Pages

Senin, April 04, 2011

Indonesia Kuasai Tehnologi Persenjataan

Menhankam RI Purnomo Yusgiantoro
JAKARTA-(IDB):Bicara pertahanan dipastikan bakal merembet pada permasalahan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Purnomo kerap dikritik soal satu ini.

Apalagi kalau bukan terkait kemandirian alutsista yang masih jadi impian. Lantas bagaimana solusinya? Berikut wawancara SINDOdengan MenhanPurnomoYusgiantoro:

Pemerintah gencar bicara revitalisasi industri pertahanan dan pembangunan alutsista.Apa pertimbangannya?

Revitalisasi industri pertahanan menjadi prioritas bagi kabinet. Harus diakui alat utama sistem persenjataan kita sudah banyak yang ketinggalan. Kalau kita lihat reformasi TNI yang berlangsung sejak 1998, dari sisi sumber daya manusia proses transformasinya sudah cukup baik. TNI sekarang betul-betul sudah professional soldier yang tidak lagi terkontaminasi oleh bisnis dan tidak lagi terkontaminasi politik. Di satu sisi ini berjalan dengan baik, di sisi yang lain untuk alutsista sebagai pendukungnya belum sempat terkejar.

Mengatasi persoalan itu?

Pada kabinet ini kita upayakan untuk pembangunan kekuatan alutsista. Mungkin belum ideal, tapi yang esensial bisa kita capai.Untuk itu perlu dukungan dari industri pertahanan karena negara yang kuat angkatan bersenjatanya kuat.Angkatan bersenjata kuat jika didukung industri pertahanan yang kuat. Jadi terbangun industri pertahanan agar angkatan bersenjata kuat. Dengan itu negara ini akan kuat. Kekuatan negara itu saling terkait antara kekuatan ekonomi dan pertahanan serta keamanan.

Bisa dijelaskan tahapan pencapaiannya?

Sudah ada Perpres Nomor 42 Tahun 2010 yang mengamanatkan terbentuknya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).Kemudian telah ditetapkan masterplan revitalisasi industri pertahanan di mana di dalamnya telah diuraikan dengan jelas dan tegas bahwa tahapan menuju kemandirian dalam pemenuhan sarana pertahanan akan dicapai pada 2025-2029.Tahapannya meliputi kemandirian industri pertahanan yang signifikan,kemampuan berkolaborasi secara internasional, dan pengembangan yang berkelanjutan. Saat ini juga sedang disiapkan RUU Industri Pertahanan. Ini akan menjadi pokok landasan dalam melakukan revitalisasi. 
Acara serah terima Anoa dari Pindad ke Dephan
Apa kendala yang mengemuka? Apakah masalah pendanaan?

Pendanaan tidak ada masalah. Kita sudah mendapatkan penetapan pagu anggaran yang cukup besar.Kemudian lima tahun yang lalu kita juga masih mempunyai sisa yang belum terpakai. Karena itu, kita harus kebut agar terpakai, jangan sampai lima tahun yang lalu ada, tapi tidak terpakai. Kan sayang. Kendala utama kebanyakan BUMN yang bergerak dalam industri pertahanan kita merupakan BUMN yang tidak sehat.Padahal untuk dapat berpartisipasi dan memproduksi dengan baik tentu harus disehatkan dulu. Cara-cara penyehatannya yang diusulkan berupa penyertaan modal negara.

Jika demikian, apakah manajemen BUMN juga perlu dibenahi?

Penggantian manajemen merupakan domain dari menteri negara BUMN. Untuk penggantian belum ada usulan.

Berapa besar pendanaan yang disiapkan ?


Untuk 2004-2009 kita mendapatkan pagu pinjaman untuk pembangunan alutsista sebesar USD3,7 miliar. Baru terpakai sekitar 50%. Ditambah sekarang ini USD5,5 miliar untuk lima tahun sampai 2014. Ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan alutsista kita. Kemudian sekarang ini anggaran pendapatan dan belanja negara kita sudah Rp1.000 triliun. Akhir kabinet ini diperkirakan bisa mencapai Rp1.700 triliun, bahkan mungkin bisa Rp2.000 triliun. Kedua, devisa kita kuat, ada USD100 miliar yang bisa dimanfaatkan.Pilihannya kalau punya devisa begitu besar bisa “disimpan di bawah bantal” atau ditanam untuk mendapatkan keuntungan. Ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan alutsista.

Bagaimana membagi prioritas antara upaya mendorong kemandirian alutsista dalam negeri dan urgensi impor persenjataan?

Prinsipnya, kalau bisa kita bangun dalam negeri, kita bangun dalam negeri. Kalau tidak bisa,kita gunakan produksi bersama. Kalau tidak bisa lagi, kita pakai transfer teknologi. Artinya bahan baku lokal harus ditingkatkan atau bisa juga dengan cara offset. Ini syaratnya, tidak boleh tidak. Syarat ini harus ada agar ada nilai tambah yang bisa kita ambil. Saat membeli Sukhoi dulu juga harus ada offset seperti pemeliharaannya harus dilakukan di Indonesia. Dengan begini, arahnya jelas nanti kita harus menguasai teknologi persenjataan tinggi.

Idealnya industri pertahanan berada di bawah kementerian mana?

Sekarang sudah betul. Bahwa apa pun industrinya harus punya ibu dan bapak.Contohnya waktu saya menjadi menteri ESDM, Pertamina itu ibunya adalah Meneg BUMN yang mengurusi korporat manajemen. Sedangkan makronya di bawah menteri ESDM. Sementara industri pertahanan menurut UU,ibunya adalah menteri BUMN dan bapaknya menteri pertahanan.

Kalau ada pemikiran industri pertahanan di bawah Kemhan?

Sebetulnya sekarang sudah berada di bawah menhan. Kita lebih berperan di dalam industri pertahanan. Kita punya Keppres tentang KKIP.Ini disadari penuh oleh para anggota KKIP lain di mana menteri BUMN berperan sebagai wakil ketua. Makro di bawah menhan, sedangkan urusan korporat di bawah BUMN.

Nilai strategis apa yang ingin dicapai Indonesia dalam ASEAN Defense Ministers Meeting 2011?
Dalam kepemimpinan Indonesia pada ADMM 2011 mengandung nilai strategis untuk mendorong dan memperkuat kerja sama di bidang pertahanan baik dengan negara-negara ASEAN maupun komunitas internasional untuk tantangan keamanan ke depan yang semakin banyak dan kompleks. Menghadapi tantangan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu negara saja mengingat tantangan bersifat transnasional atau lintas batas.

Tantangan apa saja yang diprediksi akan mendominasi?

Tantangan baru yang diformulasikan ADMM Plus yakni ASEAN bersama Australia, China, Amerika Serikat, Jepang,Korea Selatan, India, Selandia Baru,Rusia,dan Jepang seperti operasi perdamaian dunia, penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan, kontra terorisme,keamanan maritim,serta kesehatan militer. Sementara khusus dengan negara-negara ASEAN akan dibahas tantangan di antaranya industri pertahanan, keamanan maritim, konflik Laut China Selatan, dan transparansi dalam pembangunan kekuatan pertahanan. Indonesia akan ambil peran dalam permasalahan keamanan maritim.

Pada kabinet sebelumnya tidak ada satu pun legislasi pertahanan yang berhasil diundangkan. Di mana letak permasalahannya?


Saya tidak ingin mengomentari kabinet sebelumnya.Namun,sekarang ini kita telah menyelesaikan dua RUU Ratifikasi yakni ratifikasi kerja sama militer dengan Brunei Darussalam. Sedangkan ratifikasi kerja sama dengan Rusia disetujui dalam bentuk peraturan presiden .

Mengenai penuntasan pengambilalihan bisnis TNI, proses ini sudah sampai di mana? Bukankah saat keluar Perpres No 43/2009, pemerintah menyatakan proses tersebut telah selesai?

Perpres menyatakan bahwa pemerintah melakukan pengambilalihan seluruh aktivitas bisnis yang dimiliki dan dikelola TNI baik secara langsung maupun tidak.Yang secara langsung telah selesai pelaksanaannya, sedangkan yang tidak langsung dalam bentuk koperasi, yayasan, dan pemanfaatan barang milik negara dilakukan penataan

Sumber: Sindo

TNI AL Lepas Kapal Pengangkut Bensin 15 Ton

Illustration
BIAK-(IDB):Prajurit pangkalan TNI AL (Lanal) kabupaten Biak Numfor, Papua, melepas kapal layar motor Surya Darma, pengangkut 15 ton bahan bakar minyak bensin yang ditangkap Jumat malam pukul 19.00 WIT di perairan Padaido Biak.

Komandan Pangkalan TNI AL Biak, Kolonel Marinir Nur Alamsyah saat dikonfirmasi ANTARA belum memberi keterangan terkait pelepasan kapal layar motor Surya Dharma, Minggu.

"Ya benar kapal Surya Darma pengangkut BBM telah dicek masalah perizinan dan surat lainnya," tulis Kapten Dedi Alfinoza, perwira Pangkalan TNI AL dalam pesan singkat SMS menjawab ANTARA.

Sementara itu, pemilik kapal Surya Darma yang juga nakhoda Haji Kadir di Biak, mengatakan, kapal motor itu mengangkut 15 ton bensin milik Suyat untuk dikirim ke kabupaten Mamberamo dari pelabuhan Biak Jumat malam 1 Maret 2011 sekitar pukul 19.00 WIT.

"Sebagai pemilik kapal saya lengkap surat dan izin berlayar dari Adpel, sementara 15 ton BBM bensin yang dibawa dengan kapal punya Pak Suyat," kata Haji Kadir kepada wartawan di kediaman kawasan Mandiri kelurahan Karang Mulia.

Di tempat sama pemilik 15 ton BBM, Suyat mengakui, bahan bakar minyak bensin dibeli resmi di Pertamina melalui kios Rendi untuk dikirim ke kabupaten Mamberamo.

"Semua kelengkapan surat pembelian BBM bensin atas nama kios Rendi beralamat di kampung baru distrik Biak Kota," ujarnya.

Dia mengakui, pemilik kapal dan pihaknya selaku pengirim BBM bensin ke Mamberamo telah menyelesaikan kelengkapan administrasi sehingga kapal layar motor Surya Darma segera berangkat Minggu malam melalui dermaga eks perusahaan ikan PT Biak Mina Jaya kampung Samao distrik Biak kota.

Sumber: Kemhan

TNI AU Kirim C-130 Hercules dan CN-235 ke Cilacap

Pesawat C-130 Hercules TNI AU
JAKARTA-(IDB):TNI Angkatan Udara kembali mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules dan satu pesawat CN-235 untuk membantu pemadaman api yang masih melalap tiga kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

"Kedua pesawat sudah diberangkatkan tadi pagi membawa 'foam' (busa, red) pemadam api," kata juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Marsekal Pertama Bambang Samoedro menambahkan, kedua pesawat tersebut diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dan Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang.

Selain itu, TNI Angkatan Udara juga menyiagakan satu lagi helikopter untuk membantu pemadaman tersebut.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara sudah mengerahkan dua unit C-130 Hercules dan satu pesawat Fokker untuk membawa "foam" pemadam api ke Cilacap.

Dua helikopter TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Atang Sendjaya,Bogor, juga telah berada di lokasi sejak Sabtu (2/4).

"Kini satu helikopter masih kami siagakan dan siap untuk diterbangkan jika diperlukan," kata Bambang.

Ia menambahkan, hingga kini sudah 41,5 ton "foam" pamadam api yang diangkut ke Cilacap.

"Sementara itu yang kita kerahkan, jika perkembangan di lapangan belum bisa diatasi oleh unsur-unsur yang ada maka TNI AU akan menambah armadanya untuk mengatasi kebakaran itu," kata Bambang.

Terkait itu, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi terakhir di lokasi kebakaran, sehingga bisa dipastikan armada yang akan dikerahkan nantinya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan mengerahkan enam unit helikopter untuk menyemprotkan busa (foam) pemadam api ke atas tiga tangki penimbunan BBM Kilang minyak Cilacap Jawa Tengah yang terbakar sejak Sabtu (2/4).

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, satu-satunya cara melokalisasi kobaran api yakni dengan menyemprotkan foam dari atas dengan helikopter.

"Penyemprotan akan dilakukan sepanjang hari. Sebab, bahaya jika api menjalar ke tangki lain," ujarnya.

Selain helikopter dari TNI AU, Kepolisian Daerah Jateng juga mengerahkan satu unit helikoper dari Semarang. Saat ini helikopter dari Polda Jateng sudah sampai di Bandara Tunggul Wulung.


Sumber: Kemhan

TNI AD Buka Puspenerbad Baru

SEMARANG-(IDB):Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta, meninjau Markas Pusdik Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) yang baru dibangun dan meninjau lokasi rencana pembangunan dan pembentukan Markas Divisi Lintas Udara (Divif Linud) di Semarang Jawa Tengah.

Usai Mendarat di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Kasad menerima pemaparan dari Komandan Puspenerbad Brigjen TNI Mochamad Wachju Rijanto mengenai kondisi satuan Penerbad serta rencana dislokasi Pusdik Penerbad dan rencana pembentukan Resimen Penerbad. Lokasi Pusdik Penerbad yang baru tidak jauh dari lokasi Pusdik lama. Pertimbangan dislokasi Pusdik Penerbad di sebabkan untuk memudahkan komando pengendalian dengan resimen Penebad.

Selain meninjau Markas Pusdik Penerbad yang baru, juga dipaparkan rencana pembentukan Resimen Penerbad yang lokasinya disatukan dengan Markas Pusdik Penerbad. Usai menerima Pemaparan dari Danpuspenerbad , Kasad menerima pemaparan dari Kepala Zeni Kodam IV/Diponegoro Kolonel Czi Darwin tentang pembangunan Markas Pusdik Penerbad baru serta rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad yang lokasinya bersebelahan dengan Markas Pusdik Penerbad yang baru.

Usai penerima pemaparan dari kedua pejabat tersebut, Kasad meninjau lokasi rencana pembangunan Markas Divisi Linud Kostrad. Lokasi lahan Mako Divisi Linud Kostrad menggunakan tiga lahan milik TNI Angkatan Darat yang terdapat masing-masing tempat di area Pusdik Penerbad seluas 29,2 Ha, di Kelurahan Baru Sari seluas 1,7 Ha dan di Kelurahan Meteseh seluas 262,2 Ha.

Disamping Pembangunan Mako Divisi juga akan dibangun Rumah Dinas Panglima Divisi, Kas Divisi, dan Staf Divisi serta rumah dinas bagi personil Divisi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana antara lain lapangan apel, lapangan tembak, lapangan halang rintang, lapangan teknis kecabangan serta fasilitas lapangan olah raga.

Dalam kunjungan kerja Kasad tersebut , Kasad menyempatkan melakukan kunjungan ke Akademi Militer Magelang untuk melaksanakan olahraga bersama dengan para Taruna Akmil dan memberikan pengarahan di hadapan para Taruna dan dan pembina di Akademi Militer Magelang.

Sumber: Poskota