Pages

Rabu, Februari 29, 2012

Sertijab Kepala Staf Korps Marinir

JAKARTA-(IDB) : Jabatan Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) yang sebelumnya dijabat Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin diserahterimakan kepada Brigjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington dalam sebuah upacara sederhana dipimpin Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jl. Prapatan 40, Jakarta, Rabu (29/2).

Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin yang telah menjabat Kas Kormar selama kurang lebih 2 tahun, 6 bulan, 25 hari selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Komandan Lantamal III Jakarta. Sedangkan Brigjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington sebelumnya adalah Komandan Pasmar-1 Surabaya.


Dalam amanat tertulisnya, Dankormar mengatakan, serah terima jabatan pejabat teras di lingkungan Korps Marinir adalah merupakan bagian dari dinamisasi suatu organisasi. Hal ini bukan saja diarahkan untuk peremajaan dan kaderisasi kepemimpinan, namun lebih dari itu diarahkan untuk memantapkan manajemen organisasi agar lebih antisipatif terhadap dinamika lingkungan dan proaktif dalam menyikapi fenomena yang berkembang, “ Dengan demikian, serah terima jabatan diharapkan dapat membawa semangat dan energi baru serta penyegaran ide-ide pemikiran sehingga secara sinergis mampu menghasilkan output yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu “ tegas orang nomor satu di jajaran Korps Marinir itu.


Pada kesempatan tersebut Dankormar selaku Pemimpin Korps yang mewakili seluruh jajaran Korps Marinir menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangan pemikiran serta upaya-upaya lain kepada pejabat lama dan ucapan selamat kepada pejabat baru atas kepercayaan TNI AL dan Korps Marinir untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Korps Marinir.


Kepada pejabat baru Dankormar menyampaikan beberapa hal sebagai pedoman kerja di antaranya untuk mengadakan upaya nyata agar terpelihara koordinasi, integrasi dan sinkronisasi kegiatan, baik antar unsur-unsur pada tingkat Mako Kormar, Kolak Kormar maupun antara unsur Mako dengan Kolak Kormar, sehingga tercipta kondisi kerja yang lebih harmonis.


Hadir dalam Sertijab orang nomor dua di jajajaran Korps Marinir tersebut, Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara, para Asisten Dankormar dan Kadis Kormar, serta para Komandan Komando Pelaksana (Dankolak) Korps Marinir.

Sumber : Kormar

Pangkalan Radar NATO di Turki Mulai Beroperasi

ANKARA-(IDB) : Amerika Serikat mengkonfirmasikan pengaktifan radar anti-rudal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Turki.
 
Panglima militer Amerika Serikat di Eropa Letnan Jenderal Mark Phillip Hertling menyatakan bahwa militer Amerika Serikat mengendalikan sistem radar di Provinsi Malatya, Turki timur. Demikian dilaporkan Press TV (29/2).
 
Di lain pihak, para aktivis Turki memprotes pembangunan radar anti-rudal NATO itu setelah Ankara menyatakan siap menjadi tuan rumah sistem radar anti-rudal NATO pada bulan September 2011.
 
Di samping itu, para politisi dan anggota parlemen juga memperingatkan bahwa sistem radar anti-rudal itu tidak akan bermanfaat bagi Turki dan hanya dalam rangka melayani kepentingan rezim Israel.
 
Pembangunan pangkalan radar itu oleh para pejabat Amerika disebut-sebut sebagai kerjasama militer paling signifikan antara AS dan Turki sejak 2003.
 
Sistem tersebut diklaim AS dan sekutunya Eropa sebagai bagian dari "perisai pertahanan rudal" NATO di Eropa dalam menghadapi ancaman rudal dari Iran dan Rusia.
 
Adapun para pengamat menilai pembangunan sistem rudal NATO tersebut membahayakan posisi Turki sebagai tuan rumah, karena selain tidak bermanfaat, keberadannya juga akan melibatkan Turki di setiap friksi dan perang yang digelar oleh Amerika Serikat, NATO, atau Israel di kawasan.

Sumber : Irib

Spanyol Berharap Peningkatan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto, Rabu (29/2), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia HE Rafael Conde, di Kantor Kemhan, Jakarta. Kunjungan Dubes Spanyol untuk Indonesia kali ini adalah untuk meningkatkan kerjasama pertahanan kedua negara.
 
Dijelaskan oleh Dubes Spanyol bahwa Indonesia dan Spanyol sebenarnya sudah menandatangani MoU mengenai kerjasama pertahanan.  Spanyol dan Indonesia  sudah bekerjasama di bidang industri penerbangaan yaitu pembangunan pesawat-pesawat Cassa di PT DI karena itu Dubes Spanyol menawarkan peningkatan kerjasama dalam bidang industri pertahanan.

Sekjen Kemhan menjelaskan bahwa sejak enam tahun yang lalu kerjasama pertahanan Indonesia dan Spanyol telah dikukuhkan dengan ditandatanganinya MoU dan akhir tahun 2011 lalu Kementerian Pertahanan telah mengirimkan draft kerjasama pertahanan terbaru kepada pemerintah Spanyol.

Sumber : DMC

Kopaska Unjuk Kemampuan Dalam Infiltrasi Daerah Lawan Melaui Laut Dan Udara

SURABAYA-(IDB) : Sebagai  pasukan elit TNI AL, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim memiliki kemampuan operasi peperangan laut khusus, seperti infiltrasi ke daerah lawan melalui laut dan udara.  Konsentrasi kekuatan tersebar di beberapa wilayah setrategis, merupakan acaman serius yang harus segera di lumpuhkan dan dihancurkan. Untuk membuka pintu masuk bagi pasukan lain menuju daerah sasaran, Pasukan Katak mendapat tugas menghancurkan intalasi pertahanan musuh yang berada didaerah garis pantai.

Kemampuan itu ditunjukkan pada saat Satkopaska Koarmatim menggelar latihan beberapa waktu lalu. Dengan mengunakan sebuah pesawat angkut militer, satu tim Kopaska Koarmatim yang terdiri dari 7 orang personel melakukan penerjunan (military Free Fall) tidak jauh dari target yang akan di hancurkan. Kondisi medan tempur yang berada di garis pantai itu didominasi hutan dan semak belukar. Hal ini sangat membantu gerak tim Kopaska untuk berlindung dari pengamatan musuh. Tim penghancur ini dipimpin oleh Komandan Tim Mayor Laut (P) Yudo Ponco membentuk Taktik Satuan Kecil (Tactical Small Unit) bergerak senyap mendekati sebuah bangunan berupa gudang senjata dan amonisi milik musuh.

Terdapat sekitar lima orang di dalam bangunan itu. Salah satu diantara mereka sedang berdiri disebuah pos penjagaan dengan senjata lengkap. Sedangkan 4 orang lainnya sedang duduk-duduk sambil berbincang dengan rekan mereka di dalam bangunan utama. Melihat kondisi itu, supaya dapat masuk kedalam instalasi musuh sebelumnya harus melumpuhkan seorang penjaga yang ada diluar. Sniper Kopaska  menggunakan senjata M14 kaliber 7,62 mm berhasil melumpuhkan penjaga dari tempat tersembunyi.

Sejurus kemudian tim Kopaska menyerbu ke dalam instalasi musuh dengan melemparkan granat tangan. Suara ledakan granat disusul rentetan tembakan senjata otomatis M4 A-1 dan M60 kaliber 7,62mm yang digunakan Kopaska, mengejutkan 4 orang yang ada di dalam. Kedatangan Pasukan Katak secara tiba-tiba membuat musuh tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti. Dalam waktu singkat, 5 orang musuh dapat dilumpuhkan. Selanjutnya tim Kopaska melakukan demolisi (penghancuran) instalasi gudang senjata dan amonisi musuh kemudian segera melakukan pengundurun.

Pertempuran itu merupakan salah satu rangkaian latihan K-2 Cantoka Senayudha “Gurila” (gunung rimba laut) yang berlangsung sejak tanggal 10 sampai dengan tanggal 29 februari 2012. Latihan K-2 tahun 2012 dibuka oleh Komandan Satkopaska Koarmatim Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katiandagho, di Mako Kopaska Koarmatim Ujung Surabaya belum lama ini, Jum’at (10/02). Sebanyak 152 personel gabungan Kopaska dan staf terlibat dalam kegiatan tersebut. Sedangkan personel Kopaska yang terlibat sebagai pelaku ada 5 tim, masing-masing tim terdapat 7 orang. Materi yang diterapkan dalam gladi tempur K-2 Kopaska tersebut adalah kemampuan menembak (markmanship), melintasi medan pegunungan (mountainering), landing dan dropping pasukan melalui laut dan udara serta intelijen tempur.

Selain itu, gladi tempur Gurila juga mempelajari materi tentang Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP), survival, pengintaian pantai, navigasi laut, Taktik Satuan Kecil (Tsk) serta demolisi. Sebagai puncak latihan K-2 Cantoka Senayudha dilaksanakan gladi tempur gabungan dari beberapa materi latihan yang disebut full mission profile. Latihan K-2 Kopaska diselenggarkan secara rutin 3 kali dalam setahun dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme serta kerja sama tim Kopaska dalam menyelenggarakan peperangan laut khusus.

Sumber : Koarmatim

IPSC Dibangun Untuk Meningkatkan Prestasi Indonesia Dalam Menjaga Perdamaian Dunia

JAKARTA-(IDB) : Indonesia memiliki prestasi yang membanggakan dalam mengemban misi menjaga perdamaian dunia. Prestasi yang baik ini merupakan salah satu alasan mengapa kawasan dan fasilitas Indonesia Peace and Security Centre (IPSC) atau Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia dibangun.
 
Pembangunan fasilitas IPSC ini juga menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP, M.A., saat membuka Workshop Pembangunan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia, Selasa (28/2) di kantor Kemhan, Jakarta.

Sekjen Kemhan mengatakan,  sejarah telah mencatat bahwa Indonesia telah berkontribusi pada penugasan di Mesir dan kemudian di Kongo pada tahun 1960, itu adalah awal keterlibatan Indoensia dalam misi perdamaian dunia. Indonesia adalah negara yang sangat aktif dalam berkontribusi pada misi perdamaian dunia. Dunia juga menilai bahwa Kontingen  Indonesia dimanapun mereka mengemban tugas memiliki prestasi yang cukup baik. Tentu saja penilaian ini wajib dipertahankan dan kalau mungkin ditingkatkan di masa - masa mendatang.

Lebih lanjut Sekjen menjelaskan,  sebagaimana diketahui bersama bahwa telah diresmikan oleh Bapak Presiden RI Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Bukit Merah Putih, Desa Suka Hati, Kecamatan Citeureup, Kawasan Sentul, Bogor. Kawasan tersebut telah dideklarasikan Bapak Presiden RI sebagai kawasan Canti Dharma. Disana akan dibangun Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia yang bertaraf internasional yang dinamai IPSC.

Sekjen mengatakan,  proyek pembangunan IPSC ini diharapkan dapat selesai sebelum masa Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Kedua  berakhir pada tahun 2014, sehingga perlu adanya usaha dan kerja keras dari masing  - masing instansi terkait.

Proyek pembangunan fasilitas IPSC melibatkan berbagai instansi  dan lembaga terkait yang akan meliputi tujuh proyek antara lain, Peace Keeping Centre yang dikerjakan oleh Kemhan dan TNI, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme yang akan ditangani oleh BNPT, Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana oleh BNPB, Stanby Force Base Mabes TNI, Language Centre oleh Kemendikbud, UNHAN oleh Kemendikbud, dan Olah Raga Militer oleh Kemhan.

Sekjen Kemhan mengungkapkan,  dalam mewujudkan keinginan pembangunan kawasan IPSC yang merupakan proyek nasional ini, saat ini masih dihadapkan pada beberapa kendala baik bersifat teknis maupun yang bersifat kebijakan. Kendala tersebut disebabkan karena satuan yang terlibat didalamnya adalah lintas kementerian dan lembaga.

Oleh karena itu, Sekjen Kemhan berharap melalui kesempatan pelaksanaan workshop ini diharapkan dapat mengungkap semua permasalahan yang ada kemudian dicarikan solusinya. Semua pihak diharapkan berpartisipasi untuk dapat berperan dan memberikan kontribusi atau masukan guna suksesnya pembangunan IPSC.

Workshop Pembangunan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia ini diselenggarakan oleh Kemhan dengan maksud untuk mengantisipasi permasalahan dan sekaligus mencarikan solusi demi kelancaran Pembangunan IPSC.  Sedangkan tujuannya adalah untuk menyamakan pola tindak dari setiap stake holder yang terlibat agar seluruh kegiatan pembangunan dilakukan tidak menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku.

Workshop berlangsung selama satu hari dan diikuti beberapa pejabat dari instansi terkait antara lain Kemhan, Mabes TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Universitas Pertahanan Indonesia, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kemendikbud, Kementerian PU dan instansi terkait lainnya. 

Sumber : DMC

AS Miliki Mainan Senjata Mata-mata Baru

OHIO-(IDB) : Perangkat mata-mata terbaru militer Amerika Serikat (AS) ini lebih mirip mainan anak-anak. Namun perangkat baru ini merupakan perangkat tercanggih dunia.

Angkatan Udara (AU) AS mengembangkan miniatur pesawat mata-mata super kecil berwujud burung, bahkan serangga yang keberadaannya bisa luput dari perhatian. Micro Air Vehicles (MAVs) dikembangkan di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio.

Misi Laboratorium Riset AU ini yakni mengembangkan MAVs yang mampu mencari, melacak dan menarget musuh sembari beroperasi di lingkungan kota yang rumit.

Pemimpin teknisi Dr Gregory Parker menggunakan beragam helikopter mungil serta robot di lab guna mengembangkan program dan software ini.

Pengujian robot ini bertempat di lingkungan dalam ruangan. Selama itu, data yang terkumpul akan digunakan pengembangan lebih lanjut. Defense Advanced Projects Agency AS menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan robot mungil ini dan berharap mampu menciptakan ‘lalat di dinding’.

Pada dua tahun lalu, peneliti mengungkap berhasil membuat robot kumbang yang mampu dikendalikan nirkabel melalui laptop.

Sumber : Itoday

TNI POLRI Dapat Tambahan Anggaran Sebesar Rp. 24 T Dari Sisa Anggaran Lebih Tahun 2011

JAKARTA-(IDB) : Sebagian sisa anggaran lebih (SAL) tahun 2011 akan digunakan untuk kepentingan Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian.

Hal ini akan diajukan pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat, saat pembahasaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 mulai awal April.     

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Tak dijelaskan oleh Hatta alasan, nilai, maupun peruntukan, dana sisa anggaran lebih (SAL) tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa sebagian besar dana SAL akan digunakan untuk kepentingan proyek infrastruktur.

SAL tahun 2011 yang dapat digunakan senilai Rp 30 triliun. Sesuai dengan ketentuan, 20 persen di antaranya harus  dialokasikan langsung untuk program pendidikan. Dengan demikian SAL yang tersisa adalah Rp 24 triliun

Sumber : Kompas

Presiden: Indonesia Harus Punya Industri Baja Internasional

CILEGON-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten, Selasa.

Biro Pers Media dan Informasi Rumah Tangga Kepresidenan, Selasa, menyampaikan pertemuan itu diawali dengan santap siang bersama pada pukul 13.00 WIB di Ruang Krakatau, Permata Krakatau Hotel.

Kemudian, pada pukul 14.00 WIB, Yudhoyono akan mendengarkan paparan dari direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Steel and Iron Coorporation (Posco) dari Korea Selatan resmi mendirikan perusahaan patungan pabrik baja terpadu di Indonesia, dengan investasi sekitar enam miliar dolar AS atau sekitar Rp54 triliun.

Pada komposisi awal, Posco memiliki perusahaan patungan itu sebesar 70 persen dan KS sebesar 30 persen. Selanjutnya, setelah satu tahun pembentukan perusahaan patungan, porsi saham KS akan bertambah menjadi 45 persen, sedangkan Posco menguasai 55 persen.

Nilai investasi proyek tersebut sebesar Rp38 triliun pada masa konstruksi dan Rp31 triliun pada tahap produksi.


Krakatau Steel Harus Berstandar Internasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin Indonesia memiliki industri baja berstandar internasional dan mampu memenuhi kebutuhan baja yang terus meningkat.

"Kita harus bisa membangun industri baja kelas dunia," kata Yudhoyono saat bertemu Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten, Selasa.

Presiden yang didampingi sejumlah menteri meminta industri baja nasional, terutama PT Krakatau Steel, bisa meningkatkan jumlah produksi dan memperbaiki kualitas produk.

Selain itu, iklim kerja perusahaan harus dibuat kondusif. Perusahaan harus mampu menjaga hubungan baik dengan karyawan dan masyarakat setempat.

Industri baja sangat penting karena bisa masuk ke berbagai sektor. Industri tersebut sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur, properti, pertahanan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Yudhoyono optimistis perkembangan industri baja akan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala negara menyambut baik kerja sama PT Krakatau Steel dengan perusahaan Korea Selatan, sehingga menghasilkan sebuah perusahaan patungan bernama PT Krakatau Posco.

Dia berharap Indonesia bisa mencontoh keberhasilan Korea Selatan yang bisa menjadi negara maju dalam kurun waktu sekitar tiga dasawarsa.

Meski demikian, Yudhoyono tetap berharap semua industri baja di Indonesia tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Dirut PT Krakatau Steel, Fazwar Bujang optimistis perusahaan milik negara itu akan terus berkembang.

Menurut dia, kapasitas produksi Krakatau Steel saat ini mencapai 3,15 juta ton per tahun. Dia memperkirakan, kapasitas produksi itu bisa ditingkatkan menjadi 4,52 juta ton per tahun.

Sedangkan perusahaan patungan Krakatau Posco bisa menghasilkan produk baja sebanyak 3 juta ton per tahun. Pada tahap investasi berikutnya, kapasitas itu diperkirakan meningkat hingga 6 juta ton per tahun.

PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Steel and Iron Coorporation (Posco) dari Korea Selatan resmi mendirikan perusahaan patungan pabrik baja terpadu di Indonesia, dengan investasi sekitar enam miliar dolar AS atau sekitar Rp54 triliun.

Pada komposisi awal, Posco memiliki perusahaan patungan itu sebesar 70 persen dan KS sebesar 30 persen. Selanjutnya, setelah satu tahun pembentukan perusahaan patungan, porsi saham KS akan bertambah menjadi 45 persen, sedangkan Posco menguasai 55 persen.

Nilai investasi proyek tersebut sebesar Rp38 triliun pada masa konstruksi dan Rp31 triliun pada tahap produksi.

Sumber : Antara