Pages

Sabtu, Oktober 26, 2013

Panglima TNI : 2014 Pengadaan Alutsista Baru TNI AD Capai 15 Persen

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman, mengatakan, hingga akhir 2014, pemenuhan alat utama sistem senjata baru TNI AD mencapai 15 persen dari peralatan yang dimiliki.

Menurut dia, penggantian alusista tidak hanya bertumpu pada alutsista tempur melainkan juga alat komunikasi dan intelijen. Saat ini, TNI AD sedang berupaya untuk menghadirkan satelit yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi namun juga difungsikan sebagai satelit pengintai.

Ia menjelaskan khusus satuan Infantri AD, hampir semua peralatan maupun persenjataan sudah menggunakan produk dalam negeri.

Budiman berharap, di kemudian hari TNI AD juga mampu mengembangkan peralatan maupun persenjataan dari kesatuan lain untuk dibuat di dalam negeri.

"Kami akan mencoba lakukan riset dengan berbagai universitas yang dilakukan direktorat peralatan, perhubungan, zeni, kesehatan dan perbekalan," ucap KSAD.

Dalam waktu enam bulan kedepan, riset tersebut diharapkan dapat menghasilkan alat bantu yang bisa digunakan bagi TNI AD.




Sumber : Republika

Berita Foto : AU Jepang Latihan Mobilisasi Serangan Mendadak

Armada Hercules Yokota


YOKOTA-(IDB) : Pada 22 Oktober kemarin, Pangkalan Udara Yokota di Jepang, meluncurkan semua armada pesawatnya sebagai bagian dari misi formasi besar. C-130 Hercules, UH-1 Hueys, dan C-12 Hurons diterbangkan untuk unjuk kemampuan guna memberikan dukungan sebagai armada airlift utama Barat untuk wilayah pasifik.

Armada Hercules Yokota

Sepuluh C-130H Hercules dari Skuadron Airlift ke-36 berpartisipasi dalam latihan serangan mendadak yang menguji kesiapan Pangkalan Udara Yokota dalam mengakomodasi misi dan taktik besar.

Armada Hercules Yokota




Sumber : Artileri

KRI Diponegoro Akhiri Tugas Perdamaian Di Lebanon

LEBANON-(IDB) : Kapal Perang Republik Indonesia Diponegoro-365 yang tergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-E/UNIFIL 2013 dijadwalkan mengakhiri tugas misi perdamaian di Lebanon pada 2 November 2013.

Perwira Penerangan Satgas Maritim Letnan Satu (P) Nursalim dalam keterangan melalui surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Kamis malam, menyebutkan KRI Diponegoro telah bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon selama sekitar tujuh bulan.

Komandan KRI Diponegoro-365 selaku Komandan Satgas Maritim Letnan Kolonel Laut (P) Hersan beserta sejumlah stafnya mengunjungi LAF-Navy Commander in-Chief Rear Admiral (RADM) Nazih Jbaily di Pangkalan Angkatan Laut Beirut, Kamis, dalam rangka kunjungan perpisahan.

"Kunjungan ini dilakukan setelah KRI Diponegoro melaksanakan tugas ke-25 di wilayah operasi perairan Laut Mediterania," kata Lettu Nursalim.

Menurut ia, dalam kunjungan tersebut, Komandan KRI Diponegoro berpamitan kepada pimpinan tertinggi Angkatan Laut Lebanon dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan kerja sama selama kurang lebih tujuh bulan bertugas menjalankan tugas di Laut Mediterania Lebanon.

"Sesuai rencana, KRI Diponegoro mengakhiri misi perdamaian dunia di Lebanon pada 2 November 2013 dan selanjutnya berlayar menuju Indonesia," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, pimpinan AL Lebanon RADM Nazih Jbaily juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komandan dan seluruh personel KRI Diponegoro yang memberikan kesempatan perwira dan kadet AL Lebanon bergabung di kapal tersebut.

"Saya terkesan dengan pelaksanan `Medal Parade` dan `cocktail party` di KRI Diponegoro. Saya berharap kapal pengganti KRI Diponegoro dapat meneruskan segala prestasi dan keramahtamahan selama ini," kata Admiral berbintang dua tersebut.

Pada akhir kunjungan pamitan itu, Komandan KRI Diponegoro dan RADM Nazih Jbaily saling bertukar cenderamata. 




Sumber : Antara