Pages

Rabu, April 23, 2014

Berita Foto : Selfie Menarik Pilot Pesawat Tempur

ARTILERI-(IDB) : Apa yang ada di benak Anda ketika ketika mendengarkan kata selfie? ABG yang sedang narsis mengambil foto dirinya sendiri kah? Tapi yang ini berbeda. Foto-foto di bawah ini adalah beberapa foto selfie pilot saat berada di pesawat tempur, bahkan ada yang selfie saat menembakkan rudal.

Pilot F-16 Norwegia selfie
Foto ini diambil oleh seorang pilot pesawat tempur F-16 dari Skuadron 332 SKV Angkatan Udara Norwegia saat Latihan Cold Response 2014. (


Pilot F-16 Denmark Selfie
Masih dengan pesawat tempur F-16, selfie kali ini dilakukan oleh pilot Angkatan Udara Denmark ketika menembakkan rudal pencari panas AIM-9. Foto yang termasuk salah satu foto selfie pilot terbaik ini cukup jarang dilakukan mengingat peluncuran rudal memang jarang dilakukan. (


Pilot Mirage 2000 Brazil foto selfie
Brazil pernah mengoperasikan 12 pesawat tempur Mirage 2000 kursi tunggal dan ganda. Foto ini diambil oleh seorang pilot di kursi belakang dari Mirage 2000B (kursi ganda). Pada tahun 2013 lalu, Mirage 2000 Brazil dipensiunkan. (: FAB).


Pilot F-16 Turki foto selfie
Foto yang satu ini diambil oleh seorang pilot F-16 dari tim aerobatik Solo Türk Angkatan Udara Turki. Terlihat sang pilot mengambil foto dirinya ketika melepaskan flare, sumber panas bersuhu tinggi untuk menyesatkan rudal yang menargetkannya. Keren, di bagian belakang terlihat terciptanya efek visual piroteknik.


Foto selfie pilot J-15 China
Dua gambar di atas adalah foto selfie dari seorang pilot Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China dari pesawat tempur J-15. J-15 adalah pesawat tempur buatan China yang desainnya berdasarkan Su-33 Rusia. Tidak jelas apakah kedua gambar ini adalah penerbangan yang sama atau berbeda. Namun yang bisa kita lihat jelas, pada gambar 2 terlihat J-15 baru saja take off dari kapal induk pertama China Liaoning. (: PLAN).


Foto selfie pilot F-16 Belanda
Foto selfie pilot F-16 Belanda
Yang satu ini juga keren. Pilot F-16 Angkatan Udara Kerajaan Belanda mengambil foto dirinya sendiri dalam berbagai sudut pandang saat latihan di pangkalan udara Gilze-Rijen, awal April lalu. 


Foto selfie pilot AU Israel
Yang terakhir ini wajahnya sedikit terlihat. Ini foto selfie dari pilot jet tempur Angkatan Udara Israel dengan kamera yang dipegangnya sendiri. Banyak yang mengkritisi foto ini karena dianggap berbahaya, mengingat pesawat ini sedang bermanuver di atas perkampungan. Namun Angkatan Udara Israel menyatakan bahwa di dalam pesawat ada dua pilot (tidak dijelaskan pesawat apa yang digunakan). Namun melihat dari gaya sang pilot, tampaknya pengambilan foto memang dilakukannya sendiri.




Sumber : Artileri

Australia Borong 58 Unit F-35 Rp 127 Triliun

SYDNEY-(IDB) : Pemerintah Australia membeli 58 unit lebih pesawat F-35 Joint Strike Fighters dengan harga AUD 12,4 miliar (US$ 11,6 miliar) atau sekitar Rp 127 triliun. Ini dilakukan untuk memperkuat sektor pertahanan negara.

Lewat pembelian ini, berarti Australia bakal mempunyai 72 unit pesawat jenis tersebut. Rencananya, pesawat yang dipesan ini akan tiba pertama pada 2018, dan mulai dioperasikan 2020.

"Pesawat F-25 akan meningkatkan kemampuan pertahanan dan ketahanan Ausralia," kata Perdana Menteri Tony Abbott seperti dilansir dari AFP, Rabu (23/4/2014).

"Generasi kelima F-35 ini merupakan alat tempur yang paling kuat di dunia, dan bakal vital untuk keamanan negara kami," tambah Abbott.

Pembelian F-35 ini dari perusahaan produsen pesawat asal AS, Lockheed Martin. "Pembelian F-35 ini akan memberikan keuntungan ekonomi signifikan kepada Australia, termasuk juga di area regional dan industri pertahanan nasional," jelas Abbott.

Pemerintah Australia juga mempertimbangkan untuk membeli F-35 lagi untuk menggantikan pesawat F-18 Super Hornets yang sudah tua, dan akan dipensiunkan pada 2022.

Adapun pesawat ini sudah termasuk persenjataan, suku cadang, dan fasilitas perawatan. Lewat pembelian ini, maka Australia akan mengeluarkan dana AUSD 1,6 miliar untuk meningkatkan kapasitas basis pesawat tempurnya di Williamtown, New South Wales.

Menurut data, harga satu unit pesawat F-35 Joint Strike Fighters ini adalah US$ 160 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun lebih. Pesawat ini mempunyai sejumlah kelebihan teknologi canggih, termasuk menghindar dari deteksi radar.

Selain Australia, Korea Selatan juga membeli 40 unit F-35 dari Lockheed Martin tahun ini. Negara-negara yang mempunyai pesawat ini adalah Britania Raya, Kanada, Denmark, Italia, Belanda, Norwegia, dan Turki.




Sumber : Detik

KRI Banjarmasin 592 Sedot Perhatian Masyarakat Qingdao China

QINGDAO-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin yang sedang sandar di pelabuhan Kota Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, untuk mengikuti latihan maritim multilateral menjadi tontonan warga setempat.

Warga Qingdao sejak Selasa pagi mengantre di pintu masuk dermaga dua dan tiga Pelabuhan Qingdao untuk melihat KRI Banjarmasin dan enam kapal perang lain yang lego jangkar di sana.

Usai menunjukkan tiket gratis dan identitas diri kepada petugas di pos pengecekan, mereka bergegas menuju kapal-kapal perang yang sandar, termasuk di antaranya KRI Banjarmasin.

Anak-anak dan orang dewasa mengantre di depan tangga kapal sebelum petugas Angkatan Laut setempat mempersilakan mereka masuk ke kapal.

Beberapa warga berfoto di depan helikopter Bell-412 di geladak KRI Banjarmasin, yang kemudian ditutup untuk pengunjung.

"Kapalmu sangat besar dan indah," kata Wu Shing (50) usai mengelilingi kapal buatan PT PAL tersebut.

Selain berkeliling, para pengunjung juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan beberapa kru kapal dan taruna Akademi Angkatan Laut yang sedang mengikuti Kartika Jala Krida 2014.

Mereka juga meminta tanda tangan kru, awak dan taruna yang mereka temui, dan meminta tanda mata, apapun itu.

Selain mengikuti latihan maritim multilateral, KRI Banjarmasin juga menlakukan kegiatan Kartika Jala Krida (KJK) 2014 yang diikuti taruna tingkat II Angkatan 61 yang berjumlah 89 orang.

Lazimnya muhibah ke beberapa negara, para taruna Akademi Angkatan Laut yang mengikuti kegiatan itu mempromosikan budaya Indonesia dan memainkan drumband di dermaga 2.

KRI Banjarmasin diawaki 132 personel serta 10 personel pengasuh taruna Akademi Angkatan Laut.

KRI Banjarmasin merupakan salah satu kapal yang dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya.

Kapal tersebut juga mampu mengangkut lima helikopter (tiga unit di geladak heli, dua unit di hanggar).

Selain sebagai kapal tempur, kapal berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk mendukung operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

KRI Banjarmasin akan tampil dalam parade kapal perang di Qingdao bersama puluhan kapal perang dari sekitar 20 negara. 




Sumber : Antara

Rencana Pembangunan Stasiun Luar Angkasa Indonesia

Ilustrasi stasiun luar angkasa
Ilustrasi stasiun luar angkasa
JKGR-(IDB) : Lapan sebagai induk dari pusat teknologi luar angkasa telah lama bermimpi memberikan hadiah besar kepada bangsa Indonesia dengan berbagai hasil riset dan penemuannya. Berbagai hal telah diraih untuk dipersembahkan kepada bangsa dan negara. 

Beberapa hal telah dapat kita lihat dan diuji coba, seperti contoh: Lapan Surveillance UAV 02 (LSU 02), Satelit Lapan A1 (Lapan Tubsat), roket rx 1220, rx 350, rx 550 dan berbagai satelit lainnya yang mampu memberikan sumbangsih besar dalam dunia teknologi bangsa Indonesia.

Setelah berbagai riset dan penelitian dilakukan, tidak salah kiranya jika bangsa Indonesia ingin selangkah lebih maju bermimpi memiliki “stasiun luar angkasa republik Indonesia”


Sesuai dengan undang undang nomor 21 tahun 2013 tentang keantariksaan.
 
Hal ini mendapat persetujuan dari TNI dan KeMenham, karena nantinya dapat digunakan sebagai sarana pertahanan negara Indonesia dari LUAR angkasa. Proyek “stasiun luar angkasa Republik Indonesia” dibantu beberapa negara seperti jepang, jerman, china, sehingga “stasiun luar angkasa republik Indonesia” mirip dengan ISS.


Guna Dan Tujuan
  1. Sebagai pusat penginderaan jarak jauh.
  2. Pusat pengujian cuaca dan deteksi dini bencana alam.
  3. Pusat operasi riset militer: kendali uav,rudal pinter, rudal balistik, sistem anti serangan udara.
  4. Pusat kendali sistem radar, sains antariksa dan citra bumi dan atmosphers.


Negara yang membantu untuk point 1 dan 3 : rusia, china, jerman. Negara yang membantu point 2 dan 4 : jepang


Target Dan Pemantapan
  1. Riset dan uji coba awal baik roket dan modul pendukung;
  2. Pelatihan calon astronot Indonesia;
  3. Seleksi titik penempatan stasiun ruang angkasa;
  4. Merumuskan dan memantapkan rencana;
  5. Pembuatan space shuttle stasiun ruang angkasa bekerja sama dengan iss/eropa;
  6. Peluncuran perdana ditargetkan 2030-2035 oleh putra putri bangsa Indonesia.


Beberapa riset telah dilakukan UNTUK mendukung RENCANA PEMBUATAN STASIUN LUAR ANGKASA INDONESIA, baik design dan teknologi roketnya, terutama roket pendorong.


Ilustrasi citra stasiun luar angkasa
Ilustrasi citra stasiun luar angkasa


Bidang Teknologi Motor Roket
 
Bidang Teknologi Motor Roket mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan teknologi motor roket, serta penyiapan bahan pelaksanaan kerjasama teknis dibidangnya. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Teknologi Motor Roket menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana kegiatan Bidang Teknologi Motor Roket;
b. Pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Motor Roket Padat, Roket Cair dan Propulsi Maju;
c. Pelaksanaan kegiatan Perancangan, Asembling dan Pengujian motor roket padat, Roket Cair dan Propulsi Maju;
d. Pelaksanaan kegiatan Simulasi dan anlisis dinamika fluida Sistem propulsi Roket padat, Roket Cair dan Propulsi Maju;
e. Pelaksanaan kegiatan pengkajian sistem kontrol pada enjin roket cair dan serta propulsi maju serta pengujiannya;
f. Pelaksanaan kegiatan penelitian, pengembangan dan analisis untuk peningkatan performa motor roket padat, roket cair dan Propulsi Maju;
g. Pelaksanaan kegiatan pelayan pengujian dan informasi data performa system propulsi roket padat, Roket cair dan Propulsi Maju;
h. Evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan program


Bidang Teknologi motor roket terdiri dari sejumlah tenaga peneliti di bidang Teknik Mesin, Teknik kimia, Teknik fisika, Teknik elektro, aerodinamika, dinamika fluida, fisika, matematika terapan, termodinamika, Teknologi Material, instrumentasi, dan bidang lain yang berkaitan serta tenaga teknisi, analis dan laboran dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam kelompok-kelompok :
  1. Kelompok Penelitian Motor Roket Padat;
  2. Kelompok Penelitian Enjin Roket Cair;
  3. Kelompok Penelitian Propulsi Maju;
  4. Kelompok Penelitian Kontrol roket Cair dan propulsi maju;
  5. Kelompok Penelitian Komputasi dan Dinamika Fluida;
  6. Kelompok Penelitian Data Akusisi Uji Motor Roket.


Riset Propelan Dan Aerodinamika
 
Bidang Propelan terdiri dari sejumlah tenaga peneliti di bidang struktur mekanika, mesin, kimia, fisika, aerodinamika, fisika nuklir, matematika, termodinamika, bahan, instrumentasi, dan bidang lain yang berkaitan serta tenaga teknisi, analis dan laboran dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam kelompok-kelompok :
  1. Kelompok Penelitian Komposisi Dasar Propelan Padat;
  2. Kelompok Penelitian Proses Pembuatan Propelan;
  3. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi Proses Pembuatan Propelan;
  4. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Liner-Inhibitor;
  5. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Bahan Pyroteknik;
  6. Kelompok Penelitian Uji Mutu Propelan Padat;
  7. Kelompok Penelitian Pembuatan Bahan Baku Propelan.


Kerja Sama Dengan Negara Luar
 
Kerja sama dengan Jepang, diwakili :
  1. JAMSS (Japan Manned Space System) kita belajar Pressurized Module (PM)
  2. Exposed Facility (EF)
  3. Experiment Logistics Module-Pressurized Section (ELM-PS)
  4. Experiment Logistics Module-Exposed Section (ELM-ES)
  5. Japanese Experiment Module Remote Manipulator System (JEMRMS)
  6. Inter-orbit Communication System (ICS).


Sementara Lapan diwakili Pusteksat menjelaskan tentang program pengembangan satelit yang sudah dilakukan sejak peluncuruan satelit LAPAN-TUBSAT tahun 2007 hingga rencana pengembangan satelit di tahun 2025.dalam rangka mewujudkan peluncuran perdana 2030-2035.


Pusat Peluncuran
 
“Untuk bandara antariksa, posisi Indonesia di khatulistiwa, peluncuran roket nantinya di wilayah ekuator karena cenderung lebih murah. Daerah yang sedekat-dekatnya dengan ekuator yaitu Biak dan Morotai.


Kerja Sama Dengan TNI / Kemenhan
 
Lapan memiliki cita-cita untuk dapat meluncurkan roket pengorbit satelit dan membantu pemenuhan kebutuhan persenjataan TNI. Dalam ini tni mengingkan suatu sistem kendalisatelit yang dapat meraba, mendengar, dan merasakan serta melacak baik dengan suara, panas bumi, dan titik panas,semua ancaman serangan militer. Sistem anti serangan rudal dan anti balistic misile untuk itu beberapa model satelit hasil riset telah diuji coba dan dapat diterapkan pada stasiun luar angkasa RI.
Uji Coba Berkala
 
Beberapa model roket Lapan yang telah di produksi oleh Pusat Teknologi Roket diantaranya adalah RX 320 yang merupakan jenis roket pengorbit satelit. Roket ini berhasil di uji statik pada 2 Juli 2013 di Instalasi Uji Statik Roket milik Lapan di Rumpin Bogor. Roket yang mempunyai daya dorong maksimum 6 Ton tersebut dirancang dengan tujuan untuk mendukung program pembuatan Roket Pengorbit Satelit (RPS) secara mandiri. 

Rencananya, RPS terdiri dari empat tingkat kombinasi dari dua jenis roket, yaitu RX-420 dan RX-320. Kegiatan uji statik roket RX 320 ini mempunyai tujuan untuk menguji validasi sistem propulsi dan menguji validasi kekuatan struktur motor roket dimana nantinya dapat dipilih jenis roket yang akan menjadi pengantar dalam mendukung RENCANA PEMBUATAN STASIUN LUAR ANGKASA INDONESIA. 




Sumber : JKGR

Paska Penembakan TNI Dan Tentara PNG Patroli Bersama

SENTANI-(IDB) : Pasca peristiwa penembakan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) yang menewaskan seorang warga sipil dan sempat melukai anggota polisi, kini pihak keamanan kedua negara melakukan patroli bersama.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua, mengatakan ,semenjak kejadian penembakan tersebut, tentara Indonesia dan PNG mulai melakukan patroli keamanan bersama.

"Kami sudah bekerjasama dan berkoordinasi mengenai hal pengamanan ini dan diharapkan tidak terjadi lagi," ujarnya, di Sentani, Rabu.

Menurut dia, pihaknya kini menjamin keamanan di wilayah perbatasan negara itu. Namun, jika kelompok bersenjata tersebut berulah kembali maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Menewaskan warga sipil adalah sebuah kejahatan dan akan ditindak keras," tegasnya.

Sebelumnya, kontak senjata antara aparat keamanan di perbatasan Indonesia-PNG terjadi pada Sabtu (5/4) menyebabkan dua anggota terluka.

Kontak senjata yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIT itu menyebabkan Kepala Polres Kota Jayapura, AKBP Alfred Papare, dan salah anggota TNI AD, Tugino, luka-luka akibat serpihan peluru saat terjadi baku tembak.

Setelah itu pada Rabu (16/4) Hery (20) yang kesehariannya berjualan di Pasar Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, wilayah yang berbatasan langsung dengan PNG, dikabarkan terkena tembakan di lengan kirinya, Rabu sekitar pukul 13.00 WIT dan pada akhirnya meninggal dunia. 




Sumber : Antara

PT LEN Equips Indonesian Navy MPA With Surveillance System

KUALA LUMPUR-(IDB) : State-owned defence electronics company PT Len has equipped an Indonesian Navy (Tantara Nasional Indonesia - Angkatan Laut: TNI-AL) maritime patrol aircraft (MPA) with its Retimax 2000 surveillance and reconnaissance system.


The system, consisting of a mission console, a cockpit display console and gimbal with three different sensors, was mounted on a TNI-AL NC-212 MPA in December. It has undergone several successful tests and is now fully operational, the company told IHS Jane's at the DSA 2014 exhibition on 16 April.


"This is the first MPA equipped as a trial to fulfill the TNI-AL's requirement for a high-definition real-time surveillance system," said Yudiansyah Lubis, the company's control systems engineer.




Source : Jane's

“Balance of Power” Dan Kekuatan Iintelijen Kita

intelijen

JKGR-(IDB) : Sebuah negara yang memiliki kekuatan pertahanan kuat bisa dilihat dari bentuk dan pengorganisasian intelijennya. Karena dengan keberadaan institusi tersebut perkembangan setiap wilayah bisa diketahui dan dianalisis untuk diolah dan dijadikan data ketahanan wilayah.


Intelijen sebagai mata dan telinga negara, memiliki peranan sangat penting, khususnya untuk kepentingan nasional dalam menjaga stabilitas dan mengendus suatu ancaman sedini mungkin. Dahulu saat perang dingin masih berlangsung antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat, operasi intelijen secara besar-besaran namun tertutup, digelar di tiap-tiap wilayah lawan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing sasarannya.


Keberadaan AS dengan CIA-nya sering tercium di beberapa Negara kawasan yang menjadi bidikannya. Khususnya saat AS berusaha membendung kekuatan komunis di Asia Tenggara keberadaan CIA terasa memasuki ke semua elemen pemerintahan termasuk Uni Soviet. Ada pepatah yang mengatakan bila ingin menghancurkan sebuah Negara bersama kekuatannya maka hancurkan intelijennya terlebih dahulu. Dengan begitu Negara sasaran akan menjadi buta dan mandul sehingga bisa ditaklukkan dan dikuasai dengan mudah.


Di indonesia sendiri saat ini kita telah memiliki 5 (Lima) institusi Intelijen yaitu BIN, BAIS (TNI), BIK (Polri), Intelijen Kehakiman/Jaksa dan Intelijen Imigrasi/Bea Cukai yang mempunyai tugas pokok dan tanggung jawabnya masing-masing.


Dibentuknya intelijen bukanlah tidak ada maksud akan tetapi berguna untuk melakukan kontra intelijen di bidang ipoleksosbudhankam. Kita sadari bahwa sampai dengan 25 tahun yang akan datang kemungkinan perang secara terbuka/ konvensional ada terindikasi akan terjadi, namun demikian perang secara tertutup (intelijen) khususnya politik, ekonomi, sosial dan budaya sesungguhnya sudah dimulai dan akan menghantui kita.


Sebagai contoh Tanpa disadari perang nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia) sudah mulai dibuka dengan mengggunakan senjata biologi secara tertutup melalui bahan makanan seperti; keracunan massal, perusakan lingkungan, wabah penyakit hewan yang menjalar ke manusia, perang narkoba dsb. Semuanya itu merupakan rekayasa negara lain yang menyerang negara Indonesia. Hal ini dilakukan untuk melemahkan negara Indonesia di bidang kesehatan, yang berdampak terhadap keseluruhan kepentingan terutama regenerasi dan lingkungan.


Intelijen yang kita miliki perlu diatur untuk menjaga stabilitas negara dari kepentingan dalam maupun luar negeri. Intelijen yang kita miliki terlihat saling tumpang tindih antara satu dengan yang lain sehingga sangat telat untuk melakukan kontra intelijen yang berasal dari luar sedangkan intelijen kita sibuk hanya menangani kepentingan dalam negeri dan sangat mudah didikte negara asing.


Semenjak berpisahnya TNI dengan Polri maka keamanan dalam negeri diambil alih oleh Polri demikian juga dengan RUU TNI terbaru yang sampai saat ini belum diselesaikan, membuat intelijen TNI dalam hal ini BAIS TNI seolah berpangku tangan karena belum memiliki legitimasi hukum melakukan penanganan dan bantuan kepada Polri maupun BIN. 

Akan tetapi apabila terjadi serangan teroris masyarakat akan menyoroti masalah intelijen yang tidak mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini, di sisi lain intelijen belum dipayungi hukum untuk melakukan tugasnya sehingga tugas yang dilakukan terkesan setengah hati dan tidak maksimal cenderung takut terlibat kasus HAM. Dengan demikian untuk penanganan yang bersifat “area abu-abu” harus dikerjakan bersama-sama dengan mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan institusi.


Seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan sekarang ini BAIS selaku institusi Intelijen dibawah bendera TNI diminta untuk selalu meningkatkan kemampuannya agar memiliki daya tangkal yang baik dan mampu melakukan deteksi dan cegah dini terhadap setiap ancaman secara tepat dan akurat.


ilustrasi-rahasia-negara-intelijen

Sesuai dengan amanat UU No 34 tahun 2004 tentang TNI, BAIS memiliki tugas pokok dalam menyelenggarakan kegiatan dan operasi intelijen strategis serta pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis dalam mendukung tugas pokok TNI. Bila di lihat dari ancaman spektrum yang ada maka bisa dikatakan tugas dari BAIS lebih berat. 

Ancaman tersebut bisa dikategorikan menjadi dua jenis yaitu ancaman tradisional dan non tradisional. Meskipun begitu BAIS sebagai lembaga intelijen strategis harus bisa dan mampu menjadi yang terdepan dalam menjalankan tugasnya untuk menyiapkan intelijen strategis. Struktur pengorganisasian TNI yang lengkap dan memiliki jaringan intelijen yang sangat baik hingga tingkat desa sangat berpotensi dalam mendeteksi setiap ancaman yang ada.


Sebagai contoh saat Pemerintah AS meluncurkan program pendidikan bahasa Inggris, English Access Micro-scholarship Program (EAMP), kepada warga Papua. Program yang merupakan hasil kerja sama PT Freeport Indonesia, Kedubes AS, Learning Partnerships dan Universitas Cenderawasih ini, diresmikan oleh Wakil Dubes AS, Thed Osius, yang berkunjung ke Papua pada 20 Januari 2010 lalu.


Empat hari setelah kunjungan Osius (24/1/2010), keamanan di Papua kembali memanas. Sekelompok orang tidak dikenal menyerang karyawan PT Freeport Indonesia. Serangan ini menyebabkan korban luka beberapa aparat anggota kepolisian dan karyawan perusahaan tambang emas swasta milik AS tersebut.


Hasil data intelejen menyatakan kunjungan Osius sebagai bagian dari propaganda untuk lebih menancapkan eksistensi AS di Papua. Sekarang ini AS menerapkan politik dua kaki di Papua. “Satu pihak mendukung kelompok OPM yang ingin lepas dari NKRI. Pada pihak lain mendukung Papua masuk wilayah NKRI”, Indonesia musti bersikap hati-hati terhadap kebijakan AS di Papua. Sebagai contoh program pendidikan yang digulirkan AS dengan PT Freeport. “Program pendidikan bahasa Inggris ini hanya lip servis yang bertujuan memberikan citra positif AS. Padahal berapa keuntungan yang diperoleh AS mengeruk Freeport selama ini”,


Sejatinya pemerintah Indonesia juga membuat beberapa program unggulan untuk menarik warga Papua. Tapi sayangnya dana program-program yang dikucurkan itu banyak yang dikorupsi pejabat.


Tentang situasi papua yang kian memanas banyak pihak yang menuding bahwa terdapat kegiatan intelijen asing yang bermain di bumi cendrawasih. Dengan menggunakan berbagai kedok seperti LSM, Lingkungan hidup dan lain sebagainya, asing dapat leluasa memainkan perannya untuk menggoncang papua agar terangkat ke panggung internasional untuk dijadikan perhatian publik. Dengan begitu agenda mereka untuk membuat papua terlepas dari NKRI dapat berjalan dengan baik dengan dukungan PBB melalui referendum papua.


Pemain utama dibalik layar tentang “pementasan” papua sudah dapat ditebak, siapa lagi kalau bukan negara yang memiliki kepentingan terhadap hasil bumi papua yang kaya akan hasil tambang dan SDAnya untuk digunakan sebagai penopang ekonomi negaranya seperti Amerika Serikat (AS) dengan Freeport. Soal memanasnya kembali keamanan di Freeport, dan kita mencurigai pihak AS yang melakukan dengan memanfaatkan OPM.


Selain itu sebagai contoh lainnya, setelah aksi penyergapan dan pengungkapan kelompok teroris di Aceh, Pamulang, Poso dan beberapa daerah lain di Indonesia oleh pihak kepolisian, yang salah satunya berhasil menewaskan Dulmatin, apakah terorisme di Indonesia akan akan berhenti? Melihat fakta fenomenalnya, masih besar kemungkinannya aksi teror terus berlangsung.


Beberapa pengamat terorisme dan pengamat intelijen berpendapat, potensi aksi teror masih cukup besar di Indonesia. Hal ini bisa jadi karena memang ada target dari jaringan teroris dan ada sekenario tertentu terkait aksi teror di Indonesia oleh pihak asing.


Pendapat Pak Mardigu, misalnya mengatakan teroris telah membuat range target. Empat diantaranya adalah : pertama, Kepala Negara. kedua, pemimpin pilar bangsa. ketiga, pemboman atau penyerangan instalasi penting dan keempat, penyerangan kedutaan besar asing di Indonesia. Pengamat teroris ini melihat, aksi teror di Indonesia adalah bukan bagian dari rekayasa atau “proyek teror”.


Namun berbeda dengan Pak Mardigu, berdasarkan analisis dan informasi yang ada pengamat intelijen AC Manullang menyimpulkan bahwa “teroris Pamulang” dan “teroris Aceh” merupakan bagian dari permainan Amerika Serikat. Semuanya diarahkan sebagai bukti bahwa di Indonesia masih eksis kelompok-kelompok teroris. Manullang melihat AS ingin memojokkan Indonesia dengan mempersepsikan kondisi keamanan di Indonesia adalah semu. Target operation deception yang dilakukan CIA tidak lain adalah Muslim civilisation, peradaban Islam.


Sementara menurut pendapat pihak Kepolisian kita, teroris Aceh dan Pamulang itu terkait dengan keinginan pembentukan Negara Islam Indonesia (NII) dan Daulah Islam Asia Tenggara. Jaringan teroris ini ingin menjadikan Aceh sebagai basisnya. Kesimpulan pemeriksaan sementara pihak kepolisian ini didasarkan pengakuan beberapa tersangka teroris yang tertangkap. Secara historis, ideologis dan geopolitik kesimpulan polisi tersebut mendapat penguatan dari Al Chaidar. Pengamat NII ini melihat ada faksi-faksi NII yang berinteraksi dan bersinergis dengan jaringan teroris. Mereka berkeinginan menjadikan Aceh sebagai basis gerakan, karena dipandang sebagai wilayah yang aman (qoidah aminah). Selain Aceh ada juga Lombok.


Dengan kesimpulan itu, sudah jelas, akan ada target selanjutnya dalam perburuan teroris di Indonesia. Bahkan untuk memantapkan aksi kontra teror itu mulai ada “titik temu” antara Polri dan TNI. Hal ini dapat dilihat dari latihan gabungan anti teror yang digelar bersama oleh kedua institusi ini dibeberapa tempat di Indonesia.


Sebagai contoh lagi Indonesia perlu mewaspadai prediksi yang memungkinkan terjadinya Perang Pasifik II dan Perang di LCS. (jadi inget Mbah Bowo). “Pada tingkatan regional Asia Pasifik, tampak jelas bahwa betapa hegemoni Amerika Serikat semakin menurun, dan membuat sejumlah negara Asia Pasifik, seperti China, India, dan Australia serta beberapa negara ASEAN semakin memperkuat kapabilitas pertahanan yang cukup tinggi,” Bahkan dalam Buku Putih Pertahanan Asutralia tahun 2009, sudah mengisyaratkan kesiapannya untuk membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Perang Pasifik II pada tahun 2030.


Negara-negara tersebut telah memiliki rencana strategis pembangunan militer dan cenderung membeli alutsista untuk tujuan-tujuan ofensif, seperti kapal induk, kapal selam, kapal perusak, dan pesawat tempur. “Jika Indonesia tidak siap untuk membendung potensi ini, maka hal yang paling ditakutkan bisa saja terjadi,” hal ini sudah menjadi konsekuensi dari perubahan arsitektur dunia yang baru.


China rupanya punya bukti kuat bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatanlah yang memicu ketegangan di Semenanjung Korea setelah keduanya memutuskan untuk melakukan latihan militer gabungan di Laut Kuning. Pantaslah China diam saja terhadap aksi Korea Utara yang menembakkan artilerinya ke beberapa daerah di Korea Selatan.


Ada beberapa laporan intelejen yang mengatakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea bukanlah antara Korea Utara dan Korea Selatan, melainkan antara Amerika dan China. Hal itu karena tuntutan AS terhadap China agar menaikkan nilai mata uangnya, Yuan, terhadap dolar. Akan tetapi China dengan keras menolak tuntutan tersebut dengan alasan bahwa masalah tersebut bukan masalah China, melainkan masalah dalam negeri Amerika. Akibatnya neraca perdagangan Amerika mengalami defisit terhadap China. Amerika lalu mengubah perlakuannya menjadi perlakuan bersahabat, jauh dari perlakuan agresif. Akan tetapi China tidak mengubah sikapnya, bahkan tetap bersikeras dengan kebijakannya, termasuk kebijakan mereka di LCS.


Karena itu Amerika lalu mencetak uang ratusan juta dolar untuk menaikkan kurs mata uang China. Amerika berhasil melakukannya dan berimbas juga kepada mata uang Rupiah kita tetapi Amerika menghadapi masalah inflasi keuangan di dalam negerinya sendiri dan perekonomiannya bertambah lemah. Yang lebih sialnya atas kejadian ini, China malah bertambah kuat dalam menghadapi Amerika. Atas dasar itu, Obama kemudian menyatakan, “Amerika akan menghadapi ambisi-ambisi China bukan hanya secara regional.”


Lalu dimanakah posisi Indonesia di dalam permasalahan ini? Apakah Indonesia bersama Amerika atau China? Ataukah Indonesia mengambil sikap netral, terutama setelah Amerika Serikat mengikat perjanjian dengan Pemerintah Indonesia dalam apa yang disebut dengan “Kemitraan Komprehensif”?


Benar, krisis ini diinginkan Amerika untuk memukul China ketika China menolak keinginan Amerika. Amerika ingin menarik China ke medan Perang Korea. Kemudian Amerika hendak memukul China dengan dukungan sekutu dan antek-anteknya. Alasannya, karena China telah mengancam keamanan kawasan dan regional. Amerika telah memobilisasi beberapa negara-negara Asia untuk mengepung China termasuk kepada kita. (hayo inget enggak List Penawaran dan Pengadaan Alutsista dari AS nya Bung Narayana)


Ini tentu saja bukan permasalahan Indonesia. Karena itu Indonesia wajib tidak berdiri di sisi Amerika ataupun China, betapapun upaya Amerika atau China untuk menarik Indonesia di sisi masing-masing di antara keduanya. Sebab berada di sisi China ataupun Amerika tidak akan memberikan manfaat bagi Indonesia, baik sekarang ataupun pada masa depan. Indonesia harus menjadi kekuatan yang mandiri, memiliki kehendak yang independen, dan Indonesia memiliki potensi untuk itu. dalam hal ini Indonesia sendiri harus terus berupaya membangun tiga kekuatan, yaitu kekuatan keamanan termasuk militer, kekuatan ekonomi, dan kekuatan sosial budaya secara terus menerus dan berkesinambungan. Dimana kita bisa berperan sebagai penengah yang pada akhirnya mampu membendung prediksi Perang Pasifik II dan LCS tersebut,”


Masyarakat Indonesia tentu tidak mengharapkan kemunculan intelijen represif alias “tanpa ba-bi-bu, jedor” seperti dimasa Orde Baru. Meski demikian harapan ini tidak berarti sebaliknya yaitu menjadikan institusi intelijen negara ini lemah. Maka “Jalan tengah harus diambil”, Jalan tengah yang dimaksud adalah mengakomudir tuntutan demokratisasi, prinsip-prinsip HAM dan kewenangan yang tetap dapat memperkuat posisi BIN sebagai salah satu instrumen keamanan negara. Upaya itu sudah dilakukan dengan adanya Undang-undang No. 17 Tahun 2011 tentang Intelejen Negara karena “Dalam keadaan dunia yang menuntut balance of power sekarang ini, maka kuncinya terletak di kekuatan Intelijen”.
NKRI harga mati! 




Sumber : JKGR

Engineer PT.DI Lulus Sekbang A-85 Diproyeksikan Menjadi Pilot KFX/IFX

BANDUNG-(IDB) : Pria yang sering di sapa Iqbal itu bukan penerbang biasa. Iqbal nanti akan menjadi pilot pesawat jet tempur.

Nanti, setelah menempuh 1000 jam terbang, dirinya akan diproyeksikan pesawat sahil kerja sama Pemerintah Korea dan Indonesia, KFX/IFX (Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment), yang berkelas diatas F-16 Amerika Serikat.

"Saya sungguh tidak menyangka akan menempuh pendidikan di Sekbang A-85 ini," ujar Iqbal, di sela-sela penutupan pendidikan Sekbang A-85, di gedung Wisma Adi, Lanud Adisutjipto, senin.

Iqbal lulus dari dari pendidikan setelah menamatkan 180 jam terbang. Rincianya masing-masing 60 jam terbang untuk pesawat jenis Bravo, dan 120 jam terbang untuk pesawat jenis Charlie.

Adapun perjalanan Iqbal menempuh pendidikan Sekbang dimulai ketika dirinya berkarier sebagai teknisi (Engineer) di PT.Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jabar. kala itu muncul rencana kerja sama Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk membuat jet tempur.

Kemudian PT DI mengusulkan agar ketika pesawat tersebut terealisasi, test pilotnya bukan hanya berasal dari militer namun juga dari kalangan teknisi perusahaan, sebagai upaya pengembangan teknologi.

"Saya dipersiapkan sebagai pilot sipil dari PT DI, yang nantinya akan menjajal KFX/IFX. Sedangkan empat pilot lainya berasal dari militer. hal itu merupakan langkah pengembangan teknologi dari perusahaan Dirgantara Indonesia." ucap Iqbal, yang juga pernah mengenyam pendidikan Aeronautika ITB.

Lalu, oleh kantornya, didaftarkanlah bapak satu anak ini di Sekbang A-85. Selama menempuh pendidikan, berbagai tantangan dan cobaan dirasakan oleh Iqbal. tantangan terbesar ialah rasa rindu kepada istri dan anak perempuanya, Fatimah Aruni, yang baru berusia dua tahun.




Sumber : Kaskus

Damen Schelde Naval Shipbuilding Lays Keel for First Sigma 10514 PKR Frigate

SURABAYA-(IDB) : In accordance with the agreed planning in the contract for the construction of a Damen SIGMA Frigate for the Indonesian Navy, the keellaying ceremony has taken place on 16 April 2014 at the PT PAL (Persero) Shipyard in Surabaya, Indonesia.
 
The construction of the 4 modules that are going to be built at PT PAL (Persero) Shipyard Surabaya and the two modules that are being built in Vlissingen, are proceeding according to schedule
 
The construction and testing of the modules simultaneously at two different locations signifies the unique Damen Schelde Naval Shipbuilding modular building strategy that is unparalleled in the naval shipbuilding industry. All modules will be assembled at the PT PAL (Persero) Shipyard under main contractorship of Damen Schelde Naval Shipbuilding followed by Harbour Acceptance Tests and Sea Acceptance Trials.
 
Second Frigate

Furthermore, the progress for the second SIGMA 10514 PKR frigate, for which the contract was signed 14 February 2013, proceeds as scheduled and construction is foreseen to start in approximately 3 months.
 
Expanding Indonesian Navy

The acquisition of the SIGMA 10514 PKR Frigate is part of the further modernization and expansion of the Indonesian Navy, TNI-AL. The main missions and tasks of the SIGMA PKR 10514 will be in the domains of naval warfare as well as Maritime Security missions and tasks. Also, the ship may be used for humanitarian support tasks.
 
The main characteristics of the SIGMA PKR 10514 Frigate are:
Length: 105 mtr
Width: 14 mtrs
Displacement: approx. 2400 tons
Propulsion: Combined Diesel and Electric(CODOE)
Crew: 100 + 20 spare accommodation

Combat System:
 
-  Extensive Air, Surface and Sub-Surface Surveillance capabilities.
-  Guided missile Systems and gun systems for Anti-Air Warfare and Anti-Surface Warfare
-  Torpedo systems for Anti-Submarine Warfare
-  Active and Passive Electronic Warfare Systems
-  Tacticos Combat Management System
-  Also, the SIGMA PKR 10514 Frigate will be able to carry an organic helicopter.
Publication date: 18-4-2014




Source : Damen

AL Se-Pasifik Barat Mantapkan Kode Etik

Kode tata perilaku itu bertujuan membangun bentuk komunikasi yang efektif antara kapal yang melintasi di kawasan Asia Pasifik untuk menghindari salah pengertian yang dapat menimbulkan bahaya di laut 

QIANGDO-(IDB) : Pimpinan Angkatan Laut negara-negara Pasifik Barat memantapkan kode etik berperilaku di laut, khususnya di perairan Asia Pasifik.

Kode tata perilaku dengan sebutan CUESS-Code of Unplanned Encounters on The Sea, menjadi salah satu bahasan yang mengemuka dalam simposium ke-14 Angkatan Laut Pasifik Barat (Western Pacific Naval Symposium/WPNS) di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, Selasa petang.

Kode tata perilaku itu bertujuan membangun bentuk komunikasi yang efektif antara kapal yang melintasi di kawasan Asia Pasifik untuk menghindari salah pengertian yang dapat menimbulkan bahaya di laut.

"Kode tata berperilaku itu diperlukan untuk membangun komunikasi yang efektif antarkapal yang melintasi perairan pasifik, sehingga tidak terjadi salah pengertian yang dapat menimbulkan bahaya di laut," kata Kepala Staf Angkatan Laut Tiongkok Laksamana Wu Sheng Li.

Tak sampai disitu, CUESS lanjut Shengli, juga dapat digunakan untuk berkomunikasi antarkapal dan pesawat yang melintas di atas perairan. Sehingga pencegahan insiden di laut dilakukan secara efektif dan komprehensif," katanya.

Sementara itu Kepala Japans Maritime Self-Defense Force Laksamana Katsutoshi Kawano mengatakan kode etik itu sebagai hal yang positif sebagai upaya menjamin keamanan para pelintas di laut.

"Kode etik itu, sangat baik jika dapat dirumuskan dan diwujudkan sebagai upaya untuk menghindari kecelakaan atau insiden berbahaya di laut," katanya.

Sedangkan Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Madya Ray J Griggs mengatakan masih diperlukan rumusan panjang untuk mewujudkan kode tata perilaku di laut, khususnya di pasifik.

"Namun begitu, kode etik itu dapat menjadi positif untuk menghindari salah paham sekaligus menjadi upaya untuk saling menumbuhkan rasa saling percaya, serta menjamin keterbukaan diantara kapal-kapal yang bertemu serta bermanuver di laut," katanya.

WPNS yang berdiri pada 1987 merupakan perrtemuan dua tahunan antara kepala angkatan laut negara-negara Pasifik Barat, beranggotakan 21 negara pendiri, salah satunya Indonesia dan tiga negara peninjau.

Pada WPNS ke-14 itu, dibahas pula kemungkinan Pakistan menjadi negara peninjau dalam forum. 




Sumber : Antara

408 Prajurit Ikuti Latihan Interoperability Komlek TNI

JAKARTA-(IDB) : Sebanyak 408 Prajurit TNI terdiri dari, 107 Pelaku, 197 Pendukung, 44 Petatar Koordinasi Bantuan Tembakan (Korbantem) dan 62 Penyelenggara, mengikuti Latihan Interoperability Komunikasi dan Elektronika (Komlek) TNI tahun 2014.

Latihan yang dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam suatu upacara militer di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (22/4/2014) ini, dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan Interoperability Komunikasi pada Operasi Gabungan TNI guna menjamin sistem komando pengendalian, dengan sarana komunikasi yang cepat, tepat dan aman.


Sedangkan sasarannya adalah meningkatnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pelaksanaan Interoperability Komunikasi, guna menjamin tercapainya prinsip cepat, tepat dan aman, kemudian mampu merealisasikan jaring dan hubungan komunikasi antar satuan yang terlibat dalam Latgab TNI tahun anggaran 2014.


Selain itu juga demi terselenggaranya komunikasi yang dapat mendukung tugas pokok Komando Gabungan (Kogab) TNI dalam melaksanakan Operasi Gabungan TNI yang meliputi Operasi Darat Gabungan, Operasi Laut Gabungan, Operasi Udara Gabungan, Operasi Khusus Gabungan, Operasi Linud dan Operasi Amfibi.


Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, tugas seorang pemimpin atau Panglima atau Komandan adalah menyiapkan pasukannya agar selalu siaga operasional, siap digerakkan dan siap digunakan serta memelihara dan meningkatkan kesejahteraan.

Dalam konteks latihan Interoperability, Panglima TNI menekankan:


Pertama, untuk memperkuat Interoperability TNI yang pertama kali kita bangun adalah jiwanya, apabila jiwa prajurit dapat bersatu maka langkah berikutnya yang dibangun adalah infrastrukturnya, alat komunikasinya, sistemnya dan SOPnya.


"Sehingga pengoperasian alutsista dan alat utama komunikasi yang digunakan bisa berjalan dengan baik. Dengan latihan ini, maka kelemahan-kelemahan berkaitan dengan sistem, metode, alutsistanya dapat diketahui dan selanjutnya dilakukan pembenahan menuju kondisi yang sempurna," kata Moeldoko.


Kedua, latihan seperti ini bila perlu dilakukan setiap dua bulan sekali dan menjadi tradisi di lingkungan Prajurit TNI. Karena latihan merupakan kebutuhan, latihan bagian dari kesejahteraan dan kedatangan sejumlah Alutsista juga merupakan bagian dari kesejahteraan. Jangan sampai nanti Alutsista kita canggih datang, para prajurit tidak tahu harus berbuat apa karena tidak tahu mengoperasikannya.


Latihan Interoperability Komlek TNI yang digelar mulai tanggal 22 s.d. 25 April 2014 di wilayah Jakarta, Bogor dan sekitarnya, melibatkan beberapa Alutsista TNI yaitu: 1 unit KRI Jenis Frosch, 1 unit Pesawat Angkut CN-295, 1 unit Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle dan 1 unit Helly Bolco.




Sumber : Tribunnews