILLA-(IDB) : Setelah produksi bersama pesawat militer C-295/CN-295, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro mengunjungi Airbus Military untuk meninjau produksi pesawat angkut A400 dan petempur Eurofighter.

"Dalam kunjungan ini Menhan sekaligus akan menghadiri peluncuran dan serah terima simbolik produksi ke-6 pesawat C295," demikian Atase Pertahanan RI Madrid Kol. Laut (E) Agus Adriyanto kepada detikcom, Selasa (5/2/2014).

Disebutkan, peluncuran ini menandai selesainya produksi 6 unit pesawat C-295 di Spanyol dari total 9 unit pesawat dalam kerangka produksi bersama PTDI dan Airbus Military untuk meningkatkan alutsista TNI.

Untuk produksi selanjutnya dari order angkatan pertama dari TNI, yakni pesawat unit ke 7,8 dan 9 sepenuhnya akan dikerjakan di Bandung, demikian juga dengan order angkatan ke-2 sebanyak 7 unit.




Sumber : Detik

Kolatarmatim Tinjau Kesiapan Satgas Maritim TNI

SURABAYA-(IDB) : Komandan Gladi Tugas Tempur Kolatarmatim Letkol Laut (P) Alan Dahlan beserta 9 orang staf Kolatarmatim meninjau kesiapan Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Forces In Lebanon) di Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (3/2).

Dalam peninjauan tersebut, tim Kolatarmatim menguji pelaksanaan latihan peran-peran para prajurit KRI Frans Kaisiepo-368 yang berjumlah sebanyak 100 personel. Adapun latihan peran-peran yang dilaksanakan diantaranya peran tempur bahaya permukaan, peran cuaca buruk, peran heli, peran tempur bahaya udara, peran tempur bahaya umum, peran penyelamatan kapal berupa peran bahaya kebakaran dan peran bahaya kebocoran.

Pada simulasi peran tempur, Pos Komando Utama (PKU) yang berada di Combat Information Center (CIC) sebagai pusat informasi memberikan instruksi-instruksi terhadap jalannya latihan peran tempur tersebut.

“Diharapkan antar-pos tempur dapat menjalin kerja sama yang baik dalam melaksanakan tugas sesuai fungsinya dengan baik berdasarkan prosedur yang telah ditentukan,” kata Komandan KRI FKO – 368, Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi seperti dilansir dalam siaran pers Dispen Koarmatim.

Tim Kolatarmatim juga meninjau kesiapan setiap departermen KRI FKO – 368. Kecepatan dan ketepatan bertindak prajurit dalam organisasi dan kerjasama tim adalah kunci penilaian tim Kolatarmatim akan kesigapan prajurit melaksanakan tugas di pos tempur masing-masing.




Sumber : Jurnas

TNI AU Persiapkan Skuadron Baru Indonesia Timur

BIAK-(IDB) : Mabes TNI Angkatan Udara (TNI AU) tengah mempersiapkan penambahan pesawat tempur untuk pendirian skuadron tempur di wilayah Indonesia Timur.

"Mabes TNI AU tahun ini akan melakukan pengadaan pesawat tempur, yang diprioritaskan untuk wilayah udara Timur Indonesia," ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Biak, Rabu.

Ia mengatakan, rencana untuk membentuk skuadron pesawat tempur di Indonesia bagian Timur sudah masuk dalam grand desain Mabes TNI AU.

Hanya saja untuk merealisasikan pembentukan skuadron tempur baru, menurut Marsekal Putu Dunia, diperlukan kesiapan sarana prasarana, personel prajurit serta dukungan langsung kemampuan keuangan Negara.

"Kapan realisasinya pembentukan skuadron tempur Indonesia Timur sedang dalam perencanaan Mabes TNI AU, ya untuk tahun ini kami siapkan penambahan pesawat tempur untuk memperkuat kemampuan prajurit TNI AU dalam mengawal kedaulatan wilayah udara NKRI," tegas mantan Pangkosek Hanudnas IV Biak ini.

Disebutkan KASAU, untuk menjaga pengawasan lalu lintas udara di wilayah Papua telah dibentuk empat satuan radar TNI AU, tersebar di Timika, Merauke dan Biak.

"Dengan adanya satuan radar TNI AU diharapkan dapat memantau segala pergerakan pesawat udara yang melintas wilayah udara Papua sekitarnya, ya untuk saat ini semua pangkalan udara di Papua dan satuan radar telah menjalankan tugasnya sesuai tugas yang diemban prajurit TNI," ujarnya didampingi Kapenau Marsma TNI Hadi.

Selama kunjungan kerja di Biak Selasa dan Rabu, Kasau beserta ibu Marsekal IB Putu Dunia mengunjungi Makosek Hanudnas IV, Pangkalan Lanud Manuhua, Satuan Radar 242 serta Bataliyon 468 Sarotama Paskhas.



Sumber : Antara

KRI Kelabang-826 Bekal Ulang Di Lanal Palembang

PALEMBANG-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kelabang-826 yang sedang melaksanakan Operasi Patroli Keamanan Laut di perairan Palembang dan sekitarnya sandar di dermaga Boom Baru Palembang dalam rangka bekal ulang (Bekul) operasi, baru baru ini.

 Kedatangan Kapal Perang tersebut diterima oleh Komandan Lanal Palembang Letkol Laut (P) I.G Merta Yasa, S.Sos., S.E., M.M, yang diwakili oleh Pjs. Palaksa Kapten Laut (K) Hafiz Asad serta Perwira Staf dan Anggota Lanal Palembang. 

 KRI Kelabang-826 dengan Komandan Mayor Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, merupakan kapal perang jenis Condor yang bertugas di jajaran Satuan Kapal Patroli Komando Armada RI Kawasan Barat (Satrolarmabar) dengan tugas utama melaksanakan patroli keamanan laut guna menegakan hukum di laut. 

Setelah melaksanakan Bekal Ulang di Palembang, KRI Kelabang-826 melanjutkan operasi pengamanan laut di wilayah perairan Pantai Timur Sumatera dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan deteksi dini dan mengidentifikasi terhadap kapal-kapal serta para pengguna laut khususnya di wilayah perairan yang memiliki tingkat kerawanan terjadinya tindak pelanggaran di laut.




Sumber : Koarmabar

Mata Elang Satrad 226 Eltari

Radar Thomson TRS 2215 R TNI AU
Radar Thomson TRS 2215 R TNI AU

KUPANG-(IDB) : Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia melakukan kunjungan kerja ke Lanud Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (3/2/2014). KSAU ingin melihat langsung kondisi Lanud Eltari, terkait: kesiapan operasi, personel, logistik dan kendala yang ada. Kunjungan kerja ini KSAU ini disambut langsung Komandan Lanud Eltari Kupang, Kolonel Penerbang Eko Dono Indarto, Dansatrad 226 Buraen, Mayor Lek Amzidil dan sejumlah pejabat lainnya.


Dari laporan ini diharapkan para pengambil keputusan tingkat Markas Besar Angkatan Udara dapat memperoleh informasi secara langsung dari satuan bawah, mengenai hal-hal yang perlu mendapatkan keputusan dan solusi atas permasalahan yang dihadapi.


KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan Lanud Eltari, Kipan C Paskhas, dan Satuan Radar (Satrad) 226 Buraen merupakan kepanjangan tangan dari Markas Besar Angkatan Udara di wilayah selatan Indonesia yang memiliki peran penting dalam operasi udara di wilayah NTT, sekaligus sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, Lanud Eltari dituntut untuk memiliki kesiapan personel, sarana dan prasarana pangkalan dan peralatan pendukung operasi.

KSAU mengatakan, Satrad 226 Buraen beroperasi satu kali dua puluh empat jam dan sepanjang masa sebagai mata bangsa Indonesia.

Situasi ini menjadikan Lanud Eltari sangat strategis. Untuk itu, dia mengharapkan para Komandan dapat membina dan melakukan pengawasan melekat kepada anggota mereka. Dengan demikian, para prajurit tampil menjadi profesional, tangguh, dan berdaya tempur tinggi serta mampu menjalankan tugas-tugas guna mendukung operasi serta memberikan santiaji tentang pentingnya soliditas sesama Angkatan Udara, TNI, Polri dan masyarakat sipil untuk mewujudkan motto “bersama rakyat TNI kuat”.


“Laporan Danlanud Eltari yang mempunyai wilayah tanggung jawab lebih luas dari Provinsi NTT, sesuai eskalasi ancaman memungkinkan ke depan akan digelar pesawat untuk melaksanakan operasi,” ujar KSAU dalam siaran pers Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto.


Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia membenarkan masih mengalami kekurangan personel, namun kedepan secara bertahap akan dipenuhi. Meski begitu, KSAU mengingatkan bahwa hal ini bukan alasan untuk tidak dapat optimal dalam pelaksanaan tugas.

SatRad Satrad 226 Buraen, Kupang NTT
SatRad Satrad 226 Buraen, Kupang NTT


Radar Thomson TRS 2215
 
Satrad 226 mengoperasionalkan Radar Thomson TRS 2215 R buatan pabrik Thomson-CSF Airsys Bagneux, Perancis 1980 dan dioperasionalkan oleh Satrad tahun 1982. Radar ini adalah tipe radar mobile, sehingga selain melaksanakan tugasnya di home base, Radar juga mampu mobile ke daerah-daerah lokasi operasi maupun latihan. Radar ini sebagai Radar Early Warning/(EW (peringatan dini) dan Ground Control Interception /GCI (penuntun buru sergap).


Radar Thomson TRS 2215 R merupakan keluarga dari  E/F-Band air defence radar yang mampu menampilkan data azimuth, jarak dan ketinggian sasaran yang terdeteksi, serta dapat bekerja dalam segala cuaca baik siang maupun malam. Radar Thomson TRS 2215 dilengkapi dengan Secondary Surveilance  Radar, untuk membedakan pesawat kawan dan lawan.  Selain itu berfungsi juga sebagaiIdentification Friend and Foe (IFF).   Bagian-bagian Radar TRS 2215 meliputi, antena unit, transmitter unit, receiver processing unit, operational cabin, communication unit dan sumber tenaga listrik/ generator set.


Selain Indonesia radar radar TRS-2215 buatan Perancis ini juga dioperasikan oleh Siprus, Brazil, India, dan Tunisia. Radar TRS dengan E/F-band (2 to 4 GHz) fixed or mobile 3-D ini memiliki kemampuan:


Max Jangkauan Deteksi : 510 km
Max Ketinggian Deteksi : 30.500 meter
Data renewal rate : 10 detik
Elevation coverage: -3 to +30°
Antena TRS-2215
Dimensi : 5 m span x 5.5 m high
Aperture : 1.5° azimuth; 1.3-3.6° elevation
Gain: 38.5 dB
Beamwidths (3dB): 1.5° (azimuth); 2-4° (elevation)
Antena TRS 2230
Gain: 40 dB
Beamwidths (3 dB): 1.5° (azimuth); 1.3-3.6° (elevation)
Polarisation: circular, fixed
Rotation speed: 6 rpm


Satrad 226 Buraen bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan kesiapan operasional Radar dan komlek dalam rangka pertahanan udara serta melaksanakan tugas khusus/kegiatan lain sesuai kebijaksanaan dari Pangkosekhanudnas dalam mendukung tugas Kohanudnas.


Sebelumnya Satrad ini berada di bawah jajaran Kosekhanudnas IV dengan nama Satrad 241 Buraen. Namun karena secara geografis Satrad ini lebih dekat dengan Kosekhanudnas II Makassar, maka Satrad 241 Buraen dialihkodalkan ke Kosekhanudnas II Makassar dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor : Kep 438/V/2013 tanggal 28 Juni 2013 dan berdasarkan Kepusan Kasau Nomor : Kep/499/VIII/2013 berubah nama menjadi Satrad 226 Buraen. Pengalihkodalan ini dilaksanakan gar kemampuan deteksi dan ground control, kemampuan alat komunikasi radio pada semua jenis frekuensi Satrad akan lebih optimal dalam pelaksanaan operasi hanud.

Radar Thomson TRS 2215
Radar Thomson TRS 2215

Upgrade TRS 2215


Pada Desember 2010, Perancis menggelontorkan uang sebesar 70 juta  (84.5 juta USD) kepada ThalesRaytheonSystems (TRS), untuk kontrak upgrade 10 radar darat yang menjadi bagian dari French Air Force’s SCCOA integrated air command-and-control system.


Kontrak ini meliputi upgrade midlife terhadap empat radar  high-altitude TRS 22XX dan enam radar medium-altitude TRS 2215, sekaligus membuat radar tersebut memiliki kemampuan 3D dan sesuai dengan aturan Uni Eropa tentang regulasi emisi elektromagnetik. Up grade oleh TRS ini juga meliputi upgrade radar dari dua hingga tiga negara lain yang tidak disebutkan namanya,


“Hal ini sangat penting karena kami memperkenalkan teknologi baru ke dalam radar ini menuju radar baru GM400″, ujar Direktus support and services TRS, Franck Hébert. Pekerjaan upgrade radar itu juga meliputi pembangunan radar baru Ground Master (GM), untuk memperpanjang masa aktif radar hingga tahun 2025.

Diupgradenya radar Perancis termasuk radar TRS 2215, membuat kemampuan deteksi radar French Air Force’s meningkat tajam, terutama untuk kebutuhan France’s air command and control system. 




Sumber : JKGR

AS Iktiraf Peranan ATM Dalam 'Black Hawk Down'

TELOK KEMANG-(IDB) : Amerika Syarikat (AS) secara rasmi hari ini mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Tentera Malaysia (ATM) yang telah menyelamatkan tentera negara tersebut di Mogadishu, Somalia selepas 20 tahun kejadian itu berlaku.

Biarpun kisah pengorbanan tentera Malaysia yang menyertai operasi Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNOSOM II) pada 3 dan 4 Oktober 1993 itu tidak pernah didedahkan malah tidak langsung dipaparkan dalam filem berjudul Black Hawk Down arahan Ridley Scott pada 2001, pengisytiharan itu amat membanggakan ATM.

Pemangku Penolong Setiausaha Negara Biro Hal Ehwal Politik Tentera AS, Tom Kelly berkata, negaranya amat terhutang budi dengan pengorbanan anggota ATM yang disifatkan sebagai berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan tentera elit AS yang ketika itu terperangkap dalam serangan militan Somalia.

"Jasa tentera Malaysia ini akan dikenang dan AS mengucapkan jutaan terima kasih di atas tindakan berani pasukan ATM untuk menyelamatkan anggota kami dalam kejadian 20 tahun lalu itu.

"Malah dalam kejadian itu seorang anggota tentera Malaysia telah kehilangan nyawa selain sembilan tercedera dalam operasi menyelamat di Mogadishu itu," katanya.

Beliau berkata demikian ketika berucap pada Majlis Penyerahan Pengiktirafan Keupayaan Latihan Penuh dan Pelancaran Blueprint Pusat Pengaman Malaysia di sini hari ini.

Sementara itu, Panglima Angkatan Tentera, Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin dalam ucapan turut berkata, beliau terharu dengan pengiktirafan itu kerana AS dapat mengenang jasa perajurit tanah air yang terlibat dalam operasi itu.

"Saya juga berterima kasih kerana AS hari ini masih mengenang pengorbanan anggota kami yang terlibat dalam operasi itu walaupun ia telah berlalu hampir 20 tahun lalu.

"Terima kasih kerana mengimbas kembali jasa anggota pengaman Malaysia yang sanggup bertarung nyawa demi menyelamatkan anggota AS," katanya.

Dalam kejadian itu, lebih 100 anggota ATM mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan tentera AS yang terperangkap ketika diserang puak militian Somalia di tengah bandar Mogadishu.

Operasi menyelamat itu turut mengakibatkan sembilan anggota ATM tercedera selain mengorbankan nyawa Koperal Mat Aznan.

Bagaimanapun, kisah sebenar itu tidak pernah diceritakan dan pengorbanan besar pahlawan negara yang memainkan peranan utama dalam operasi berkenaan seperti tidak diiktiraf malah anggota ATM seperti tidak wujud dalam kejadian itu seperti yang diuar-uarkan media antarabangsa.




Sumber : Utusan

Amankan Presiden, Dua Kapal Perang Merapat di Pulau Baai

BENGKULU-(IDB) : Jelang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bengkulu, pada Sabtu (8/2/2014) mendatang dalam agenda Hari Pers Nasional (HPN) 2014, dua kapal perang tiba di Pelabuhan Pulau Baai, Senin (3/2/2014).

Kedua kapal tersebut yakni Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak dan KRI Lemadang tiba di Bengkulu sekitar pukul 08.30 WIB. KRI Todak di komandani oleh Mayor Laut (P) Andike dan KRI Lemadang dikomandani Letkol Laut (P) Gadafi.

"Kedua kapal ini berada dalam gugus tugas armada barat, kali ini memang mendapatkan tugas pengamanan kunjungan presiden ke Bengkulu," kata Letkol Laut (P) Gadafi saat ditemui di KRI Todak, Senin (3/2/2014).

KRI Todak dengan nomor lambung 631 ini memiliki bobot pada muatan penuh 445 ton. Kapal berdimensi 58,10 meter x 7,62 meter x 2,85 meter ini ditenagai 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 8,850 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot.

Selain itu KRI Todak dilengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk mengecoh rudal musuh. KRI Todak juga merupakan satuan kapal tempur yang dilengkapi rudal dan meriam.

Dalam misi kali ini KRI Todak membawa satu tim Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Sementara itu KRI Lemadang yang bernomor lambung 632 adalah salah satu dari empat kapal patroli jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI Angkatan Laut. Kapal ini bertugas sebagai patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan.

KRI Lemadang dilengkapi meriam Bofors SAK 57/70 kaliber 57 mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2 serta meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40 mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.

Kapal ini juga memiliki dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.




Sumber : Tribunnews

The Jupiters Ikuti Singapore Air Show 2014

YOGYAKARTA-(IDB) : Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, SE, selaku Supervisor The Jupiters memimpin langsung keberangkatan Tim Aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara The Jupiters Aerobatic Team, Senin (3/2).  

Duta Bangsa ini bertolak dari  home base Lanud Adisutjipto untuk menuju Singapura dalam rangka mengikuti Singapore Air Show 2014, yang akan berlangsung pada tanggal 3 dan 18 Februari 2014 mendatang.  
 
Tim Aerobatik yang akan beraksi di Bridex 2013 ini melibatkan 8 pesawat, dan  59 Crew. Direncanakan Tim JAT akan kembali ke Maguwo Yogyakarta, Selasa (18/2).

Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE, menyampaikan bahwa Tim Aerobatik adalah Duta Angkatan Udara Indonesia di dalam negeri maupun luar negeri untuk menunjukkan tingkat profesionalisme para Penerbang TNI AU. 

Tim JAT telah menyiapkan generasi ketiga ini jauh sebelum tampil perdana saat HUT TNI ke-68 tahun 2013 yang lalu. Kesiapan The Jupiters saat ini telah 100 % .




Sumber : TNI AU