Pages

Sabtu, Mei 19, 2012

Sukhoi Superjet 100 Jatuh, Belanja Alustsista Rusia Jalan Terus

JAKARTA-(IDB) : Musibah Sukhoi Superjet 100 di Gunung salak tak mengganggu hubungan dagang maupun kerjasama strategis antara Indonesia-Rusia. Bahkan Kementerian Pertahanan sudah teken kontrak dengan pihak Rusia untuk membeli enam pesawat Sukhoi dan 35 tank jenis BMP-3F.

"Benar, sudah ditandatangani Jumat (11/05) lalu," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin kemarin. Kementrian Pertahanan diwakili Kepala badan Sarana Pertahanan Mayjen Ediwan Prabowo. Sedangkan pihak Rusia diwakili kepala perwakilan Rosoboronexport Rusia Vadim Varaksin.


Pengadaan 37 tank itu mempergunakan fasilitas pendanaan pada tahun anggaran 2011. Pengadaan kali ini adalah tindak lanjut belanja tank yang sama sejumlah 17 unit pada 2008 lalu.


Menurut Brigjen Hartind pemeblian tank dari Rusia itu untuk memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut. "Nanti, akan digunakan oleh Marinir," kata mantan atase pertahanan KBRI Malaysia ini.


Pihak JSC Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan Transfers of Technology (ToT) yaitu berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL didalam memiliki kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank - tank tersebut. "Ini termasuk baru, karena kalau ada transfer ilmu, kita tidak perlu menggunakan teknisi dari Rusia," katanya.


Selain itu, Kementerian Pertahanan juga akan mendatangkan enam jet tempur Sukhoi MK2 dari Rusia pada tahun ini. "Nanti akan datang sekitar Desember secara bertahap," kata jenderal bintang satu ini.


Target TNI AU dan Kementerian Pertahanan akan membuat satu skuadron Sukhoi (16 pesawat). "Saat ini baru 10 dan berbasis di skuadron 11 Sukhoi Lanud hasanuddin Makassar," jelasnya.

Sumber : JPNN

Parlemen Amerika Menyetujui penjualan 66 Pesawat Tempur F16 Ke Taiwan

WASHINGTON-(IDB) : Dewan Perwakilan Rakyat memberikan suara pada hari Jumat untuk meminta Amerika Serikat (AS) untuk menjual 66 jet tempur baru ke Taiwan, dengan anggota parlemen mengatakan kesepakatan itu akan menutup kesenjangan tumbuh militer dengan China.

DPR  menurut AFP  memilih untuk memaksa pemerintahan Presiden Barack Obama untuk mengotorisasi penjualan F-16 jet selain pensiun berdasarkan cara untuk meng-upgrade pesawat yang ada. Ukuran tersebut masih membutuhkan persetujuan Senat.

Sponsor utama ukuran itu, Partai Republik Perwakilan Kay Granger of Texas, mengatakan bahwa Taiwan membutuhkan lebih dari upgrade armada penuaan mengingat pertumbuhan yang cepat dalam pengeluaran militer oleh China, yang mengklaim pulau itu.

'Penjualan F-16 ke Taiwan memastikan sekutu kunci strategis kami di Pasifik memiliki kapasitas pertahanan untuk mempertahankan wilayah udara sendiri, "kata Mr Granger dalam sebuah pernyataan Jumat.

Sumber : TribunNews

Tentara Rusia Berlatih Anti Terror Bersama di AS

MOSCOW-(IDB) : Untuk pertama kali dalam sejarah, pasukan Rusia menggelar latihan militer antiteror bersama dengan pasukan komando AS di daratan AS. Pasukan para Rusia menjalankan latihan bersama itu di pangkalan militer Angkatan Darat AS di Fort Carson, Colorado, AS, termasuk berlatih menembakkan beberapa senjata yang digunakan pasukan AS.

Demikian diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Kolonel Alexander Kucherenko di Moskwa, Jumat (18/5/2012). "Setelah mengikuti taklimat tentang prosedur keselamatan dari para instruktur dari (pasukan) Green Beret AS, pasukan para Rusia menerima senjatan dan amunisi, dan mulai melakukan latihan penembakan," ujar Kucherenko.

Senjata pertama yang dicoba oleh tentara Rusia adalah pistol otomatis Beretta M9 dan senapan serbu otomatis M4, yang menjadi senjata standar pasukan AS. Mereka berkompetisi menembak dengan pasukan komando AS.

Setelah menjajal senjata api standar, pasukan Rusia kemudian merasakan persenjataan yang lebih berat, yakni senapan mesin M240 dan M249. Selain latihan lapangan, pasukan dari kedua negara juga akan melakukan diskusi mengenai peraturan perang darat. 

Sumber : Kompas

Sukhoi Pesawat Tempur Tercanggih Di Dunia Dan Dikelasnya

JAKARTA-(IDB) : Mantan Panglima TNI, Endriartono Sutarto, menilai pesawat Sukhoi adalah pesawat burung besi tempur tercanggih di kelasnya. Namun, sebagai pesawat komersil, Endriartono menilai Sukhoi belum teruji.

"Sukhoi itu salah satu pesawat tempur tercanggih di dunia dan di kelasnya. Saya termasuk Panglima yang berinisiatif membeli Sukhoi. Pada 2003, beli 4 Sukhoi," kata Endriartono di Jakarta, Jumat 18 Mei 2012 malam.

Menurutnya, Sukhoi memang direkomendasikan sebagai pesawat tempur terbaik. "Dan terbukti sampai hari ini kita tidak punya permasalahan sama sekali dengan Sukhoi untuk jenis pesawat tempur," ujarnya.

Bagaimana dengan Sukhoi berpenumpang? "Saya juga baru tahu bahwa Sukhoi membuat pesawat komersial, saya tidak tahu seberapa canggihnya mereka membuat pesawat komersial, karena awal sekali Sukhoi adalah pabrik untuk pesawat tempur."

Mengenai kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak, Endriartono menilai burung besi asal Rusia itu bukan sebagai produk yang buruk. Karena secanggih apapun pesawat, jika tidak ditangani secara betul maka akan tetap jatuh.

"Kita lihat, kalau memang itu akibat ketidakcanggihan dari pesawat, harus dipikir ulang untuk membelinya. Tapi kalau ini akibat dari human error, cuaca, belum tentu pesawatnya buruk. Kalau pesawat yang buruk ini ditangani oleh awak yang bagus, dia jadi pesawat yang bagus. Tapi kalau pesawat yang bagus ini diawaki oleh orang-orang yang tidak profesional, yaa..," ujarnya.

Menurutnya, perlu kajian mendalam untuk mencari penyebab jatuhnya Sukhoi. Sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi setiap perusahaan apakah Sukhoi berpenumpang itu layak dibeli atau tidak. "Pokoknya kita harus tahu apa penyebabnya, kalau karena pesawat tidak bagus ya jangan dibeli," ujarnya.

Sumber : Vivanews

Sukhoi, Isu Pertarungan CIA-KGB di Indonesia?

JAKARTA-(IDB) : Secara resmi dan faktual belum terbukti, dua agen rahasia KGB (Rusia) dan CIA (Amerika Serikat), beroperasi di Indonesia. Akan tetapi entah mengapa, kecelakaan pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100), dicurigai sebagai bukan kecelakaan biasa.

Kecelakaan Sukhoi disebut-sebut akibat sabotase tangan-tangan ahli. Para ahli itu adalah agen rahasia (CIA) yang kebetulan sedang beroperasi di Indonesia. Spekulasi ini tentu masih membutuhkan konfirmasi. Spekulasi ini tidak lepas dari adanya sebuah rujukan.

Sebuah buku tentang CIA (Central International Agency) yang terjemahannya diterbitkan oleh Gramedia dua tahun lalu, menyebut sejumlah diplomat AS yang pernah bertugas di Jakarta, merupakan agen CIA. Secara tidak langsung pengungkapan itu mengindikasikan, bahwa agen CIA tentunya sedang dan terus beroperasi di Indoneisa. Stapleton Roy misalnya yang menjadi Dubes AS di Indonesia dari 27 Februari 1996 hingga 12 Agustus 1999, di usia mudanya merupakan seorang agen CIA.

Yang belum diungkap adalah KGB. Hanya saja, di era Perang Dingin, sering disebut bahwa wartawan TASS dan Pravda, dua buah Kantor Berita resmi pemerintah Uni Sovyet (Rusia), yang ditempatkan di luar negeri, berfungsi ganda yakni wartawan dan agen rahasia KGB.

Menurut berbagai literatur, pasca Perang Dingin, operasi KGB dan CIA sudah mengalami banyak perubahan. Pasca-Perang Dingin yang menjadi fokus sasaran adalah ekonomi dan persaingan bisnis. Persaingan militer dan politik, sudah bukan lagi prioritas.

Sehingga masuk akal bila bisnis jual beli pesawat terbang antara Sukhoi (Rusia) dan Boeing serta General Aerodynamics (AS) merupakan lahan persaingan kedua agen rahasia tersebut.

Nah, isu kehadiran agen rahasia AS dan Rusia dalam kaitan dengan kecelakaan SSJ 100, sengaja diangkat menjadi sebuah wacana. Sebab hanya beberapa jam setelah terjadi kecelakaan, muncul berita-berita yang mencurigai penyebab kecelakaan itu. Disebutkan kecelakaan 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat itu merupakan bentuk persaingan bisnis antara AS dan Rusia.

Tegasnya, sabotase itu berkaitan dengan persaingan bisnis di industri penerbangan antara kedua negara, dimana kedua pemerintah mendukung dan melindungi bisnis dan industri mereka masing-masing.

Enam bulan lalu tepatnya November 2011, pabrikan pesawat terbang AS, Boeing menanda-tangani jual beli 230 unit kepada Lion Air, perusahaan penerbangan swasta Indonesia. Nilai kontraknya sebesar Rp19,5 triliun. Bagi pabrikan Boeing demikian pula pemerintah AS, kontrak triliunan rupiah, sangat penting dan bersejarah.

Oleh sebab itu seremoninya dilakukan di Bali, saat KTT Asia Timur dilaksanakan, sengaja dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya bobot bisnis dari kontrak itu diperkuat oleh bobot politik melalui kehadiran dua presiden.

Kontrak Boeing yang bernilai US$200 miliar itu diakui Obama sebagai hal positif dalam konteks kerja sama Indonesia-Amerika Serikat. Sebab kontrak itu akan membuka ribuan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja di Amerika Serikat.

Selain Boeing, pemerintahan Obama juga mengamankan bisnis jual beli pesawat tempurnya. Indonesia sudah diizinkan Amerika Serikat untuk menambah koleksi jet tempur terbaru F-16. Tapi di luar itu, Indonesia masih mendapatkan hibah sebanyak 24 buah F16. Pesawat militer ini buatan General Aerodynamics.

Hibah 24 buah pesawat tempur itu, tidak penuh. Sebab Indonesia masih harus mengeluarkan biaya perbaikan sekitar Rp6 triliun. Jet-jet tempur itu perlu diperbaiki lagi karena kondisinya dalam keadaan tidak bisa diterbangkan.

Hibah dan penambahan beberapa unit pesawat baru F-16 serta kontrak pembelian 230 unit pesawat buatan Boeing ini, nampaknya merupakan satu paket bisnis AS di Indonesia. Seolah ada pesan dari Washington agar Jakarta jangan lagi berpikir atau tergoda dengan pesawat buatan pabrikan lainnya. Apalagi buatan non-Amerika seperti Rusia.

Tapi nampaknya Indonesia masih tergoda. Sebab sekalipun Indonesia sudah mendapat hibah, bahkan embargo militer sudah dicabut Washington, tetapi Indonesia masih terus melanjutkan pembelian pesawat sejenis dari Rusia.

Bagi AS, Sukhoi merupakan merek dagang yang menjadi saingan berat industri sejenis. AS tahu bahwa Indonesia sudah membeli 6 buah Sukhoi, masih berencana membentuk beberapa squadron. Bahkan squadron itu semuanya terdiri atas armada Sukhoi.

Kenyataan ini merupakan sebuah peluang sekaligus saingan bisnis bagi negara (AS dan Rusia) dan fabrikan manapun. Kebetulan total anggaran Indonesia untuk belanja Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan Strategis) sudah diumumkan. Bahwa untuk Alutsista dan kebutuhan lainnya, pemerintah RI mengalokasikan dana sebesar Rp190 triliun. Siapapun pasti tergiur dengan bisnis ini. Baik Putin maupun Obama.

Rencana penambahan jet tempur Sukhoi belum lagi mereda, tiba-tiba muncul aktivitas lain, bahwa Sukhoi sudah memproduksi pesawat komersil. Sejumlah perusahaan penerbangan swasta Indonesia bahkan telah memesan puluhan unit.

Mengemukanya kecurigaan bahwa kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, antara lain akibat adanya reaksi Presiden Rusia Vladimir Putin. Bekas agen KGB itu kelihatan sangat marah atau terpukul. Melalui telepon, Putin minta Presiden SBY melakukan penyelidikan atas kecelakaan di Gunung Salak. Putin kelihatannya tidak percaya begitu saja bahwa kecelakaan itu wajar. Sukhoi bagi Putin merupakan salah satu ikon Rusia.

Tapi selain itu, SSJ 100 dimaksudkan untuk menguasai pasar Eropa, wilayah terdekat Rusia. Untuk itu anatomi pesawat ini, tidak semuanya menggunakan onderdil Rusia. Melainkan kombinasi antara Rusia dan pabrikan Eropa Barat.

Tetapi akibat kecelakaan itu, bukan hanya konsumen Eropa dan Indonesia yang berpikir ulang, melainkan tingkat kepercayaan atas teknologi Sukhoi dan Rusia terkontaminasi. Kecelakaan itu bakal membuat Rusia maupun Sukhoi memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh pasar pembeli di dunia. Dan terbentuknya persepsi itu berkat operasi agen-agen terlatih entah dari pihak mana.

Bagaimana membuktikannya, memang tidak gampang. Sebab Kotak Hitam SSJ 100 itu sendiri yang diharapkan bisa membuka tabir penyebab kecelakaan, justru disebut-sebut sudah hangus terbakar. Sehingga kemungkinan memperoleh data dan fakta penyebabnya, menjadi berkurang.

Kabar lainnya, Kotak Hitam itu tidak akan diserahkan kepada Rusia, melainkan tetap ditahan di Indonesia. Tidak jelas apakah hal ini juga bagian dari pertarungan antara Rusia dan AS. Namun bila benar kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, maka pekerjaan itu sangat efektif dan sempurna.

Kesempurnaannya semakin bertambah. Sebab dipilihnya Indonesia sebagai tempat sabotase, sangat kalkulatif. Maklum kecelakaan di negara berpenduduk 240 juta jiwa ini dengan 17.000 pulaunya, bukan lagi hal yang mengejutkan. Hampir setiap waktu terjadi kecelakaan. Tidak pernah ada yang berpikir bahwa kecelakaan itu ada juga yang disengaja atau sabotase.

Sumber : Inilah

Pulau Nipah, Armada Amerika, dan Armada China

JAKARTA-(IDB) : Kapal niaga raksasa hilir mudik dan lego jangkar di perairan sebelah barat Singapura di dekat Pulau Nipah, Kepulauan Riau, awal Mei. Pulau seluas 3,6 hektar itu hanya menjadi pos TNI. Antrean panjang kapal jurusan Singapura yang membutuhkan pasokan logistik tidak dilihat sebagai peluang niaga.

Hanya Pos TNI Angkatan Laut yang berdiri di sana, dijaga satu kompi (60 personel) Marinir. Berry dan Yudho adalah dua prajurit Marinir yang berjaga dengan senapan mesin berat 12,7 milimeter menghadap ke arah Singapura.

Siang hari, mereka mengaku kerap melihat pesawat Singapura terbang di dekat wilayah Indonesia. Malam hari, mereka melihat gemerlap di kawasan Singapura, penanda modernitas dan majunya pembangunan.

”Sinyal telepon seluler di sini dari Singtel. Mahal sekali. Kadang dapat sinyal dari Malaysia. Pulsa dari operator Indonesia langsung tersedot,” ujar Berry.

Sebelum diperhatikan, Pulau Nipah nyaris tenggelam. Karena nilai strategisnya sebagai salah satu pulau terluar, Pulau Nipah direklamasi. Presiden Megawati Soekarnoputri menjejakkan kaki di prasasti tahun 2004. Setelah itu, tidak lagi terdengar pengembangannya.

Padahal, kawasan di ujung selatan Selat Malaka itu merupakan salah satu jalur perdagangan dunia. Pedagang Eropa-Asia Timur dan pengiriman minyak dari Negara Teluk ke Asia Timur pasti melewati kawasan itu. Posisi Singapura sebagai pelabuhan dengan fasilitas modern dan layanan jasa terbaik menjadi daya tarik pebisnis seluruh dunia.

”Pagar kedaulatan”

Melihat kawasan di sekitarnya, terutama Singapura, pemerintah mengubah cara pikir. Dalam kunjungannya ke Pulau Nipah, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kawasan tersebut akan dijadikan pusat logistik bagi kapal-kapal yang antre masuk Singapura.

”Pertumbuhan ekonomi dimanfaatkan untuk menjaga pulau-pulau terluar. Disediakan fasilitas pengisian bahan bakar 5 juta liter per bulan di Pulau Nipah yang akan direklamasi hingga 40 hektar. Fasilitas pendukung lain akan disiapkan. Kapal yang mengisi logistik akan merasa aman karena ada prajurit TNI AL dan TNI AD yang menjaga keamanan. Kita sedang menunggu izin Kementerian Keuangan untuk mewujudkan rencana tersebut,” ujar Purnomo.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo menambahkan, selain fasilitas logistik, Pulau Nipah juga akan menjadi etalase perikanan Indonesia. Pengusaha Singapura bisa membeli beragam jenis ikan di Pulau Nipah.

Sharif dan Purnomo bertekad menjadikan Pulau Nipah bernilai secara ekonomi.

Purnomo belum memastikan apakah Pulau Nipah akan menyediakan fasilitas logistik pula bagi armada Amerika Serikat dan Republik Rakyat China yang selama ini memanfaatkan fasilitas itu di Singapura. Nilai ekonomi dan hubungan strategis didapat Singapura karena menyediakan sarana logistik bagi AS dan China yang sedang bersaing di Pasifik dan Laut China Selatan itu.

Singapura mampu memanfaatkan peluang itu untuk kepentingan nasionalnya. Indonesia memang bersikap netral, tetapi bukan berarti tidak bisa memanfaatkan kekuatan militer AS dan China demi kepentingan nasional Indonesia. Setidaknya keuntungan ekonomis bisa didapat dari Pulau Nipah jika peluang ekonomi ini digarap.

Politisi Ganjar Pranowo dalam diskusi masalah perbatasan RI di Fraksi PDI-P menegaskan, perbatasan memang harus dijaga dengan ”kedaulatan dan pagar ekonomi”. Membangun aktivitas ekonomi di perbatasan dan pulau terluar adalah pemikiran cerdas.

Untuk pemikiran, kita tidak kekurangan. Sebelumnya, perbatasan juga diwacanakan sebagai halaman depan. Selanjutnya?

Sumber : Kompas

TNI Siapkan Pasukan Perdamaian ke Filipina

BOGOR-(IDB) : Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) International Monitoring Team (IMT) yang akan berangkat dan bertugas ke daerah operasi di Filipina Selatan. Hal ini merupakan salah satu bukti komitmen TNI untuk selalu mendukung dan turut aktif pada kegiatan operasi perdamaian dunia.

"Sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan, para prajurit ini diberi pembekalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas di daerah operasi, diantaranya materi umum yaitu Core Predeployment Training Materials (CPTM), ditambah beberapa materi teknis lain yang khusus dirancang guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di daerah operasi," kata Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah yang dibacakan Wakil Komandan (Wadan) PMPP TNI Kolonel Pnb Anastasius Sumadi pada upacara pembukaan latihan penyiapan Satgas IMT di Auditorium PMPP TNI Sentul Bogor, Jumat (18/5).

Selain itu, kata Hambali, para prajurit juga harus terus-menerus belajar untuk mengenal dan memahami karakteristik masyarakat dan wilayah penugasan operasi serta dituntut memiliki pengetahuan yang mendalam tentang konflik yang terjadi dan bagaimana menyikapinya.

Menurut dia, latihan yang diikuti oleh 20 orang peserta terdiri dari 10 orang perwira TNI dari tiga angkatan, tujuh orang dari Kementerian Luar Negeri dan tiga orang dari Badan Intelijen Negara ini akan ditutup pada 30 Mei 2012.

Penugasan tersebut merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat yang berbunyi “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Tekad mulia ini dijabarkan melalui Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana Pasal 20 Ayat 3 ditegaskan bahwa penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia dilakukan sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia dan ketentuan hukum nasional. "Tugas tersebut sangat mulia dan terhormat serta membawa harum nama bangsa Indonesia di dunia internasional," ujar Hambali.

Sumber : Jurnas

TNI Kawal SAR Rusia Temukan FDR Sukhoi

BOGOR-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengawal tim pencari dan penyelamat (SAR) Rusia yang berjumlah 10 orang guna menemukan alat perekam penerbangan Sukhoi Superjet 100.

"Tim Rusia kita berikan batas waktu sampai tiga hari dari sekarang untuk menyelesaikan misi mereka mencari FDR. Kita akan kawal mereka hingga semua operasi selesai," kata Komandan Korem 061/Suryakancana, Kol Inf AM Putranto, di Pos Komando (Posko) Evakuasi Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Tim Search and Rescue (SAR) Rusia, kata menurut dia, masih mencari puing Sukhoi Superjet 100 untuk keperluan penyeledikan penyebab jatuhnya pesawat buatan tersebut pada Rabu siang, 9 Mei 2012.

Ia mengemukakan, sebanyak 10 personel SAR Rusia masih berada di kawasan Gunung Salak. Mereka menuju ke gunung itu pada pukul 06.00 WIB Jumat melalui jalur udara.

Tim SAR Rusia dikawal enam orang anggota dari Komando Pasukan Khusus (Kopasus) TNI Angkatan Darat (AD), Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, dan Kepolisian Negara RI (Polri).

"Selama mereka di sini, mereka akan kita kawal terus. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga mereka harus dalam pengawasan kita," kata Danrem.

Putranto mengatakan, saat ini posisi ke 16 orang anggota SAR Rusia dan Indonesia berada di lokasi jatuhnya pesawat. Mereka diinstruksikan menghentikan perjalanan karena kondisi hujan sekitar pukul 14.30 WIB. Rombongan itu beristirahat di sekitar helipad evakuasi di kawasan Gunung Salak.

Satu heli Rusia jenis Bolco dan Superpuma masih disiagakan di sekitar lokasi helipad untuk menjemput kedua tim saat misi selesai.

Setelah operasi SAR Gabungan secara resmi ditutup. Lokasi posko masih terdapat aktivitas anggota SAR baik dari Indonesia maupun Rusia. Operasi SAR masih akan dilanjutkan oleh kewilayahan yang dipimpin langsung Komandan Korem 061/Suryakancan.

Hingga hari ke-10 pascakecelakaan Sukhoi Superjet 100 yang membawa 45 orang penumpang dan awak pesawat, tim SAR masih disiagakan di lokasi jatuhnya pesawat. Tim itu akan ditarik bila SAR Rusia telah menyelesaikan misinya.

Sumber : Antara

Kapal Induk USS IWO JIMA Merapat di Pelabuhan Jeddah

JEDDAH-(IDB) : Sumber-sumber pemberitaan melaporkan tibanya kapal induk Amerika Serikat di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
 
Menurut laporan Fars News Jum'at (18/5), situs Middle East Online menulis, kapal induk USS IWO JIMA dengan 2100 marinir merapat di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
 
Sebuah sumber lainnya melaporkan, di saat para petinggi Arab Saudi menolak memberikan komentar terkait berita tersebut, Majalah Marinelink cetakan Amerika menyatakan kapal induk USS IWO JIMA mengangkut 2100 marinir.
 
Situs Debka milik Mossad mengutip sumber-sumber intelijen dan militer Rezim Zionis Israel melaporkan tibanya kapal induk USS IWO JIMA ke pelabuhan Jeddah dan menyatakan, kapal perang ini merupakan pusat komando kapal perang Arab Saudi di Laut Merah. 

Sumber : Irib

TNI Kirim Prajurit Sekolah Informasi Pertahanan Ke Amerika

JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat di bidang humas pertahanan. Nantinya, personel Kemhan dan TNI akan mengikuti kursus kehumasan di Defence Information School (Dinfos) Amerika Serikat.

Kerja sama ini adalah hasil kunjungan Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom Publik) Kemhan Hartind Asrin yang diundang langsung mengunjungi fasilitas kehumasan pertahanan Amerika Serikat pada Rabu (16/5) lalu. "Kami diundang untuk mengikuti kursus-kursus kehumasan di Defence Information School (Dinfos)," kata Hartind di Jakarta, Jumat (18/5).

Menurutnya, kerja sama kehumasan yang diajukan pada pihak Amerika berupa kunjungan pejabat kehumasan Kemhan/TNI ke AS, kursus-kursus dan forum dialog. Hartind yang diterima Komandan Dinfos Kolonel Jeremy M Martin ini membicarakan kerja sama yang akan dilakukan secara mendalam.

Dia menyampaikan keinginan untuk mengikuti kursus-kursus yang dilaksanakan Dinfos untuk meningkatkan kemampuan personel Kemhan/TNI. "Kolonel Martin menyambut baik kunjungan Delegasi Indonesia dan memberikan kesempatan bagi personel Kemhan/TNI untuk mengikuti kursus di Dinfos," ujarnya.

Selain itu, lanjut Hartind, dia juga bertemu dengan Wakil Sekretaris Kehumasan Pertahanan Amerika George E Little. Pada pertemuan tersebut dia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal dari kerja sama pertahanan bidang kehumasan negara dan diharapkan kerja sama tersebut dapat lebih ditingkatkan pada masa mendatang. “Dia menyambut baik inisiatif kerja sama yang diajukan Indonesia sebagai bentuk peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara dan mengharapkan kerja sama tersebut dapat dilaksanakan secara konkret," katanya.

Dinfos merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan 32 kursus di bidang kehumasan, di antaranya kursus forografi, videografi, penyiaran radio dan televisi, jurnalisme, jurnalisme foto, kehumasan, dan manajemen informasi visual.

Dinfos bermarkas di FT Meade, Maryland, Amerika Serikat. Kursus-kursus yang dilaksanakan Dinfos diikuti siswa-siswa militer maupun sipil dari Departemen Pertahanan Amerika, Angkatan Darat Amerika, Angkatan Laut Amerika, Angkatan Udara Amerika, Korps Marinir Amerika, dan siswa dari mancanegara.

Sumber : Jurnas

Kemhan Dan Pentagon Jalin Kerjasama Public Affairs

JAKARTA-(IDB) : Kapuskom Publik Kemhan RI Brigjen TNI Hartind Asrin mengunjungi Defence Information School (DINFOS), di FT. Meade, Maryland, Amerika Serikat, Rabu (16/5). Kunjungan tersebut dalam rangka kerjasama pertahanan bidang Public Affairs Indonesia – Amerika Serikat.
 
DINFOS merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan 32 kursus di bidang Public Affairs diantaranya adalah  kursus photography, videography, broadcast radio and television, journalism, photojournalism, public affairs, visual information management.    Kursus-kursus yang dilaksanakan oleh DINFOS diikuti siswa-siswa militer maupun sipil dari US Department of Defence, US Army, US Navy, US Air Force, US Marine Coprs dan siswa dari mancanegara (international students).

Pada kesempatan tersebut Kapuskom Publik Kemhan bertemu dengan Commandant of DINFOS Colonel Jeremy M. Martin menyampaikan bahwa Indonesia berkeinginan untuk mengikuti kursus-kursus yang dilaksanakan oleh DINFOS dalam rangka meningkatkan kemampuan personel Kemhan/TNI.    Colonel Martin menyambut baik kunjungan Delegasi Indonesia dan memberikan kesempatan bagi personel Kemhan/TNI untuk mengikuti kursus di DINFOS.  Dalam kunjungan ke DINFOS Kapuskom Publik Kemhan didampingi Atase Laut KBRI Washington DC Kolonel Laut Anwar Saadi,  Kabag TU Puskom Publik Kemhan Kolonel Kal Anton Iman Santosa, dan Pa FMS KBRI Washington DC Letkol Tek Wajariman.

Selain mengunjungi DINFOS, Kapuskom Publik Kemhan dan rombongan mengadakan kunjungan ke Departemen Pertahanan AS Pentagon di Washington DC.   Pada sesi pertama Kapuskom Publik Kemhan dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Public Affairs Officer  US Cyber Command Colonel Rivers J. Johnson.    Colonel Rivers J. Johnson dalam paparannya menjelaskan bahwa US Cyber Command mempunyai misi untuk merencanakan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan operasional network informasi pertahanan dan menyelenggarakan operasi military cyberspace (DoD Information Network Operations, Defensive Cyber Operations dan Offensive Cyber Operations).

Pada sesi kedua Kapuskom Publik Kemhan dan rombongan diterima oleh Assistant Secretary of Defence for Public Affairs Mr. George E. Little.  Pada pertemuan tersebut, Kapuskom Publik Kemhan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal dari kerjasama pertahanan bidang Public Affairs kedua negara dan diharapkan kerjasama tersebut dapat lebih ditingkatkan di masa mendatang.     

Bentuk kerjasama Public Affairs yang diajukan oleh pihak Indonesia berupa kunjungan pejabat Public Affairs Kemhan/TNI ke AS, kursus-kursus dan forum dialog.  Mr. George E. Little menyambut baik inisiatif kerjasama yang diajukan  Indonesia sebagai bentuk peningkatan kerjasama pertahanan kedua negara dan mengharapkan kerjasama tersebut dapat dilaksanakan secara konkrit.

Sumber : DMC

AS Kucurkan 70 Juta Dolar di Sistem Rudal Israel

WASHINGTON-(IDB) :  Amerika Serikat terus memberi dukungannya kepada Israel. Betapa tidak, AS mengalokasikan tambahan 70 juta dolar AS untuk sistem rudal Israel. Dana juga akan diberikan secara bertahap dan kemungkinan bertambah.

"Selama tiga tahun ke depan, kami bermaksud meminta tambahan dana untuk Iron Dome, berdasarkan ancaman yang berkembang terhadap Israel,"kata Menteri Pertahanan Leon Panetta yang mengumumkan hal itu setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Urusan Militer Israel, Ehud Barak, di Washington pada hari Kamis kemarin (17/5).

Washington sebelumnya telah menyediakan Tel Aviv dengan 205 juta dolar untuk membantu mendanai sistem Iron Dome. Kebijakan datang pada saat pemerintah AS dipaksa untuk membuat pemotongan besar dalam anggaran militernya sendiri di tengah krisis keuangan yang mengerikan.

Kontribusi ke sistem rudal Israel, yang bersumber dari uang pembayar pajak AS, terpisah dari sekitar 3 miliar dolar, Washington memberikan hibah Tel Aviv setiap tahun atas nama bantuan keamanan. Israel mengatakan Iron Dome dimaksudkan untuk melindungi mereka dari serangan rudal pejuang Palestina.

Miliaran dolar uang wajib pajak, yang AS kirimkan ke Israel dalam bentuk bantuan militer dan ekonomi setiap tahun, secara hukum dibenarkan sebagai bagian dari paket bantuan luar negeri pemerintah AS. "Ini merupakan komitmen kami untuk bantuan keamanan Israel,"katanya.

Padahal, Hubungan AS-Israel menegang karena program nuklir Iran. AS meminta Israel menahan diri dan memberi kesempatan dengan dampak sanksi yang akan diterima Iran, sementara Israel menyatakan waktu hampir habis dan perlu dilakukan aksi militer.

Sementara itu, kunjungan Barak ke Washington adalah yang ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir untuk membicarakan nuklir Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah melancarkan serangan diplomatik terhadap Iran sebelum 23 Mei pembicaraan di Baghdad.

Barak memperingatkan pada Senin bahwa Amerika Serikat dan negara lain akan gagal memeringatkan Iran. Tapi sebuah komentar yang diterbitkan Kamis oleh kepala mantan mata-mata dari Jerman, Israel dan Amerika Serikat serta mantan pejabat lain berpendapat bahwa masih ada waktu untuk sanksi terhadap Iran. Sanksi berisi hukuman yang dirancang untuk sepenuhnya menolak akses Iran ke bank asing, pelayaran internasional dan perusahaan asuransi asing.

Sumber : Republika

Kapal Perang AS Tabrakan Dengan Tanker

LOS ANGELES-(IDB) : Kapal amfibi pasukan penyerang angkatan laut Amerika Serikat USS Essex bertabrakan dengan kapal tanker Yukon di 196 mil lepas pantai California Selatan, Rabu (16/5).

Seperti dikutip layanan pers dari Angkatan Laut AS, penyebab tabrakan di perairan Samudera Pasifik itu masih dalam penyelidikan.

USS Essex seharusnya menuju ke kapal tanker itu untuk melakukan pengisian bahan bakar, namun karena kerusakan kemudi, kapal perang itu menabrak tanker.

Akibatnya, kedua kapal tersebut menerima kerusakan yang cukup parah, meski demkian masih berhasil menghindari kebocoran bahan bakar.

Menurut layanan pers itu, tidak ada awak kapal yang terluka.

Sebagai catatan, kapal amfibi USS Essex yang telah 12 tahun berbasis di kota Jepang Sasebo, tengah mengarahkan ke pelabuhan Amerika di San Diego. 

Sumber : Wartanews