Pages

Minggu, Oktober 02, 2011

DPR : Indonesia Perlu Helikopter Jenis Chinook

JAKARTA-(IDB) : Anggota Komisi I DPR Roy Suryo mengemukakan TNI Angkatan Udara perlu memiliki helikopter jenis Chinook CH-47 untuk keperluan pertahanan dan keamanan termasuk penanganan bencana di daerah yang sulit terjangkau.

"Selain perlu periksa CDR 18 penumpang dan awak Cassa-212 NBA untuk memastikan `issue` adanya Incoming/Outgoing Call, Tim SAR/TNI-AU perlu miliki heli jenis CH-47 Chinook," katanya terkait jatuhnya pesawat komersil Cassa 212 di Sumatera Utara.

Roy juga mendorong Badan SAR Nasional mendapat sarana dan prasarana yang lebih baik seperti helikopter jenis Boeing CH-47 Chinook yang bisa melakukan evakuasi langsung dengan terbang diam (stay) di atas objek, tidak perlu harus terus bergerak memutar seperti heli-heli yang dimiliki SAR/TNI saat ini

Mengenai adanya seseorang bernama Toni Sianipar yang dikabarkan bisa kontak dengan salah satu korban (Ibu Astuti), Roy meragukan hal itu.

"Terus terang saya meragukan testimoni tersebut, karena menurut Tim SAR di lokasi, HP satelit saja sulit. Saya ada contoh-contoh HP satelit dan alat komunikasi yang biasa digunakan saat SAR," katanya.

Sumber: Antara

Panglima TNI Gelar Gladi Bersih Peringatan HUT TNI

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono akan menghadiri Gladi Bersih dalam rangka persiapan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-66 tahun 2011. Gladi bersih akan diselenggarakan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/10) yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Staf dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Badarudin Bakri Badar dalam siaran persnya yang diterima Jurnal Nasional, Sabtu (1/10), mengatakan gladi bersih persiapan HUT TNI ke-66 itu, juga akan dihadiri oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat dan sejumlah pejabat TNI.

Menurut Badarudin, pada Gladi Bersih akan ada demonstrasi Fly Pass Pesawat Hawk dan Sukhoi TNI AU, terjun bebas, beladiri militer Yong Moodo oleh TNI AD, beladiri militer Mix Martial Art oleh TNI AL, Rampak Bedug oleh TNI AU dan Tari Mentari Bersinar Papua.

Badaruddin menambahkan, usai acara Gladi bersih, akan dilanjutkan dengan jumpapers dari Panglima TNI. Kemudian dilanjutkan dengan acara “Lomba Menembak” antara wartawan dengan TNI serta pembagian “Id Card HUT TNI”.

Sumber: Jurnas

Hampir 5.000 Rudal Anti Pesawat SAM - 7 Libya Hilang

BENGHAZI-(IDB) : Hampir 5.000 rudal anti-pesawat SAM-7 dari arsenal mantan pemimpin Libya Muamar Gaddafi telah hilang, kata seorang pejabat militer pemerintah baru negara itu seperti dikutip AFP.

"Libya Gaddafi telah membeli sekitar 20.000 rudal SAM-7, buatan Soviet atau Bulgaria," kata Jendral Mohammed Adia, yang memimpin bagian peralatan perang kementerian pertahanan, katanya pada upacara simbolis untuk melumpuhkan sebagian dari cadangan itu.

"Lebih dari 14.000 dari rudal-rudal itu telah digunakan, hancur atau sekarang di luar misi. Sebagian besar cadangan itu di Zintan (Libya baratdaya)," katanya.

"Sekitar 5.000 SAM-7 masih hilang ... Sayang, sebagian dari rudal itu dapat jatuh ke tangan yang salah di luar negeri," kata jendral itu pada wartawan di sebuah bekas gudang senjata pasukan Gaddafi di Benghazi.

Amerika Serikat berjanji untuk bekerja erat dengan para pemimpin sementara baru Libya demi mengamankan semua cadangan senjata.

Pengembangbiakan senjata yang dirampas dari perbekalan besar Gaddafi telah menimbulkan kekhawatiran akan masa depan stabilitas Libya karena senjata itu dapat jatuh ke tangan kelompok radikal seperti Alqaeda.
Sumber: Antara

Pasdaran : AS Ciut Nyali Hadapi AL Iran

Armada V AL USA
TEHRAN-(IDB) : Seorang komandan senior Iran mengatakan, meski Amerika Serikat mengerahkan kapal induk di Teluk Persia, negara itu takut menghadapi potensi konfrontasi dengan Angkatan Laut Iran.
 
"Satu-satunya alasan negara-negara Barat, terutama AS, tidak menyerang Iran, karena mereka menyadari keberanian yang ditampilkan tentara Iran selama perang Irak-Iran," ujar Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Pasdaran), Letjend. Ali-Reza Tangsiri kepada Fars News Agency pada hari Sabtu (1/10).

Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain, melakukan patroli di kawasan dengan sekitar 30 kapal, termasuk dua kapal induk.

"Meskipun maju dalam industri militer, Iran tidak pernah berhasrat memulai perang, tapi mencari kedamaian dan ketenangan di kawasan dan hanya akan membela perbatasan negara melawan agresor," jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi sistem dan peralatan militer penting.

Baru-baru ini, Pasdaran melengkapi diri dengan rudal anti-kapal siluman produksi dalam negeri (Qader). Rudal ini telah dipuji sebagai proyektil tidak terdeteksi oleh sistem radar yang paling canggih dan salah satu dari kekuatan destruktif yang cukup untuk menenggelamkan sebuah kapal perang besar.

Iran menyatakan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain dan menegaskan doktrin militer Iran didasarkan pada pertahanan.

Sumber: Antara

Kekuatan Defensif Udara Iran Semakin Kokoh

TEHRAN-(IDB) : Kantor berita Gerakan Non-Blok (NAM) hari ini (1/10) menurunkan laporan menyinggung pertahanan udara yang dilengkapi dengan sistem rudal Mersad menyatakan bahwa pelengkapan sistem pertahanan udara dengan rudal canggih produksi dalam negeri itu, memperkokoh kekuatan defensif Iran. 
 
Sebagaimana dilaporkan IRNA, dalam laporan itu ditambahkan pula, Iran melengkapi seluruh sistem pertahanan udaranya dengan sistem rudal baru produksi dalam negeri [Mersad] dalam jumlah besar dalam rangka meningkatkan kemampuan defensif negara ini dalam menghadapi serangan udara musuh. 

Kantor berita NAM menyebutkan bahwa sistem rudal baru jarak menengah Mersad itu, menggunakan sistem canggih yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri oleh para ahli dan teknisi Iran dengan tujuan meningkatkan kekuatan defensif negara ini. 

Sistem rudal baru itu telah melalui berbagai ujicoba medan dan menjadi bagian dalam jaringan sistem pertahanan terpadu Iran. 

Sistem rudal Mersad dilengkapi dengan rudal Shahin yang mampu mengejar target di ketinggian 70 hingga 150 kilometer. 

Sumber itu menegaskan, "Pada bulan April lalu, Iran juga berhasil mengujicoba rudal Shalamcheh dan Shahin, tipe rudal pada ketinggian menengah dan rendah."

Sumber: Irib

Lantamal II Padang Perketat Pengamanan Perairan Sumatera Barat

PADANG-(IDB) : Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II TelukBayur Padang akan memperketat jalur laut di kawasan perairan Sumbar guna mengantisipasi masuknya teroris. Teroris dan jaringannya bisa masuk lewat semua wahana, jalur laut juga bisa dimanfaatkan mereka.

"Perairan di Sumbar memang berpotensi sebagai pintu masuk teroris. Untuk mencegahnya kita akan memperketat pengamanan,"kata Komandan Lantamal II Teluk Bayur Padang, Brigjen TNI (Marinir) Gatot Subroto, di Padang, Sabtu.

"Prajurit TNI-AL telah dipersiapkan untuk menangkal pemasukan jaringan teroris melalui perairan di pantai barat Sumatera itu," katanya.

Bukan cuma mereka, karena dukungan dari Gugus Tempur Laut dan Gugus Keamanan Laut Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI-AL juga siap sedia sejak awal.

Dia menambahkan, kita juga akan menggalang informasi dengan masyarakat yang berada di pesisir pantai, nelayan dan SAR Linmas.

"Jika ada orang yang mencurigakan segera bisa diantisipasi, melaporkan pada pihak Lantamal maupun pihak kepolisian. Kapan saja kami siap menerima laporan itu," katanya.

Dia mengatakan, saat ini, Lantamal II Teluk Bayur memiliki satu unit kapal patroli untuk pengamanan disekitar perairan Sumbar, terutama daerah Pulau Mentawai, yakni KRI Krait.

"Besarnya wilayah perairan di bawah Lantamal II Teluk Bayur, berencana untuk melakukan penambahan kapal patroli,"katanya.

Menurut dia, Lantamal II Teluk Bayur, juga berencana mau membangun dua pos pengamanan di Kabupaten Kepuluan Mentawai.

"Kita belum tahu secara pasti dimana pos pengamanan akan dibangun, namun yang jelas akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama dengan pihak Korem Sumatera Barat," katanya.

Dia menambahan, Pemerintah Kabupaten Kepuluan Mentawai mendukung rencana akan dibangunnya dua pos pengaman.

"Keberadaan pos pengamana untuk meningkatkan keamanan laut di pantai barat serta mempercepat koordinasi antara kepulauan Mentawai dengan Padang atau Bengkulu dalam komando Lantamal II Teluk Bayur,"jelasnya.

Sumber: Antara

Polisi Laut Diraja Malaysia Berulah, Nelayan Indonesia Minta Perlindungan Pemerintah

JAKARTA-(IDB) : Ada lagi kisah kurang sedap terkait tetangga kita. Kali ini menimpa nelayan di perbatasan yang meminta perlindungan dari pemerintah karena ulah marakpraktik kekerasan dan kriminalisasi oleh Malaysia.

Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim, di Jakarta, Sabtu, mengatakan, nota protes Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas tindakan Polisi Laut Diraja Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri belum menyelesaikan persoalan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Halim mendesak KKP --anggota Bakorkamla-- dapat menjalankan fungsi koordinasi dan tugas keamanan laut secara konsisten dan maksimal, sehingga nelayan di perbatasan yang memerlukan perlindungan tidak merasa diabaikan.

Data Kiara maupun KNTI menyebutkan, 41 nelayan tradisional pernah ditangkap dan ditahan sejak 9 April 2009 hingga September 2011. Selain itu 47 nelayan tradisional lainnya mengaku pernah menjadi korban perompakan dan penganiayaan dengan pelaku anggota Polisi Laut Diraja Malaysia.

Kasus yang terkini pengaduan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Wilayah Sumatera pada 20 September 2011. Disebutkan ada kasus kekerasan dan kriminalisasi yang dialami beberapa nelayan Langkat oleh tingkah buruk Polisi Laut Diraja Malaysia.

Modus operandi Polisi Laut Diraja Malaysia adalah menarik nelayan tradisional Indonesia dari laut nasional ke wilayah perairan Malaysia, dan menetapkan mereka sebagai pencuri ikan atau perompak.

"Berarti mereka kerap memasuki wilayah perairan Indonesia, khususnya di sekitar Langkat, Sumatera Utara, "kata Presidium Nasional KNTI Wilayah Sumatera, Tajruddin Hasibuan.

Dari sisi Indonesia, katanya, kelemahan penjagaan wilayah perairan perbatasan Indonesia semacam itu jelas terlihat.

Selain itu tidak ada bekal informasi batas perairan Indonesia dengan Malaysia untuk nelayan tradisional, baik melalui peta terkini maupun alat navigasi modern menjadikan nelayan rentan mengalami kekerasan dan kriminalisasi oleh aparat negara lain.

"Kami minta pemerintah segera meningkatkan kualitas dan kuantitas patroli pengamanan laut di wilayah perairan Indonesia," katanya.  Pula memberikan informasi dan pemahaman mengenai hak-hak nelayan dan batas wilayah Indonesia dengan 10 negara tetangga melalui pelatihan secara berkala kepada nelayan.

Hal terakhir yang ia minta yakni pemerintah memberikan pelatihan advokasi hukum bagi organisasi nelayan di berbagai wilayah khusus di perbatasan.

Sumber: Antara

Jawa Timur Siapkan 1.000 Hektare Untuk Industri Pertahanan

SURABAYA-(IDB) : Pemerintah akan membangun industri peralatan perang di Jawa Timur. Menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, timnya sedang menyiapkan lahan pabrik seluas 1.000 hektare. Lahan itu kemungkinan berada kawasan pantai utara Jawa Timur, yaitu Gresik, Lamongan, dan Tuban.

"Senin dua pekan lalu saya dipanggil Presiden diminta mencarikan tanah seribu hektare," kata Soekarwo setelah salat Jumat di kompleks Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, 30 September 2011.

Presiden, kata Soekarwo, memberikan syarat tambahan, lahan1.000 hektare ini haruslah berada di pinggir pantai dan memiliki kandungan batu dolomit yang besar. Di Jawa Timur potensi dolomit besar berada di sekitar Kabupaten Gresik.

Lahan itu akan dibangun perusahaan raksasa berupa peralatan militer dengan teknologi tinggi. "Pokoknya ini untuk perusahaan teknologi tinggi, salah satunya produksi pesawat," ujar Gubernur.

Soekarwo mengaku telah memberikan penawaran kepada Presiden tiga lokasi yang bisa digunakan, yaitu di Gresik, Lamongan, dan Tuban. Soekarwo sudah merundingkan hal tersebut dengan bupati setempat.

Sekitar areal pabrik peralatan pertahanan juga akan ditempati tiga perusahaan pendukung pabrik peralatan seperti gas. Tiga perusahaan pendukung ini butuh lahan seluas 300 hektare. Masing-masing 100 hektare. Jadi total kebutuhan lahan mencapai 1.300 hektare.

Saat ini industri strategis yang ada di daerah itu baru sebatas PT PAL. Perusahaan ini membuat kapal militer dan kapal sipil.

Sumber: Tempo

Amerika : China Telah Menyerang Satellite Amerika Dengan Senjata Laser

MINNESOTA-(IDB) : Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Michele Bachmann,  menyatakan Cina telah menyerang satelit AS menggunakan laser dan menyebabkan satelit berfungsi namun menjadi 'buta'. Ia menguraikan hal ini dalam wawancara TV untuk program Laura Ingraham Show. Omongannya tentang serangan Cina atas satelit AS dalam konteks ia menguraikan kebijakan luar negerinya akan menfokuskan, antara lain, soal hubungan AS-Cina.

"Saya seharusnya tak mengemukanan ini," katanya, "Tapi Cina telah membuat satelit kita buta dengan laser mereka."

Ia juga menyatakan, Cina merupakan pemasok senjata utama bagi Taliban, dan negara ini juga membantu pengiriman rudal Korea Utara ke Iran dan pakistan. "Cina juga mengasisteni Iran dalam program nuklirnya," katanya.

Tak hanya itu serangan Bachmann atas Cina. Ia juga menyebut negara yang berpaham komunis ini 'melakukan aktivitas mata-mata industri di Barat," katanya.

Dari mana seluruh data ia dapatkan? Berchmann berdalih, dia adalah anggota Kimote Intelijen Kongres, sehingga dia memiliki akses pada dokumen rahasia.

Sumber: Republika

Setelah Rudal Balistik Prithvi - II, India Berhasil Uji Tembak Rudal Agni-II

NEW DELHI-(IDB) : Rudal balistik dari permukaan ke permukaan Agni-II India yang berkemampuan nuklir, dengan jarak serang 2000 kilometer, Jumat diuji tembak sebagai bagian dari percobaan pengguna militer di Pulau Wheeler lepas pantai Orissa.

Rudal yang dikembangkan pribumi itu ditembakkan oleh personel Komando Pasukan Strategis (SFC) Angkatan Bersenjata dari Kompleks Uji Peluncuran Terpadu IV (ITR) pada sekitar pukul 09:30 waktu setempat, kata kantor berita India PTI mengutip sumber-sumber pertahanan.

Agni-II, dikembangkan sebagai salah satu sistem senjata utama program pencegahan nuklir, sudah di bawah produksi dan telah disahkan di dalam Angkatan Bersenjata India.

Bahan bakar dua-tahap yang solid pendorong rudal Agni-II, dikembangkan oleh Laboratorium Advanced System (ASL) dan laboratorium DRDO lainnya, memiliki panjang 20 meter, dan diameter satu meter serta berat sekitar 17 ton, kata mereka.



Perangkat itu dilengkapi dengan sistem navigasi khusus untuk mencapai tingkat akurasi yang tinggi.

Sistem ini juga dilengkapi dengan tindakan pencegahan pertahanan anti-balistik.

Perangkat ini dapat diangkut baik dengan kereta api maupun jalan raya, kata mereka.

Pengujian terakhir dijadwalkan pada 29 Agustus tahun ini tapi dibatalkan, karena beberapa masalah teknis, kata sumber tersebut.

Satu percobaan pengguna dari rudal itu dilakukan pada 17 Mei tahun lalu dari pangkalan yang sama dan dinilai berhasil.

Sumber: Antara