Kamis, Agustus 07, 2014
0
 Alutsista Dan Personel Koarmatim Siap Laksanakan Sail Raja Ampat 

SURABAYA-(IDB) : Panglima Komando ARMADA RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI S.M. Darojatim menegaskan kepada seluruh jajaran Koarmatim, agar mendukung pelaksanaan seluruh AGENDA nasional Sail RAJA AMPAT 2014, baik dukungan alat utama sistem senjata termasuk pangkalan, dan personel. Berbagai agenda tersebut di antaranya BAKTI SOSIAL kemanusiaan Surya Bhaskara Jaya ke-63, Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara (LNRPB/KPN), yach race, Pameran Potensi Daerah yang dimulai tanggal 8 Agustus 2014, serta puncaknya parade kapal perang dan kapal layar atau fleet review, atraksi Helly Water Jump dan terjun payung oleh personel Kopaska Koarmatim pada tanggal 23 Agustus 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta, Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat. Sebelumnya, juga akan dilaksanakan upacara bendera peringatan ke-69 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2014 di salah satu pulau terluar.

Penegasan tersebut dikemukakan Pangarmatim Laksda TNI S.M. Darojatim pada acara pengarahan kepada seluruh Komandan Satuan dan Komandan KRI jajaran Koarmatim, Selasa (5/8) agar melaksanakan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan dengan sebaik-baiknya seluruh rangkaian kegiatan Sail Raja Ampat 2014.

Pada hari yang sama, Asisten Operasi Kasal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E., melaksanakan peninjauan ke KRI dr. Suharso- 990 sekaligus melihat secara langsung TACTICAL FLOOR Game (TFG) di atas kapal perang yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung pada Sail Raja Ampat 2014. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos., beserta para Komandan Satuan jajaran Koarmatim.

Seusai kegiatan tersebut, KRI dr. Suharso-990 yang disiapkan untuk mendukung bakti sosial kemanusiaan Surya Bhaskara Jaya ke-63 bertolak dari Koarmatim menuju Jakarta untuk embarkasi sejumlah PERSONEL dan material kesehatan, dan selanjutnya menuju Waisai, Raja Ampat, Papua Barat. Sementara KRI Surabaya-591 dan KRI Makassar-590 yang dipersiapkan untuk mendukung LNRPB/KPN telah standbay di Jakarta hingga saat ini.

Sementara unsur-unsur lainnya yang berjumlah kurang lebih 20 kapal perang dan sejumlah pesawat udara 2 helikopter sebagian besar telah mendekati Kepulauan Raja Ampat guna melaksanakan latihan-latihan dan persiapan yang dibutuhkan. Kapal perang yang terlibat dalam Sail Raja Ampat merupakan gabungan berbagai jenis KRI di jajaran Koarmatim antara lain kapal perang jenis fregat, korvet, Kapal Cepat Rudal (KCR), Buru Ranjau (BR), kapal patroli cepat Fast Patrol Boat (FPB), LandingPlatfrom Dock, dan kapal bantu.

Kegiatan Sail Raja Ampat 2014 melibatkan beberapa Kementerian/Lembaga sebagai anggota panitia, antara lain Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan, TNI, serta Pemerintah Provinsi, Kota dan Daerah.

Adapun beberapa lokasi yang telah siap oleh segenap panitia, antara lain Pantai Waisai Torang CINTA sebagai lokasi acara puncak Sail Raja Ampat, Rumah Pintar, lokasi Pameran Potensi Daerah, Kantor Sekretariat Panitia Nasional, Akademi Perikanan Sorong, serta Balai Budi Daya Ikan Kerapu yang juga menjadi lokasi peninjauan. Pangkalan TNI AL Sorong bekerja sama Pemerintah Daerah juga berperan dalam memotivasi dan memobilisasi semua sumber daya daerah, termasuk keterlibatan sektor swasta.

Sail Raja Ampat merupakan sail yang ke-6 kalinya diselenggarakan setelah Sail Bunaken pada 2009, Sail Banda (2010), Sail Wakatobi-Belitung (2011), Sail Morotai (2012), serta Sail Komodo (2013). Sail Raja Ampat bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Kegiatan ini juga menjadi model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, serta mempromosikan lokasi sail sebagai tujuan wisata nasional dan internasional.

Penyelenggaraan Sail Raja Ampat diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah terutama bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil melalui sektor pariwisata bahari khususnya di wilayah Papua Barat dan sekitarnya. Contohnya, Kota MANADO di Provinsi Sulawesi Utara yang pada tahun 2009 menjadi tempat penyelenggaraan Sail Bunaken, saat ini telah menjadi SENTRA bisnis di kawasan timur INDONESIA. Sail Banda 2010 juga telah memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Maluku. Sail Morotai 2012, telah mendorong ditetapkannya Provinsi Maluku Utara sebagai kawasan Ekonomi Khusus.

Satkopaska Siapkan Demo Sail Raja Ampat 2014  


Sebanyak dua tim yang terdiri dari 14 prajurit Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkopaska Koarmatim) melaksanakan latihan Helly WATER jump di Perairan Koarmatim Ujung, Surabaya, Selasa (5/8/2014). Latihan yang ditinjau langsung oleh Komandan Satkopaska Koarmatim Kolonel Laut (E) Bramantyo itu, dalam rangka persiapan melaksanakan demo pada acara Sail RAJA AMPAT di Sorong Papua Barat dalam waktu dekat ini.

Dalam latihan kali ini, prajurit Satkopaska Koarmatim menggunakan sarana Helly Bell No.HU 419 milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk melaksanakan latihan Helly Water jump. Sebanyak 14 prajurit yang diantaranya adalah Jumping MASTER telah dibagi menjadi dua tim dipersiapkan untuk demo dalam acara Sail Raja Ampat.

Dibawah kendali Mayor Laut (KH) Kemas M. Yusri selaku Komandan Latihan, bergantian satu-persatu prajurit Satkopaska Koarmatim melaksanakan aksi terjun ke laut melalui helly. Dua kendaraan tempur air Sea Rider dan tiga perahu karet juga teleh disiagakan untuk mempercepat olah gerak dalam mengevakuasi prajurit yg selesai terjun. 


Kapal Rumah Sakit Apung Bertolak Menuju Raja Ampat  

Kapal Perang Rumah Sakit Apung KRI dr. Soeharso-990 dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim, Selasa (5/8/2014) lepas dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, bertolak menuju Jakarta. Kapal yang membawa 880 PERSONEL yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya LXIII/2014 ini, selanjutnya akan bertolak menuju daerah sasaran di RAJA AMPAT, Sorong, Papua Barat untuk melakukan kegiatan BAKTI SOSIAL kemanusiaan.

Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh TNI AL, merupakan wujud kemanunggalan TNI AL dengan rakyat serta wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat di daerah pesisir/ pantai pulau terluar, dalam rangka untuk membantu mempercepat pembangunan yang dapat membuka peluang usaha dan memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Pelaksanaan pada tahun ini, sekaligus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sail Raja Ampat 2014 di wilayah Papua.

Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya LXIII/2014 ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), yang secara terpadu melaksanakan kegiatan sosial di Wilayah Kerja Lantamal X Jayapura, guna membantu pemerintah daerah dalam rangka pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di pesisir pantai serta pulau-pulau kecil.

Kegiatan yang dilakukan meliputi, pelayanan kesehatan, renovasi sarana dan prasarana umum, penyuluhan ketahanan nasional dan penyerahan bahan kontak di P. Mutus Waigeo Barat, Sorong, dan Waisei Raja Ampat, sebagai acara puncak Sail Raja Ampat pada tanggal 23 Agustus 2014.

Sebagai Kapal Perang Rumah Sakit Apung, KRI dr. Soeharso-990, memiliki fasilitas bedah, ICU, laboratorium, rontgen serta unit kesehatan pendukung lainnya. Kegiatan bakti sosial yang melibatkan 880 personel ini, diantaranya dari staf Satgas 364 orang, KRI dr. Suharso 126 orang, Crew Helly 9 orang, Staf Pelayanan Kesehatan 9 orang, dokter spesialis TNI AL 11 orang, dokter umum TNI AL 3 orang, dokter gigi TNI AL 3 orang, apoteker 5 orang, bidan 5 orang, RECOVERY ROOM 2 orang, penata rontgen 1 orang, analis medis 3 orang elektro medis 3 orang, perawat 54 orang, Zeni Marinir 60 orang, dan pelayanan masyarakat 39 orang.



Sumber : TNI AL

0 komentar:

Poskan Komentar